BYD Pangkas Target 16 Persen di 2025, Gara-gara Perang Harga dan Kejenuhan Pasar China?

Senin, 15 Desember 2025 - 13:54 WIB
loading...
A A A
Sementara Tesla, pemain lama yang kerap dipandang sebelah mata dalam perang harga lokal, kembali merangsek ke sepuluh besar dengan penguasaan 5,5 persen.

Kritik pedas layak dilayangkan pada strategi BYD di segmen mobil ekonomis—mobil dengan harga di bawah 150.000 Yuan atau sekitar Rp340,5 juta.

Segmen ini adalah "tulang punggung" penjualan domestik BYD. Namun, data Reuters dan DATADIC menunjukkan penjualan BYD di kelas ini justru turun 9,6 persen pada Juli lalu.

Sebaliknya, Geely justru mencatat lonjakan penjualan 90 persen year-on-year di segmen harga yang sama. Ini adalah tamparan keras bagi BYD: konsumen kelas menengah China mulai berpaling.

Kehilangan "Faktor Wow" dan Keuntungan yang Tergerus

Dalam rapat pemegang saham luar biasa pada 5 Desember lalu, Chairman BYD, Wang Chuanfu, melontarkan pengakuan yang mengejutkan namun jujur.

"Faktor 'wow' yang dibawa oleh pencapaian teknologi perusahaan ke pasar telah berkurang," ujarnya. Wang mengakui produk industri kini menjadi semakin homogen.

Artinya, mobil BYD tidak lagi terasa spesial. Teknologi baterai Blade yang dulu dipuja, kini memiliki banyak penantang sepadan.

Janji Wang akan adanya "teknologi baru utama" yang akan segera diluncurkan terdengar seperti upaya putus asa untuk mengembalikan relevansi di tengah pasar yang jenuh.

Dampak finansialnya pun nyata dan menyakitkan. Laporan keuangan kuartal ketiga menunjukkan laba BYD anjlok 32,6 persen menjadi 7,82 miliar Yuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
BYD Rilis Sedan Mewah...
BYD Rilis Sedan Mewah Yangwang U7 Bermesin Empat Motor Listrik dengan Jangkauan 1.006 Km
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Berita Terkini
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Infografis
Israel dan Hizbullah...
Israel dan Hizbullah di Ambang Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved