BYD Pangkas Target 16 Persen di 2025, Gara-gara Perang Harga dan Kejenuhan Pasar China?

Senin, 15 Desember 2025 - 13:54 WIB
loading...
BYD Pangkas Target 16...
BYD yang dulu tak terbendung kini harus merevisi ambisi di tengah gempuran Geely dan hilangnya pesona teknologi mereka. Foto: Reuters
A A A
SHENZEN - Bulan madu itu agaknya telah usai. BYD, raksasa otomotif yang selama beberapa tahun terakhir berlari kencang di padang rumput kendaraan listrik (EV), kini dipaksa menarik tuas rem darurat.

Di balik kilau angka ekspor yang memukau, tersimpan keretakan fundamental di pasar domestik China yang memaksa perusahaan yang bermarkas di Shenzhen ini menelan pil pahit realitas: era pertumbuhan "gila-gilaan" mereka mungkin sedang menuju babak akhir.

Dua sumber internal yang mengetahui dapur strategi perusahaan mengungkapkan bahwa BYD telah memangkas target penjualan tahun 2025 mereka secara drastis.

Dari angka ambisius 5,5 juta unit yang digembar-gemborkan kepada para analis pada Maret lalu, target itu kini disunat sebesar 16 persen menjadi 4,6 juta unit.

Angka revisi ini telah dikomunikasikan secara internal dan kepada pemasok terpilih bulan lalu sebagai panduan perencanaan produksi.

Ini adalah pengakuan diam-diam bahwa pasar EV tidak lagi ramah. Jika target baru ini terealisasi, itu hanya mencerminkan pertumbuhan 7 persen dari tahun lalu—laju terlambat sejak 2020, tahun di mana penjualan mereka sempat terkontraksi.

Pasar Domestik Berdarah: Diseruduk Geely, Ditinggal Konsumen

Dominasi BYD di rumah sendiri sedang tergerus hebat. Data bulan November menjadi saksi betapa rapuhnya posisi sang raja.

Pangsa pasar BYD di segmen kendaraan energi baru (NEV) China anjlok drastis dari 32,9 persen tahun lalu menjadi tinggal 23,2 persen. Hampir 10 persen kue pasar mereka hilang, dicuri oleh kompetitor yang lapar.

Siapa pelakunya? Geely Auto dan Leapmotor. Geely, yang selama ini mengintai, berhasil mencaplok 13 persen pangsa pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
BYD Rilis Sedan Mewah...
BYD Rilis Sedan Mewah Yangwang U7 Bermesin Empat Motor Listrik dengan Jangkauan 1.006 Km
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved