Ironi Mobil Listrik: Impian Hijau Pemerintah Mengancam Pabrik Komponen Lokal

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:32 WIB
loading...
Ironi Mobil Listrik:...
Kendaraan listrik yang semakin banyak menekan kendaraan-kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri dengan TKDN tinggi. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Di tengah gemerlap ruang pamer dan jalanan ibu kota, mobil-mobil listrik impor melaju tanpa suara, menjadi simbol kemajuan dan era baru yang lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik senyapnya mesin mereka, terdengar gemuruh kekhawatiran dari ribuan pabrik komponen di pelosok negeri.

Ironi besar kini membayangi ambisi elektrifikasi Indonesia: serbuan mobil listrik impor justru menjadi momok yang mengancam kelangsungan hidup industri pendukung otomotif dalam negeri.

Masalahnya sederhana namun menusuk: mobil-mobil listrik itu datang dalam wujud jadi (CBU - Completely Built Up).

Setiap unit yang mendarat di pelabuhan Tanjung Priok adalah produk utuh yang tak secuil pun menyentuh hasil keringat para pekerja di pabrik-pabrik komponen lokal.

Ibarat memesan makanan jadi dari luar negeri, sementara dapur di rumah sendiri dibiarkan dingin tak mengepul.

Keresahan ini bukan lagi sekadar bisik-bisik di kalangan pengusaha. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kini bersuara lantang.

Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, dengan nada prihatin, membeberkan dampak nyata yang sudah dirasakan oleh para pemain di akar rumput industri.

“Dampaknya jadi ke kandungan lokal yang berperan banyak untuk industri kendaraan bermotor kita, karena ini ada tier satu, tier dua dan sebagainya,” kata Kukuh dalam sebuah diskusi di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Pernyataan Kukuh merujuk pada ekosistem raksasa yang menopang industri otomotif. Ada 550 pemasok Tier 1 (pemasok utama ke pabrikan mobil) dan sekitar 1.000 pemasok Tier 2 dan 3, yang kebanyakan adalah Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Merekalah yang memproduksi jok, dasbor, kabel, baut, hingga komponen-komponen kecil lain yang membentuk sebuah mobil. Ekosistem ini menyerap tenaga kerja masif, mencapai 1,5 juta orang.

Di satu sisi, data menunjukkan penjualan mobil listrik impor memang meroket, mencatatkan kenaikan signifikan 17 persen di segmen menengah.

Namun, di sisi lain, kue pasar yang mereka rebut adalah milik mobil-mobil yang selama ini diproduksi di dalam negeri, yang notabene memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sangat tinggi, berkisar 80 hingga 90 persen.

“Pada 2024, kendaraan listrik itu semakin banyak, namun ini menekan kendaraan-kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri. Sementara kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri itu adalah kendaraan TKDN tinggi,” tutur Kukuh, menyoroti paradoks kebijakan yang terjadi.

Keluhan pun mulai mengalir deras ke meja Gaikindo. Para pengusaha komponen merasa tercekik. Pesanan menurun, volume produksi merosot, dan bayang-bayang efisiensi mulai menghantui.

“Walau kami (Gaikindo) tidak menaungi komponen, tetapi beberapa perusahaan komponen sudah mengeluhkan. Kalau kita terus-terusan volume penjualannya seperti ini, kita berat karena supply (pasokan pesanan) semakin menurun,” ungkap Kukuh, menyuarakan jeritan para pengusaha yang nasibnya kini di ujung tanduk.

Kebijakan pemerintah yang memberikan insentif untuk mobil listrik impor memang bertujuan mulia: mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Namun, kebijakan ini tampak seperti pedang bermata dua. Di satu sisi ia memoles citra Indonesia sebagai negara yang pro-lingkungan, namun di sisi lain ia secara perlahan menggerogoti fondasi industri manufaktur otomotif yang telah dibangun puluhan tahun.

Pertanyaan kritis pun menggantung di udara: untuk siapa sebenarnya transisi energi ini? Apakah untuk segelintir konsumen kelas menengah yang mampu membeli mobil impor, atau untuk keberlangsungan industri nasional dan nasib 1,5 juta pekerjanya?

Gemerlap mobil listrik impor kini menjadi pertaruhan besar, antara melaju kencang menuju target emisi nol atau berisiko memadamkan tungku-tungku produksi di pabrik dalam negeri.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
Ditolak AS dan Eropa,...
Ditolak AS dan Eropa, Mobil Listrik China Incar Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved