Populasi Motor Tembus 112 Juta Unit: Indonesia Nomor 2 Dunia, Kalahkan China dan Vietnam
Senin, 05 Januari 2026 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Honda Beat kokoh sebagai motor "sejuta umat" yang paling banyak dimiliki, menawarkan fungsionalitas dan efisiensi. Namun, pergeseran gaya hidup kelas menengah terlihat dari tingginya permintaan model skutik bongsor seperti Yamaha NMAX dan Aerox, serta Honda Vario dan Scoopy.
Berbeda nasib dengan mobil listrik yang sedang naik daun, pasar motor listrik di Indonesia justru mengalami free fall atau kejatuhan bebas yang menyakitkan di tahun 2025.
Data pasar menunjukkan penurunan penjualan yang ekstrem hingga 80 persen. Penurunan drastis ini menyebabkan stok unit menumpuk di gudang-gudang distributor.
Di saat kesadaran lingkungan meningkat dan pasar global mulai melirik elektrifikasi, konsumen roda dua di Indonesia tampaknya masih enggan beralih dari kenyamanan dan kepraktisan motor bensin konvensional.
Infrastruktur penukaran baterai yang belum merata, harga jual kembali yang belum teruji, serta ketangguhan motor bensin dalam melibas topografi Indonesia disinyalir masih menjadi benteng penghalang utama adopsi motor listrik.
Tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia adalah "surga" bagi industri sepeda motor konvensional, namun masih menjadi "neraka" bagi penetrasi motor listrik roda dua.
Motor Listrik: Ambruk 80 Persen
Sayangnya, di tengah gemerlap penjualan motor bensin, awan kelabu justru menyelimuti segmen kendaraan listrik roda dua.Berbeda nasib dengan mobil listrik yang sedang naik daun, pasar motor listrik di Indonesia justru mengalami free fall atau kejatuhan bebas yang menyakitkan di tahun 2025.
Data pasar menunjukkan penurunan penjualan yang ekstrem hingga 80 persen. Penurunan drastis ini menyebabkan stok unit menumpuk di gudang-gudang distributor.
Di saat kesadaran lingkungan meningkat dan pasar global mulai melirik elektrifikasi, konsumen roda dua di Indonesia tampaknya masih enggan beralih dari kenyamanan dan kepraktisan motor bensin konvensional.
Infrastruktur penukaran baterai yang belum merata, harga jual kembali yang belum teruji, serta ketangguhan motor bensin dalam melibas topografi Indonesia disinyalir masih menjadi benteng penghalang utama adopsi motor listrik.
Tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia adalah "surga" bagi industri sepeda motor konvensional, namun masih menjadi "neraka" bagi penetrasi motor listrik roda dua.
(dan)
Lihat Juga :