BYD Pangkas Target 16 Persen di 2025, Gara-gara Perang Harga dan Kejenuhan Pasar China?

Senin, 15 Desember 2025 - 13:54 WIB
loading...
A A A
Ini penurunan kuartalan kedua berturut-turut. Perang harga di China, ditambah dengan berakhirnya subsidi pemerintah sebesar 20.000 Yuan (sekitar Rp 45,4 juta) untuk konsumen, telah menggerus margin keuntungan hingga ke tulang.

Meskipun Deutsche Bank masih optimis dengan proyeksi 4,7 juta unit dan Morningstar di angka 4,8 juta unit, revisi internal BYD ke angka 4,6 juta unit menunjukkan pesimisme manajemen melihat kondisi ekonomi China yang lesu, terhantam krisis properti berkepanjangan yang memukul daya beli masyarakat.

Satu-satunya Harapan: Melarikan Diri ke Luar Negeri

Di tengah awan mendung domestik, satu-satunya sinar matahari bagi BYD datang dari pasar ekspor. Penjualan luar negeri pada November meroket 326 persen year-on-year menembus angka 131.000 unit.

Sepanjang Januari hingga November, BYD telah menjual 4,18 juta kendaraan, atau sekitar 91 persen dari target yang telah direvisi.

Namun, mengandalkan ekspor bukanlah solusi jangka panjang yang aman, mengingat tembok tarif proteksionisme mulai dibangun di Eropa dan Amerika Utara.

BYD kini berdiri di persimpangan jalan. Transformasi mereka dari start-up baterai menjadi raksasa otomotif yang mampu menyaingi General Motors dan Ford memang patut diacungi jempol.

Integrasi vertikal—kemampuan memproduksi segala komponen secara mandiri—memang menekan biaya. Namun, efisiensi biaya tidak akan menyelamatkan perusahaan jika konsumen mulai bosan dan kompetitor menawarkan inovasi yang lebih segar.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
BYD Rilis Sedan Mewah...
BYD Rilis Sedan Mewah Yangwang U7 Bermesin Empat Motor Listrik dengan Jangkauan 1.006 Km
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Rekomendasi
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved