Penjualan Mobil Suram, Merek Otomotif Ini Siap Lakukan PHK Besar-besaran
Kamis, 18 September 2025 - 19:02 WIB
loading...
Ford siap lakukan PHK. FOTO/ CARSCOOPS
A
A
A
NEW YORK - Produsen mobil AS, Ford, mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan memberhentikan 1.000 pekerja lagi di pabriknya di Cologne, Jerman, karena permintaan kendaraan listrik (EV) di Eropa terus menurun.
BACA JUGA - Mengejutkan, Ford Tegaskan Tak Akan Suntik Mati Ford Mustang
Seperti dilansir dari Xinhua, mulai Januari 2026, operasi pabrik akan dikurangi dari dua shift menjadi satu shift, yang akan memengaruhi tenaga kerja.
Ini adalah PHK pertama yang melibatkan produksi kendaraan sejak pabrik tersebut diubah menjadi pusat produksi EV pertama Ford di Eropa, setelah investasi sebesar US$2 miliar dua tahun lalu.
Pengumuman ini menyusul keputusan Ford sebelumnya untuk memangkas 4.000 pekerjaan di Eropa pada tahun 2027, termasuk sekitar 2.900 di Jerman, sebagian besar di bidang administrasi dan pengembangan.
Rencana tersebut memicu pemogokan pertama pada bulan Mei, sebelum manajemen dan dewan pekerja mencapai kesepakatan pada bulan Juli yang menawarkan paket kompensasi.
Juru bicara dewan pekerja, David Luedtke, menyebut langkah terbaru ini sebagai "pukulan telak lainnya bagi pabrik di Cologne."
Ia memperingatkan bahwa hal ini menambah kekhawatiran para pekerja tentang masa depan jangka panjang pabrik tersebut.
Jika kedua putaran PHK ini diterapkan, tenaga kerja Ford di Cologne — yang juga berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan di Eropa — diperkirakan akan menyusut menjadi sekitar 7.600 orang, turun dari 12.000 orang setahun yang lalu dan 20.000 orang lima tahun yang lalu.
Para analis industri mengatakan kesulitan Ford mencerminkan tantangan yang lebih luas yang dihadapi sektor otomotif Jerman dalam transisi ke kendaraan listrik.
Menurut perusahaan konsultan EY, produsen dan pemasok mobil di negara tersebut telah memangkas lebih dari 51.000 pekerjaan selama setahun terakhir karena lemahnya permintaan, tarif AS, dan tingginya biaya peralihan ke kendaraan listrik.
BACA JUGA - Mengejutkan, Ford Tegaskan Tak Akan Suntik Mati Ford Mustang
Seperti dilansir dari Xinhua, mulai Januari 2026, operasi pabrik akan dikurangi dari dua shift menjadi satu shift, yang akan memengaruhi tenaga kerja.
Ini adalah PHK pertama yang melibatkan produksi kendaraan sejak pabrik tersebut diubah menjadi pusat produksi EV pertama Ford di Eropa, setelah investasi sebesar US$2 miliar dua tahun lalu.
Pengumuman ini menyusul keputusan Ford sebelumnya untuk memangkas 4.000 pekerjaan di Eropa pada tahun 2027, termasuk sekitar 2.900 di Jerman, sebagian besar di bidang administrasi dan pengembangan.
Rencana tersebut memicu pemogokan pertama pada bulan Mei, sebelum manajemen dan dewan pekerja mencapai kesepakatan pada bulan Juli yang menawarkan paket kompensasi.
Juru bicara dewan pekerja, David Luedtke, menyebut langkah terbaru ini sebagai "pukulan telak lainnya bagi pabrik di Cologne."
Ia memperingatkan bahwa hal ini menambah kekhawatiran para pekerja tentang masa depan jangka panjang pabrik tersebut.
Jika kedua putaran PHK ini diterapkan, tenaga kerja Ford di Cologne — yang juga berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan di Eropa — diperkirakan akan menyusut menjadi sekitar 7.600 orang, turun dari 12.000 orang setahun yang lalu dan 20.000 orang lima tahun yang lalu.
Para analis industri mengatakan kesulitan Ford mencerminkan tantangan yang lebih luas yang dihadapi sektor otomotif Jerman dalam transisi ke kendaraan listrik.
Menurut perusahaan konsultan EY, produsen dan pemasok mobil di negara tersebut telah memangkas lebih dari 51.000 pekerjaan selama setahun terakhir karena lemahnya permintaan, tarif AS, dan tingginya biaya peralihan ke kendaraan listrik.
(wbs)
Lihat Juga :