Untung 4x Lipat di Eropa: Di Balik Ambisi 1 Juta Mobil BYD, Ada Masalah Besar di Kandang Sendiri?

Sabtu, 06 September 2025 - 09:10 WIB
loading...
Untung 4x Lipat di Eropa:...
Kapal BYD yang sedang bersandar di Jerman untuk mendistribusikan mobil listrik dari China. Foto: ist
A A A
CHINA - Di tengah riuhnya Chengdu Auto Show 2025, pernyataan tegas datang dari salah satu petinggi BYD, raksasa kendaraan listrik asal China.

Li Yunfei, General Manager Divisi Merek dan Humas, mengumumkan target yang terdengar luar biasa ambisius: menjual sekitar satu juta mobil di luar China hingga akhir tahun 2025.

Target ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal bahwa BYD, setelah menaklukkan pasar domestik, kini secara serius mengarahkan pandangannya ke panggung dunia.

Angka satu juta unit berarti mereka harus menggandakan volume penjualan yang telah mereka capai di paruh pertama tahun ini, yang jumlahnya sudah melampaui 472.000 unit. Jika berhasil, langkah ini akan menempatkan BYD untuk menantang dominasi eksportir otomotif China lainnya seperti SAIC dan Chery.

Namun, di balik ambisi besar ini, tersimpan sebuah cerita tentang tekanan dan strategi. Pertumbuhan BYD di China, pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Data terbaru menunjukkan gambaran yang kontras: sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2025, penjualan global mereka memang masih naik 26,2% menjadi 2.458.914 unit. Namun, jika dilihat lebih dekat, penjualan pada bulan Juli 2025 yang sebanyak 341.030 unit hanya tumbuh 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya—pertumbuhan tahunan terendah dalam 1,5 tahun terakhir.

Perlambatan ini memaksa perusahaan mengambil langkah-langkah drastis di dalam negeri. Pada bulan Mei lalu, BYD meluncurkan diskon besar-besaran untuk 22 model kendaraannya, sebuah indikasi kuat adanya penumpukan inventaris di tingkat dealer, meskipun informasi ini sempat dibantah oleh pihak perusahaan.

Di tengah pasar domestik yang semakin jenuh, pasar internasional menawarkan oase keuntungan yang jauh lebih subur.

Sebuah laporan dari Rodium Group mengungkap fakta mengejutkan: untuk setiap mobil yang dijual di Eropa, BYD meraup keuntungan sekitar USD5.000. Angka ini berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan keuntungan bersih per mobil yang dijual di China, yang tahun lalu hanya berkisar 9.000 yuan atau setara USD1.260.

Maka, ekspansi global bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.

Untuk mencapai targetnya, BYD tidak hanya mengandalkan ekspor dari Tiongkok. Mereka sedang membangun jaringan produksi global untuk menavigasi tembok tarif yang tinggi di berbagai negara.

Saat ini, pabrik mereka telah beroperasi di Uzbekistan dan Thailand. Rencana pembangunan fasilitas produksi di Turki, Hongaria, dan Brasil juga sedang berjalan.

Strategi ini sudah membuahkan hasil. Bulan lalu, lebih dari 900 unit BYD Dolphin yang diproduksi di Thailand dikirim ke Jerman, Belgia, dan Inggris. Dengan cara ini, BYD berhasil menghindari tarif tambahan sebesar 20,7% yang dikenakan Uni Eropa di atas bea masuk standar 10%.

Langkah BYD untuk berekspansi secara agresif ke lebih dari 100 pasar internasional adalah sebuah pertaruhan yang diperhitungkan. Ini adalah upaya untuk lari dari tekanan di pasar domestiksekaligus
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Infografis
Dari 1 Juta, 44% Pengungsi...
Dari 1 Juta, 44% Pengungsi Ukraina Ingin Berada di Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved