Mitsubishi Destinator Tumbangkan Mobil Listrik, Sabet Gelar Forwot Car of The Year 2025!
Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:38 WIB
loading...
Di tengah gempuran tren elektrifikasi, Mitsubishi Destinator justru tampil digdaya merebut takhta tertinggi mobil terbaik Indonesia 2025. Foto: Forwot
A
A
A
JAKARTA - Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) resmi menahbiskan Mitsubishi Destinator sebagai raja jalanan baru. SUV bermesin pembakaran internal ini sukses mempecundangi deretan mobil listrik canggih dan hibrida modern untuk merebut takhta prestisius Forwot Car of The Year (FCY) 2025, sekaligus mengunci gelar The Best ICE (Internal Combustion Engine) FCY 2025.
Kemenangan Mitsubishi Destinator bukanlah sebuah kebetulan, melainkan manifestasi dari realitas pasar domestik yang masih mendambakan ketangguhan mesin konvensional yang dipadukan dengan kenyamanan paripurna.
Dalam proses seleksi independen yang ketat oleh dewan juri—terdiri dari editor dan jurnalis otomotif senior—Destinator dinilai unggul telak dalam aspek desain, performa, kenyamanan, hingga nilai keseluruhan yang ditawarkan kepada konsumen.
Ia berhasil menyisihkan finalis tangguh lainnya di kategori ICE, yakni Suzuki Fronx, Mazda CX-60 Sport yang artistik, GWM Tank 300 Diesel yang maskulin, hingga Hyundai Stargazer Cartenz yang fungsional.
Ketua Umum Forwot, Arie Prasetya, menegaskan bahwa FCY 2025 bukan sekadar seremoni bagi-bagi piala. Sejak digulirkan pada 2009, ajang ini telah berevolusi menjadi barometer kritis yang memotret arah industri.
"Forwot Car of The Year bukan sekadar memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi refleksi perkembangan industri otomotif Indonesia. Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan, dengan mempertimbangkan inovasi, keselamatan, performa, serta nilai yang diterima konsumen," ujar Arie dengan tegas.
Sistem penilaian FCY 2025 terbilang unik karena tidak membatasi sekat kelas maupun segmen. Seluruh teknologi penggerak—bensin, hibrida, plug-in hybrid, hingga listrik murni—diadu dalam satu arena yang sama selama periode peluncuran satu tahun terakhir.
Di kategori Hybrid/Mild Hybrid, teknologi Jepang masih menunjukkan taringnya. Suzuki Fronx Hybrid keluar sebagai juara, dinilai mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar dan teknologi yang paling seimbang dengan kantong serta kebutuhan konsumen Indonesia saat ini. Ia mengalahkan pesaing berat seperti Chery Tiggo Cross CSH, Honda StepWGN yang luas, Hyundai Palisade HEV yang bongsor, dan kemewahan Toyota Alphard HEV.
Namun, di segmen yang lebih "hijau", pabrikan China mulai mendikte pasar. Gelar The Best PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) FCY 2025 jatuh ke tangan Chery Tiggo 8 CSH. Model ini dinilai menawarkan kombinasi performa dan efisiensi terbaik, mengungguli saudara kandungnya Chery Tiggo 9 CSH, Mazda CX-80 PHEV yang premium, serta duo pendatang baru Jaecoo J8 SHS Ardis dan Jaecoo J7 SHS.
Dominasi China semakin tak terbantahkan di segmen masa depan. BYD Atto 1 sukses menyabet gelar The Best EV Forwot Car of The Year 2025. Mobil listrik ringkas ini dianggap paling matang secara teknologi dan relevan dengan kondisi infrastruktur Indonesia, mengalahkan Chery J6 EV, MPV mewah Denza D9, Volkswagen ID Buzz yang ikonik, serta Xpeng X9 yang futuristik.
Sementara itu, Suzuki Fronx meraih gelar ganda dengan menyabet Best Value For Money, menegaskan posisinya sebagai pilihan paling rasional bagi konsumen.
Untuk urusan kecanggihan, Xpeng X9 mendapatkan apresiasi Best Feature, berkat teknologi kabin dan fitur cerdasnya yang menonjol.
Di sisi layanan, raksasa Toyota Astra Motor masih tak tergoyahkan sebagai penyedia Best Aftersales Service, sementara Suzuki Indomobil Sales membawa pulang penghargaan Best PR atas komunikasi publiknya yang efektif.
"Kami berharap Forwot Car of The Year dapat menjadi referensi yang kredibel bagi masyarakat dalam memilih kendaraan, sekaligus mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi," tutup Arie.
Kemenangan Mitsubishi Destinator bukanlah sebuah kebetulan, melainkan manifestasi dari realitas pasar domestik yang masih mendambakan ketangguhan mesin konvensional yang dipadukan dengan kenyamanan paripurna.
Dalam proses seleksi independen yang ketat oleh dewan juri—terdiri dari editor dan jurnalis otomotif senior—Destinator dinilai unggul telak dalam aspek desain, performa, kenyamanan, hingga nilai keseluruhan yang ditawarkan kepada konsumen.
Ia berhasil menyisihkan finalis tangguh lainnya di kategori ICE, yakni Suzuki Fronx, Mazda CX-60 Sport yang artistik, GWM Tank 300 Diesel yang maskulin, hingga Hyundai Stargazer Cartenz yang fungsional.
Ketua Umum Forwot, Arie Prasetya, menegaskan bahwa FCY 2025 bukan sekadar seremoni bagi-bagi piala. Sejak digulirkan pada 2009, ajang ini telah berevolusi menjadi barometer kritis yang memotret arah industri.
"Forwot Car of The Year bukan sekadar memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi refleksi perkembangan industri otomotif Indonesia. Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan, dengan mempertimbangkan inovasi, keselamatan, performa, serta nilai yang diterima konsumen," ujar Arie dengan tegas.
Sistem penilaian FCY 2025 terbilang unik karena tidak membatasi sekat kelas maupun segmen. Seluruh teknologi penggerak—bensin, hibrida, plug-in hybrid, hingga listrik murni—diadu dalam satu arena yang sama selama periode peluncuran satu tahun terakhir.
Peta Kekuatan Baru: Dominasi China dan Jepang
Selain kemenangan emosional Mitsubishi di kelas mesin bakar, FCY 2025 juga memetakan pergeseran teknologi yang signifikan.Di kategori Hybrid/Mild Hybrid, teknologi Jepang masih menunjukkan taringnya. Suzuki Fronx Hybrid keluar sebagai juara, dinilai mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar dan teknologi yang paling seimbang dengan kantong serta kebutuhan konsumen Indonesia saat ini. Ia mengalahkan pesaing berat seperti Chery Tiggo Cross CSH, Honda StepWGN yang luas, Hyundai Palisade HEV yang bongsor, dan kemewahan Toyota Alphard HEV.
Namun, di segmen yang lebih "hijau", pabrikan China mulai mendikte pasar. Gelar The Best PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) FCY 2025 jatuh ke tangan Chery Tiggo 8 CSH. Model ini dinilai menawarkan kombinasi performa dan efisiensi terbaik, mengungguli saudara kandungnya Chery Tiggo 9 CSH, Mazda CX-80 PHEV yang premium, serta duo pendatang baru Jaecoo J8 SHS Ardis dan Jaecoo J7 SHS.
Dominasi China semakin tak terbantahkan di segmen masa depan. BYD Atto 1 sukses menyabet gelar The Best EV Forwot Car of The Year 2025. Mobil listrik ringkas ini dianggap paling matang secara teknologi dan relevan dengan kondisi infrastruktur Indonesia, mengalahkan Chery J6 EV, MPV mewah Denza D9, Volkswagen ID Buzz yang ikonik, serta Xpeng X9 yang futuristik.
Penghargaan Khusus: Estetika dan Purnajual
Forwot juga memberikan sorotan pada aspek-aspek spesifik yang krusial bagi konsumen. Mazda CX-60 Sport dinobatkan sebagai peraih Best Design, sebuah pengakuan atas filosofi Kodo Design yang tak lekang oleh waktu.Sementara itu, Suzuki Fronx meraih gelar ganda dengan menyabet Best Value For Money, menegaskan posisinya sebagai pilihan paling rasional bagi konsumen.
Untuk urusan kecanggihan, Xpeng X9 mendapatkan apresiasi Best Feature, berkat teknologi kabin dan fitur cerdasnya yang menonjol.
Di sisi layanan, raksasa Toyota Astra Motor masih tak tergoyahkan sebagai penyedia Best Aftersales Service, sementara Suzuki Indomobil Sales membawa pulang penghargaan Best PR atas komunikasi publiknya yang efektif.
"Kami berharap Forwot Car of The Year dapat menjadi referensi yang kredibel bagi masyarakat dalam memilih kendaraan, sekaligus mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi," tutup Arie.
(dan)
Lihat Juga :