Untung 4x Lipat di Eropa: Di Balik Ambisi 1 Juta Mobil BYD, Ada Masalah Besar di Kandang Sendiri?
Sabtu, 06 September 2025 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Data terbaru menunjukkan gambaran yang kontras: sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2025, penjualan global mereka memang masih naik 26,2% menjadi 2.458.914 unit. Namun, jika dilihat lebih dekat, penjualan pada bulan Juli 2025 yang sebanyak 341.030 unit hanya tumbuh 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya—pertumbuhan tahunan terendah dalam 1,5 tahun terakhir.
Perlambatan ini memaksa perusahaan mengambil langkah-langkah drastis di dalam negeri. Pada bulan Mei lalu, BYD meluncurkan diskon besar-besaran untuk 22 model kendaraannya, sebuah indikasi kuat adanya penumpukan inventaris di tingkat dealer, meskipun informasi ini sempat dibantah oleh pihak perusahaan.
Di tengah pasar domestik yang semakin jenuh, pasar internasional menawarkan oase keuntungan yang jauh lebih subur.
Sebuah laporan dari Rodium Group mengungkap fakta mengejutkan: untuk setiap mobil yang dijual di Eropa, BYD meraup keuntungan sekitar USD5.000. Angka ini berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan keuntungan bersih per mobil yang dijual di China, yang tahun lalu hanya berkisar 9.000 yuan atau setara USD1.260.
Maka, ekspansi global bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.
Perlambatan ini memaksa perusahaan mengambil langkah-langkah drastis di dalam negeri. Pada bulan Mei lalu, BYD meluncurkan diskon besar-besaran untuk 22 model kendaraannya, sebuah indikasi kuat adanya penumpukan inventaris di tingkat dealer, meskipun informasi ini sempat dibantah oleh pihak perusahaan.
Di tengah pasar domestik yang semakin jenuh, pasar internasional menawarkan oase keuntungan yang jauh lebih subur.
Sebuah laporan dari Rodium Group mengungkap fakta mengejutkan: untuk setiap mobil yang dijual di Eropa, BYD meraup keuntungan sekitar USD5.000. Angka ini berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan keuntungan bersih per mobil yang dijual di China, yang tahun lalu hanya berkisar 9.000 yuan atau setara USD1.260.
Maka, ekspansi global bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.
Lihat Juga :