Ini Alasan BYD Gempur Pasar Jepang dengan Racco
Minggu, 16 November 2025 - 17:38 WIB
loading...
BYD Racco. FOTO/ cnc
A
A
A
TOKYO - Di Japan Mobility Show 2025,BYDmeluncurkan mobil kei listrik eksklusif Jepang pertamanya,Racco, yang dirancang khusus untuk segmen K-Car Jepang.
Namanya berasal dari kata Jepang yang berarti "berang-berang". BYD berencana meluncurkan Racco pada musim panas atau musim gugur 2026, dengan dua versi. Harganya sekitar 2,5 juta yen, atau sekitar 16.200 dolar AS, seperti dilansirAutohome.
K-Car, juga dikenal sebagai "kendaraan ringan", ringkas dan terjangkau, sehingga ideal untuk bepergian dan menjelajahi jalanan kota yang padat. Mobil-mobil ini menguasai 30–40% pangsa pasar mobil Jepang. Pada tahun 2024, sekitar 1,56 juta unit K-Car terjual dari total 4,42 juta unit mobil.
Pada tiga kuartal pertama tahun 2025, penjualan mencapai sekitar 1,26 juta unit, mewakili lebih dari sepertiga pangsa pasar. Bahkan pangsa pasar yang kecil sekalipun dapat menghasilkan volume penjualan yang signifikan bagi BYD.
Namun, pasar mobil listrik Jepang didominasi oleh merek-merek domestik. Suzuki menguasai sekitar 38%, Daihatsu 22%, dan Honda 19%. Produsen mobil asing lainnya kurang berhasil. Untuk bersaing, BYD harus merancang Racco dari awal agar memenuhi peraturan mobil listrik Jepang yang ketat terkait ukuran, tenaga, dan kapasitas penumpang.
Ada pula alasan strategis yang kuat: Suzuki telah secara terbuka menandai BYD sebagaiancaman signifikandi sektor K-Car, yang menggarisbawahi keseriusan BYD di segmen ini.
Racco ditampilkan dengan dimensi yang berfokus pada kota yang disesuaikan untuk jalan perkotaan Jepang.
Dari sisi biaya, K-Cars diuntungkan oleh harga beli yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, biaya perawatan yang lebih rendah, dan insentif pajak yang menguntungkan. Model listrik khususnya dapat menerima subsidi hingga 550.000 yen, atau sekitar USD3.570.
Sementara itu, karena Racco eksklusif untuk Jepang dan harganya lebih rendah daripada kendaraan listrik penumpang pada umumnya, BYD harus menjalankan operasinya secara efisien. Menurut JP Morgan, kontribusi Racco terhadap pendapatan BYD pada tahun 2026 kemungkinan hanya 1-2%.
BYD memperkirakan pasar K-Car Jepang yang dapat dijangkau mencapai 350.000–450.000 unit per tahun dan berharap dapat menguasai 20–30% pangsa pasar pada awalnya. Dengan kapasitas penuh, hal ini dapat menghasilkan keuntungan tahunan sebesar 4–10 miliar yuan, atau sekitar 560 juta–1,4 miliar dolar AS.
Secara strategis, Racco mewakili ambisi internasional jangka panjang BYD. Perusahaan mendukung ekspansinya dengan basis produksi di luar negeri, seperti di Brasil, Indonesia, Malaysia, Thailand, Hongaria, dan Turki, serta bekerja sama melalui jaringan distributor lokal.
BYD saat ini beroperasi di sekitar 70 negara, dengan sekitar 900–1.000 gerai ritel. Seiring meningkatnya tekanan di pasar domestiknya (Tiongkok), segmen K-Car Jepang menghadirkan ujian sekaligus peluang bagi pertumbuhan global BYD.
Namanya berasal dari kata Jepang yang berarti "berang-berang". BYD berencana meluncurkan Racco pada musim panas atau musim gugur 2026, dengan dua versi. Harganya sekitar 2,5 juta yen, atau sekitar 16.200 dolar AS, seperti dilansirAutohome.
K-Car, juga dikenal sebagai "kendaraan ringan", ringkas dan terjangkau, sehingga ideal untuk bepergian dan menjelajahi jalanan kota yang padat. Mobil-mobil ini menguasai 30–40% pangsa pasar mobil Jepang. Pada tahun 2024, sekitar 1,56 juta unit K-Car terjual dari total 4,42 juta unit mobil.
Pada tiga kuartal pertama tahun 2025, penjualan mencapai sekitar 1,26 juta unit, mewakili lebih dari sepertiga pangsa pasar. Bahkan pangsa pasar yang kecil sekalipun dapat menghasilkan volume penjualan yang signifikan bagi BYD.
Namun, pasar mobil listrik Jepang didominasi oleh merek-merek domestik. Suzuki menguasai sekitar 38%, Daihatsu 22%, dan Honda 19%. Produsen mobil asing lainnya kurang berhasil. Untuk bersaing, BYD harus merancang Racco dari awal agar memenuhi peraturan mobil listrik Jepang yang ketat terkait ukuran, tenaga, dan kapasitas penumpang.
Ada pula alasan strategis yang kuat: Suzuki telah secara terbuka menandai BYD sebagaiancaman signifikandi sektor K-Car, yang menggarisbawahi keseriusan BYD di segmen ini.
Racco ditampilkan dengan dimensi yang berfokus pada kota yang disesuaikan untuk jalan perkotaan Jepang.
Dari sisi biaya, K-Cars diuntungkan oleh harga beli yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, biaya perawatan yang lebih rendah, dan insentif pajak yang menguntungkan. Model listrik khususnya dapat menerima subsidi hingga 550.000 yen, atau sekitar USD3.570.
Sementara itu, karena Racco eksklusif untuk Jepang dan harganya lebih rendah daripada kendaraan listrik penumpang pada umumnya, BYD harus menjalankan operasinya secara efisien. Menurut JP Morgan, kontribusi Racco terhadap pendapatan BYD pada tahun 2026 kemungkinan hanya 1-2%.
BYD memperkirakan pasar K-Car Jepang yang dapat dijangkau mencapai 350.000–450.000 unit per tahun dan berharap dapat menguasai 20–30% pangsa pasar pada awalnya. Dengan kapasitas penuh, hal ini dapat menghasilkan keuntungan tahunan sebesar 4–10 miliar yuan, atau sekitar 560 juta–1,4 miliar dolar AS.
Secara strategis, Racco mewakili ambisi internasional jangka panjang BYD. Perusahaan mendukung ekspansinya dengan basis produksi di luar negeri, seperti di Brasil, Indonesia, Malaysia, Thailand, Hongaria, dan Turki, serta bekerja sama melalui jaringan distributor lokal.
BYD saat ini beroperasi di sekitar 70 negara, dengan sekitar 900–1.000 gerai ritel. Seiring meningkatnya tekanan di pasar domestiknya (Tiongkok), segmen K-Car Jepang menghadirkan ujian sekaligus peluang bagi pertumbuhan global BYD.
(wbs)
Lihat Juga :