Santana Kembali Diproduksi, Bukti Persahabatan China dan Nissan
Senin, 15 Desember 2025 - 17:47 WIB
loading...
Nissan Santana. FOTO/ RIDEPART
A
A
A
TOKYO - Merek kendaraan off-road Spanyol, Santana, yang didirikan pada tahun 1950-an, kini kembali melalui usaha patungan Sino-Jepang.
Setelah terakhir memproduksi kendaraan pada tahun 2011 karena penurunan penjualan, Santana kembali dengan fokus baru: memproduksi truk pikap modern berbasis platform Dongfeng Z9 yang juga digunakan oleh versi China dari Nissan Frontier Pro.
Santana awalnya dikenal karena produksi lisensi Land Rover pada tahun 1958, sebelum beralih ke pembuatan Suzuki Jimny pada tahun 1986. Selain itu, mereka juga memproduksi kendaraan off-road untuk militer Spanyol.
Namun, tekanan keuangan dan persaingan pasar menyebabkan penghentian operasi pada tahun 2011. Kemunculan kembali ini menandai strategi baru yang lebih modern di bawah naungan usaha patungan Zhengzhou Nissan.
Dua Model Pertama: Santana 400D Diesel dan 400 PHEV
Santana memperkenalkan dua model pikap kelas entry-level:
Kedua model menggunakan platform Dongfeng Z9 dan memiliki desain eksterior dan interior yang sama, termasuk layar tengah 14,6 inci, jok berpemanas dan berventilasi, serta sistem bantuan pengemudi.
Sebagai perbandingan, Ford Ranger di Spanyol dijual dengan harga sekitar RM171.000,00.
Santana
Mesin dan Performa
Santana 400D dilengkapi dengan mesin turbo diesel 2,3 liter yang menghasilkan:
190 hp
500 Nm
Pilihan transmisi termasuk manual 6 percepatan atau otomatis 8 percepatan.
Model 400 PHEV menggabungkan mesin turbo 1,5 liter dengan motor listrik:
315 kW (setara dengan 422 hp)
800 Nm
Akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,5 detik
Jangkauan listrik penuh 120 km
Peran BAIC dalam pengembangan Santana
BAIC berpartisipasi dalam pengembangan ulang merek ini dengan merencanakan perakitan model BJ40 dan BJ30 mulai pertengahan 2026. Mereka juga akan mengembangkan model Santana eksklusif menggunakan platform BAIC di masa mendatang.
Pada saat yang sama, Nissan Frontier Pro sebenarnya adalah versi Nissan dari platform Dongfeng Z9 yang sama. Ini berarti bahwa berbagi komponen, desain, dan spesifikasi antara kedua merek akan lebih dekat untuk menembus pasar off-road Tiongkok dan Eropa dengan harga yang kompetitif.
Kemunculan kembali Santana kali ini bukan sekadar nostalgia, tetapi strategi untuk menempatkan merek Spanyol ini di kelas yang sama dengan pemain modern seperti Ford Ranger dan Great Wall Cannon.
Dengan kombinasi teknologi Nissan, platform Dongfeng Z9, dan keterlibatan BAIC, Santana 400D dan 400 PHEV berpotensi membuka babak baru di segmen pikap global.
Setelah terakhir memproduksi kendaraan pada tahun 2011 karena penurunan penjualan, Santana kembali dengan fokus baru: memproduksi truk pikap modern berbasis platform Dongfeng Z9 yang juga digunakan oleh versi China dari Nissan Frontier Pro.
Santana awalnya dikenal karena produksi lisensi Land Rover pada tahun 1958, sebelum beralih ke pembuatan Suzuki Jimny pada tahun 1986. Selain itu, mereka juga memproduksi kendaraan off-road untuk militer Spanyol.
Namun, tekanan keuangan dan persaingan pasar menyebabkan penghentian operasi pada tahun 2011. Kemunculan kembali ini menandai strategi baru yang lebih modern di bawah naungan usaha patungan Zhengzhou Nissan.
Dua Model Pertama: Santana 400D Diesel dan 400 PHEV
Santana memperkenalkan dua model pikap kelas entry-level:
Kedua model menggunakan platform Dongfeng Z9 dan memiliki desain eksterior dan interior yang sama, termasuk layar tengah 14,6 inci, jok berpemanas dan berventilasi, serta sistem bantuan pengemudi.
Sebagai perbandingan, Ford Ranger di Spanyol dijual dengan harga sekitar RM171.000,00.
Santana
Mesin dan Performa
Santana 400D dilengkapi dengan mesin turbo diesel 2,3 liter yang menghasilkan:
190 hp
500 Nm
Pilihan transmisi termasuk manual 6 percepatan atau otomatis 8 percepatan.
Model 400 PHEV menggabungkan mesin turbo 1,5 liter dengan motor listrik:
315 kW (setara dengan 422 hp)
800 Nm
Akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,5 detik
Jangkauan listrik penuh 120 km
Peran BAIC dalam pengembangan Santana
BAIC berpartisipasi dalam pengembangan ulang merek ini dengan merencanakan perakitan model BJ40 dan BJ30 mulai pertengahan 2026. Mereka juga akan mengembangkan model Santana eksklusif menggunakan platform BAIC di masa mendatang.
Pada saat yang sama, Nissan Frontier Pro sebenarnya adalah versi Nissan dari platform Dongfeng Z9 yang sama. Ini berarti bahwa berbagi komponen, desain, dan spesifikasi antara kedua merek akan lebih dekat untuk menembus pasar off-road Tiongkok dan Eropa dengan harga yang kompetitif.
Kemunculan kembali Santana kali ini bukan sekadar nostalgia, tetapi strategi untuk menempatkan merek Spanyol ini di kelas yang sama dengan pemain modern seperti Ford Ranger dan Great Wall Cannon.
Dengan kombinasi teknologi Nissan, platform Dongfeng Z9, dan keterlibatan BAIC, Santana 400D dan 400 PHEV berpotensi membuka babak baru di segmen pikap global.
(wbs)
Lihat Juga :