Porsche Tekan Rem Darurat, Batalkan Pabrik Baterai Sendiri!

Rabu, 27 Agustus 2025 - 09:11 WIB
loading...
Porsche Tekan Rem Darurat,...
Porsche merasa memproduksi baterai sendiri tidak masuk akal karena tidak memenuhi skalabilitas. Foto: ist
A A A
JERMAN - Di tengah euforia mobil listrik yang terus digaungkan, Porsche—sang raksasa mobil sport asal Jerman—justru baru saja menekan rem darurat. Mereka secara resmi membatalkan rencana ambisius untuk memproduksi baterai berperforma tinggi mereka sendiri.

Langkah ini jadi ironi tajam. Di satu sisi, penjualan mobil listrik Porsche sedang meroket. Namun di sisi lain, mereka seolah menyerah dalam perang untuk memproduksi "jantung" dari mobil-mobil listrik tersebut.

Paradoks Angka: Laris Manis, tapi Mundur Teratur

Mari kita lihat paradoks ini lebih dalam. Data penjualan Porsche pada paruh pertama 2025 menunjukkan sebuah pesta pora elektrifikasi:

Mobil listrik dan hibrida kini menyumbang 36% dari total penjualan global.

60% dari total penjualan SUV Macan adalah varian listrik, atau hampir 26.000 unit.

Penjualan sedan listrik Taycan di pasar AS melonjak 31%.

Angka-angka ini melukiskan gambaran kesuksesan. Lantas, mengapa sebuah perusahaan yang mobil listriknya begitu laku keras justru membatalkan rencana untuk memproduksi komponen paling vital dari mobil tersebut?

Jawaban Pahit dari Sang CEO

Jawabannya datang langsung dari orang nomor satu, Oliver Blume, CEO Porsche dan Volkswagen Group. Ia secara gamblang mengakui bahwa ini adalah soal skala dan uang.

"Porsche tidak mengejar produksi sel baterainya sendiri karena alasan volume dan kurangnya skala ekonomi," ujar Blume.

Pernyataan ini adalah sebuah pengakuan jujur. Membuat baterai adalah sebuah "permainan volume" yang brutal dan sangat mahal.

Rencana awal Porsche untuk memproduksi baterai bagi 10.000 mobil Taycan per tahun ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan raksasa baterai seperti CATL atau LG yang memproduksi jutaan sel baterai.

Bagi Porsche, mencoba memproduksi sendiri dalam skala kecil adalah sebuah mimpi buruk finansial.

Bukan Kegagalan, tapi Sebuah Pivot Cerdas

Namun, ini bukanlah cerita tentang kegagalan total. Ini adalah kisah tentang sebuah pivot atau perubahan strategi yang cerdas. Divisi baterai Porsche, Cellforce, tidak akan ditutup. Sebaliknya, ia akan diubah dari "pabrik" menjadi "laboratorium".

Cellforce kini akan fokus penuh pada penelitian dan pengembangan (R&D), menjadi "otak" yang merancang sel baterai canggih untuk seluruh grup Volkswagen. Sementara untuk produksi massal, mereka akan menyerahkannya kepada unit baterai VW yang jauh lebih besar, PowerCo.

Porsche agaknya menyadari bahwa kekuatan mereka ada pada rekayasa dan desain, bukan pada manufaktur massal komponen.

Lebih baik menjadi arsitek baterai terbaik di dunia daripada menjadi produsen baterai kecil yang tidak efisien. Porsche memilih memenangkan perang R&D, bukan perang produksi.

Pada akhirnya, keputusan Porsche adalah sebuah pelajaran berharga bagi seluruh industri otomotif. Ini adalah pengingat bahwa revolusi mobil listrik bukan hanya soal menciptakan mobil yang kencang dan indah, tetapi juga tentang menaklukkan rantai pasok yang kejam dansangatmahal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Ford Fiesta Akan Kembali...
Ford Fiesta Akan Kembali di Tahun 2028 dengan Platform Renault 5 EV
Spesifikasi VW ID. Polo...
Spesifikasi VW ID. Polo GTI: Harga Rp750 Juta, Jarak 417 KM, bisa Kejar ID. Buzz?
Siapa Mobil Listrik...
Siapa Mobil Listrik Terlaris di Indonesia April 2026?
Harga Bensin Selangit,...
Harga Bensin Selangit, Amerika Justru Ogah Pindah ke Mobil Listrik
Xiaomi Kunlun EREV,...
Xiaomi Kunlun EREV, SUV Tiga Baris Mulai Tes Jalan
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
Lulus Doktoral, Dosen...
Lulus Doktoral, Dosen ITPLN Temukan Solusi Cas EV Super Cepat
Gelombang Raksasa Nikel...
Gelombang Raksasa Nikel di Bursa Saham RI: Akankah BLUE Menuju Ekosistem EV?
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Bangun Integritas, FIFGROUP...
Bangun Integritas, FIFGROUP Sabet IRCA 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved