Tren Modifikasi Sultan: Mengubah Kendaraan Niaga Jadi Jet Darat Pribadi
Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:43 WIB
loading...
Karya Hardy Classic pada Toyota Hiace ini adalah bukti kreativitas industri modifikasi tanah air. Foto: Hardy Classic
A
A
A
JAKARTA - Stigma Toyota Hiace sebagai armada travel antar-kota atau kendaraan operasional tambang perlahan mulai terkikis di tangan para modifikator kelas atas.
Fenomena mengubah kendaraan komersial berbasis light commercial vehicle (LCV) menjadi moda transportasi mewah atau "Sultan Spec" kini menjadi tren yang menjamur di kalangan pebisnis Jakarta.
Salah satu pemain utama dalam skena ini, Hardy Classic, kembali unjuk gigi dengan merombak total interior Hiace menjadi kabin bernuansa hotel bintang lima yang serba elektrik.
Deformasi Identitas: Dari Niaga ke VIP
Secara genetika, Toyota Hiace dilahirkan untuk utilitas dan durabilitas, bukan kemewahan. Suspensi daun (leaf spring) di belakang dan ground clearance yang didesain untuk beban berat adalah buktinya. Namun, Hardy Classic mencoba membelokkan takdir tersebut.
CEO Hardy Classic, Hardianto, menjelaskan pendekatan radikal yang diambil bengkelnya. "Interior Toyota Hiace standar dimodifikasi sedemikian rupa, mulai dari panel dinding, ornamen kayu (wood panel), hingga kisi-kisi AC. Bagian atap juga disulap lebih bersih dan gemerlap," ujarnya.
![Tren Modifikasi Sultan: Mengubah Kendaraan Niaga Jadi Jet Darat Pribadi]()
Puncak dari ubahan estetika ini ada pada lantai. Lantai standar karet vinil diganti dengan motif marmer. Secara visual, ini memberikan efek luxury instan yang memperluas persepsi ruang, menjadikan kabin Hiace yang aslinya utilitarian terasa lapang dan mahal.
Perubahan paling signifikan terjadi pada tata letak kursi. Hiace standar (tipe Commuter atau Premio) biasanya memuat 12 hingga 15 penumpang berdesakan. Hardy Classic memangkas kapasitas ini secara drastis menjadi hanya 8 orang (konfigurasi 2-2-4).
![Tren Modifikasi Sultan: Mengubah Kendaraan Niaga Jadi Jet Darat Pribadi]()
Di baris tengah, dipasang dua jok model captain seat yang terpisah, memberikan privasi dan ruang kaki yang masif. Sementara di baris belakang, kursi dirancang untuk memuat 4 orang namun memiliki fleksibilitas untuk diubah menjadi sofabed.
Dengan modifikasi fungsi ini, kendaraan tidak lagi mengejar volume penumpang, melainkan kualitas perjalanan.
Target pasarnya bukan lagi agen travel reguler, melainkan keluarga mapan atau eksekutif perusahaan yang membutuhkan ruang gerak lebih luas dibandingkan yang ditawarkan Toyota Alphard atau Lexus LM, namun dengan harga basis kendaraan yang jauh lebih rendah.
Hardianto memaparkan sebagai pelengkap ada fitur multimedia berupa TV besar dengan mekanisme naik-turun elektrik, sistem audio premium, serta control panel layar sentuh untuk mengatur posisi jok.
"Di bagian pintu, kami lengkapi dengan power sliding door, sehingga menutup pintu tidak perlu ditarik, cukup dipencet," tambah Hardianto.
Tentu saja, penambahan motor listrik untuk pintu geser, mekanisme TV, captain seat elektrik, hingga tata cahaya dan audio, menuntut daya ampere yang besar.
Selain itu, pemasangan power sliding door aftermarket pada pintu seberat Hiace memerlukan motor yang sangat kuat dan presisi. Jika tidak, mekanisme ini sering menjadi titik lemah yang paling cepat rusak dibandingkan fitur bawaan pabrik.
Estetika interior bintang lima yang ditawarkan Hardy Classic memang memanjakan mata. "Pokoknya interiornya sangat berbeda dari Hiace versi standar pabrik. Lebih futuristik dan elegan," klaim Hardianto.
Fenomena mengubah kendaraan komersial berbasis light commercial vehicle (LCV) menjadi moda transportasi mewah atau "Sultan Spec" kini menjadi tren yang menjamur di kalangan pebisnis Jakarta.
Salah satu pemain utama dalam skena ini, Hardy Classic, kembali unjuk gigi dengan merombak total interior Hiace menjadi kabin bernuansa hotel bintang lima yang serba elektrik.
Deformasi Identitas: Dari Niaga ke VIP
![Tren Modifikasi Sultan: Mengubah Kendaraan Niaga Jadi Jet Darat Pribadi]()
Secara genetika, Toyota Hiace dilahirkan untuk utilitas dan durabilitas, bukan kemewahan. Suspensi daun (leaf spring) di belakang dan ground clearance yang didesain untuk beban berat adalah buktinya. Namun, Hardy Classic mencoba membelokkan takdir tersebut.
CEO Hardy Classic, Hardianto, menjelaskan pendekatan radikal yang diambil bengkelnya. "Interior Toyota Hiace standar dimodifikasi sedemikian rupa, mulai dari panel dinding, ornamen kayu (wood panel), hingga kisi-kisi AC. Bagian atap juga disulap lebih bersih dan gemerlap," ujarnya.

Puncak dari ubahan estetika ini ada pada lantai. Lantai standar karet vinil diganti dengan motif marmer. Secara visual, ini memberikan efek luxury instan yang memperluas persepsi ruang, menjadikan kabin Hiace yang aslinya utilitarian terasa lapang dan mahal.
Perubahan paling signifikan terjadi pada tata letak kursi. Hiace standar (tipe Commuter atau Premio) biasanya memuat 12 hingga 15 penumpang berdesakan. Hardy Classic memangkas kapasitas ini secara drastis menjadi hanya 8 orang (konfigurasi 2-2-4).

Di baris tengah, dipasang dua jok model captain seat yang terpisah, memberikan privasi dan ruang kaki yang masif. Sementara di baris belakang, kursi dirancang untuk memuat 4 orang namun memiliki fleksibilitas untuk diubah menjadi sofabed.
Dengan modifikasi fungsi ini, kendaraan tidak lagi mengejar volume penumpang, melainkan kualitas perjalanan.
Target pasarnya bukan lagi agen travel reguler, melainkan keluarga mapan atau eksekutif perusahaan yang membutuhkan ruang gerak lebih luas dibandingkan yang ditawarkan Toyota Alphard atau Lexus LM, namun dengan harga basis kendaraan yang jauh lebih rendah.
Hardianto memaparkan sebagai pelengkap ada fitur multimedia berupa TV besar dengan mekanisme naik-turun elektrik, sistem audio premium, serta control panel layar sentuh untuk mengatur posisi jok.
"Di bagian pintu, kami lengkapi dengan power sliding door, sehingga menutup pintu tidak perlu ditarik, cukup dipencet," tambah Hardianto.
Tentu saja, penambahan motor listrik untuk pintu geser, mekanisme TV, captain seat elektrik, hingga tata cahaya dan audio, menuntut daya ampere yang besar.
Selain itu, pemasangan power sliding door aftermarket pada pintu seberat Hiace memerlukan motor yang sangat kuat dan presisi. Jika tidak, mekanisme ini sering menjadi titik lemah yang paling cepat rusak dibandingkan fitur bawaan pabrik.
Estetika interior bintang lima yang ditawarkan Hardy Classic memang memanjakan mata. "Pokoknya interiornya sangat berbeda dari Hiace versi standar pabrik. Lebih futuristik dan elegan," klaim Hardianto.
(dan)
Lihat Juga :