Pindad Turun Gunung: Dari Maung ke Lumpur Sawah, Siapkan Mobil Listrik Murah Meriah Rp50 Jutaan

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:35 WIB
loading...
Pindad Turun Gunung:...
Setelah sukses dengan kendaraan taktis militer, PT Pindad bersiap merambah sawah dan ladang lewat Mobil Rakyat bertenaga listrik seharga Rp50 jutaan untuk para petani. Foto: Pindad
A A A
JAKARTA - Tak lagi sekadar garang di medan tempur dengan kendaraan taktis Maung, PT Pindad kini bersiap "turun gunung" menyapa lumpur sawah lewat inovasi yang membumi.

Angin segar ini berembus bagi ekonomi pedesaan, di mana Induk Koperasi Unit Desa (InKUD) menggandeng produsen alutsista pelat merah tersebut untuk memproduksi "Mobil Rakyat".

Bukan kendaraan mewah, melainkan kuda beban tangguh bertenaga listrik yang digadang-gadang hanya akan dibanderol di kisaran Rp50 juta.

Rencana besar ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Mobil ini dirancang spesifik untuk menjawab denyut nadi perekonomian desa yang selama ini tercekik mahalnya harga kendaraan niaga konvensional.

Bukan MPV, Tapi Sang Pengangkut Padi

Direktur Utama InKUD, Portasius Nggedi, menegaskan bahwa mobil rakyat ini tidak diciptakan untuk gaya hidup, melainkan untuk kerja keras. Wujudnya diproyeksikan menyerupai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), pikap sederhana yang gesit melibas jalanan desa yang tak selalu mulus.

"Mobil rakyat ini bukan mobil keluarga, tetapi seperti pikap. Ini untuk kebutuhan-kebutuhan di tingkat desa, supaya produksi di desa ada transportasinya," ujar Portasius di Tangerang.

Secara spesifikasi, kendaraan ini akan mengadopsi teknologi listrik murni (Electric Vehicle). Pilihan ini diambil untuk menekan biaya operasional harian petani, meski tantangan harga baterai masih menjadi kalkulasi yang rumit.
Portasius menyebut, angka Rp50 juta tersebut masih merupakan estimasi awal sembari menunggu keputusan final komponen biaya produksi.

Potensi Raksasa di Balik Bilik Desa

Langkah InKUD ini bisa dibilang jenius dalam membaca celah pasar. Saat pabrikan besar sibuk bertarung di segmen mobil penumpang kota, pasar komersial pedesaan justru "haus" akan alat transportasi terjangkau.

Data berbicara, InKUD saat ini menaungi sekitar 13 juta anggota yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Dari kolam raksasa tersebut, InKUD menargetkan setidaknya satu juta unit mobil rakyat dapat terserap pada tahap awal. Ini adalah volume pasar yang masif yang bisa menjamin skala ekonomi produksi.

Masalah klasik daya beli petani pun telah dipikirkan matang-matang. "Di situ peran koperasi (Induk KUD) masuk, memfasilitasi mereka. Mereka juga bisa mencicil pembayaran mobilnya," tambah Portasius.

Skema kredit mikro melalui koperasi ini menjadi jembatan vital yang menghubungkan teknologi Pindad dengan kantong petani.

Sebuah kendaraan hanya akan berguna jika ia bisa terus berjalan. Menyadari hal itu, InKUD tidak hanya menjual unit, tetapi membangun ekosistem.

Jaringan KUD yang mengakar hingga ke level kecamatan akan disulap menjadi pusat layanan purnajual.

"Di provinsi kami punya kantor pelatihan. Kabupaten dan kecamatan kami punya KUD, kami sediakan lahan untuk bengkel dan lainnya," jelas Portasius.

Demi merealisasikan harga yang "miring" tersebut, InKUD juga tak segan mencari mitra strategis hingga ke mancanegara.

Kehadiran mereka di ajang Pameran Aksesoris Otomotif Internasional China (CIAAF) 2025 di ICE BSD, Tangerang, menjadi bukti keseriusan mencari teknologi manufaktur yang efisien.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pindad Diminta Bikin...
Pindad Diminta Bikin Mobil Berkaca Khusus Presiden, Mungkinkah Ranops Inovasi Prabowo?
Dari Medan Tempur ke...
Dari Medan Tempur ke Panggung Pameran: Menilik Kedigdayaan Maung MV1 dan MV2 4x4
Maung Pindad Masuk Garasi...
Maung Pindad Masuk Garasi Rakyat: Mungkinkah Harga Ditekan di Bawah Rp300 Juta Tanpa Korbankan Kualitas?
Benteng Berjalan Presiden...
Benteng Berjalan Presiden Prabowo: Menguliti Spek Gahar Maung Garuda, dari Antipeluru, Kulkas, Wi-Fi hingga Smart TV
Bukan Mercy Mewah! Presiden...
Bukan Mercy Mewah! Presiden Prabowo 'Sopiri' Macron Keliling Akmil Magelang dengan Pindad Maung, Pesan Tersirat untuk Dunia?
Maung MV3 Garuda: Punya...
Maung MV3 Garuda: Punya TKDN 70%, tapi Mesin Masih Impor
Prabowo Minta Pindad...
Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Khusus Presiden untuk Sapa Warga
Mobil Maung Dibawa ke...
Mobil Maung Dibawa ke KTT ASEAN di Filipina, Seskab: Jadi Simbol Diplomasi Indonesia
Naik Maung Garuda, Prabowo...
Naik Maung Garuda, Prabowo Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN
Rekomendasi
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Robot Humanoid Buatan...
Robot Humanoid Buatan Tesla akan Lebih Murah dari Mobil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved