Industri Otomotif Jerman Hadapi Krisis, PHK 51.500 Pekerja dalam Setahun
Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
“Penurunan laba yang masif, kelebihan kapasitas produksi, dan pasar luar negeri yang sakit membuat pengurangan pekerjaan dalam jumlah besar tidak mungkin dihindari,” ujar Jan Brorhilker, seorang partner di EY Jerman.
1. Serangan Naga dari Timur: Gempuran dari para pesaing Tiongkok tidak lagi hanya soal harga murah. Kini, mereka juga unggul dalam inovasi, terutama di arena mobil listrik. Para raksasa Jerman yang lamban kini tertinggal jauh.
2. Ancaman dari Barat: Kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Donald Trump menjadi mimpi buruk. Sebagai pasar ekspor terbesar, penurunan ekspor mobil Jerman ke AS sebesar 8,6% pada paruh pertama 2025 adalah sebuah pukulan telak.
3. Penyakit dari Dalam: Fondasi rumah mereka sendiri sedang rapuh. Ekonomi Jerman sebagai negara sedang sakit, dengan PDB yang terus menurun. Ini secara langsung memukul permintaan domestik.
Terjebak dalam 'Badai Sempurna'
Apa yang menyebabkan raksasa ini begitu rapuh? Jawabannya adalah sebuah "badai sempurna" yang datang dari tiga arah mata angin secara bersamaan:1. Serangan Naga dari Timur: Gempuran dari para pesaing Tiongkok tidak lagi hanya soal harga murah. Kini, mereka juga unggul dalam inovasi, terutama di arena mobil listrik. Para raksasa Jerman yang lamban kini tertinggal jauh.
2. Ancaman dari Barat: Kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Donald Trump menjadi mimpi buruk. Sebagai pasar ekspor terbesar, penurunan ekspor mobil Jerman ke AS sebesar 8,6% pada paruh pertama 2025 adalah sebuah pukulan telak.
3. Penyakit dari Dalam: Fondasi rumah mereka sendiri sedang rapuh. Ekonomi Jerman sebagai negara sedang sakit, dengan PDB yang terus menurun. Ini secara langsung memukul permintaan domestik.
Lihat Juga :