Dua Anak Emas Geely Serbu Indonesia: Apa Bedanya Zeekr dan Lynk & Co?
Rabu, 21 Januari 2026 - 07:22 WIB
loading...
Geely Auto Indonesia memastikan kehadiran dua sub-brand premium mereka, Zeekr dan Lynk & Co, ke pasar otomotif Tanah Air pada tahun ini. Foto: Geely
A
A
A
JAKARTA - Pertarungan pasar mobil listrik premium di Indonesia dipastikan bakal semakin sengit pada 2026. Raksasa otomotif asal China, Geely, secara resmi mengonfirmasi akan memboyong dua "kuda hitam" andalannya, Zeekr dan Lynk & Co, untuk mengaspal di jalanan Nusantara tahun ini.
Keputusan strategis ini tidak hanya menandai ekspansi agresif Geely, tetapi juga menjadi babak baru bagi Zeekr yang sempat memiliki sejarah singkat namun kelam di pasar domestik.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, dalam presentasi tertutup di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (20/1/2026).
“Kami melihat minat yang tinggi konsumen Indonesia terhadap kendaraan-kendaraan Zeekr dan Lynk & Co. Keduanya akan masuk ke Indonesia pada 2026," tegas Herlijoso.
Belajar dari Kegagalan Masa Lalu
Nama Zeekr sendiri bukan barang baru. Pada 2024, jenama ini sempat mencoba peruntungan di Indonesia di bawah bendera importir umum PT Premium Auto Prima.
Namun, tanpa dukungan prinsipal langsung, kiprahnya seumur jagung; diler tutup dan penjualan terhenti karena berbagai tantangan operasional.
Tahun ini, ceritanya berbeda. Zeekr kembali dengan kekuatan penuh di bawah payung Geely Auto Indonesia, entitas resmi yang dikendalikan langsung oleh markas pusat.
Ini menjamin ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, dan kesinambungan produk yang sebelumnya menjadi titik lemah.
Membedah DNA: Siapa Menyasar Siapa?
Masuknya dua merek dari satu induk perusahaan seringkali memicu pertanyaan soal kanibalisasi pasar. Namun, Geely telah menarik garis demarkasi yang tegas antara Zeekr dan Lynk & Co, baik dari sisi teknologi, desain, maupun target konsumen.
Zeekr diposisikan sebagai ujung tombak inovasi Full Electric Vehicle (BEV) yang futuristik. Target pasarnya adalah tech enthusiasts, eksekutif bisnis, dan kaum urban mapan yang mencari "halo cars" dengan performa tinggi.
Keunggulannya terletak pada platform khusus SEA (Sustainable Experience Architecture), fitur smart driving mutakhir, serta kemewahan interior setara mobil Eropa. Model global seperti Zeekr 001 dan Zeekr X menawarkan sensasi berkendara yang fokus pada performa dan teknologi.
Di sisi lain, Lynk & Co hadir dengan pendekatan yang lebih inklusif dan praktis. Dikembangkan bersama Volvo Cars, merek ini menyasar segmen keluarga modern yang menginginkan perpaduan antara kemewahan, nilai guna (value), dan konektivitas.
Secara portofolio, Lynk & Co lebih fleksibel dengan menawarkan opsi Plug-in Hybrid (PHEV) di samping model listrik murni. DNA Volvo yang kental membuat fitur keselamatannya menjadi nilai jual utama, dipadukan dengan desain SUV sporty yang relevan untuk penggunaan harian.
Sementara itu, Lynk & Co harus bekerja keras membangun brand awareness di tengah dominasi SUV Jepang dan gempuran merek China lainnya.
Namun, data global memberikan optimisme. Penjualan Lynk & Co menembus rekor 350.000 unit pada 2025, sementara Zeekr mencatat pengiriman lebih dari 224.000 unit di 2024 dengan margin keuntungan kendaraan yang terus membaik hingga 17,3 persen di kuartal kedua 2025.
Dengan strategi harga yang tepat dan pemanfaatan jaringan platform Geely-Volvo, duet ini berpotensi mengacak-acak peta persaingan mobil premium di Tanah Air.
Pertanyaannya kini bukan lagi "kapan", melainkan "seberapa siap" konsumen Indonesia menerima standar baru kemewahan dari China ini.
Keputusan strategis ini tidak hanya menandai ekspansi agresif Geely, tetapi juga menjadi babak baru bagi Zeekr yang sempat memiliki sejarah singkat namun kelam di pasar domestik.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, dalam presentasi tertutup di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (20/1/2026).
“Kami melihat minat yang tinggi konsumen Indonesia terhadap kendaraan-kendaraan Zeekr dan Lynk & Co. Keduanya akan masuk ke Indonesia pada 2026," tegas Herlijoso.
Belajar dari Kegagalan Masa Lalu
![Dua Anak Emas Geely Serbu Indonesia: Apa Bedanya Zeekr dan Lynk & Co?]()
Nama Zeekr sendiri bukan barang baru. Pada 2024, jenama ini sempat mencoba peruntungan di Indonesia di bawah bendera importir umum PT Premium Auto Prima.
Namun, tanpa dukungan prinsipal langsung, kiprahnya seumur jagung; diler tutup dan penjualan terhenti karena berbagai tantangan operasional.
Tahun ini, ceritanya berbeda. Zeekr kembali dengan kekuatan penuh di bawah payung Geely Auto Indonesia, entitas resmi yang dikendalikan langsung oleh markas pusat.
Ini menjamin ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, dan kesinambungan produk yang sebelumnya menjadi titik lemah.
Membedah DNA: Siapa Menyasar Siapa?
![Dua Anak Emas Geely Serbu Indonesia: Apa Bedanya Zeekr dan Lynk & Co?]()
Masuknya dua merek dari satu induk perusahaan seringkali memicu pertanyaan soal kanibalisasi pasar. Namun, Geely telah menarik garis demarkasi yang tegas antara Zeekr dan Lynk & Co, baik dari sisi teknologi, desain, maupun target konsumen.
Zeekr diposisikan sebagai ujung tombak inovasi Full Electric Vehicle (BEV) yang futuristik. Target pasarnya adalah tech enthusiasts, eksekutif bisnis, dan kaum urban mapan yang mencari "halo cars" dengan performa tinggi.
Keunggulannya terletak pada platform khusus SEA (Sustainable Experience Architecture), fitur smart driving mutakhir, serta kemewahan interior setara mobil Eropa. Model global seperti Zeekr 001 dan Zeekr X menawarkan sensasi berkendara yang fokus pada performa dan teknologi.
Di sisi lain, Lynk & Co hadir dengan pendekatan yang lebih inklusif dan praktis. Dikembangkan bersama Volvo Cars, merek ini menyasar segmen keluarga modern yang menginginkan perpaduan antara kemewahan, nilai guna (value), dan konektivitas.
Secara portofolio, Lynk & Co lebih fleksibel dengan menawarkan opsi Plug-in Hybrid (PHEV) di samping model listrik murni. DNA Volvo yang kental membuat fitur keselamatannya menjadi nilai jual utama, dipadukan dengan desain SUV sporty yang relevan untuk penggunaan harian.
Tantangan di Medan Perang Baru
Meski membawa portofolio mentereng, jalan kedua merek ini di Indonesia tidak akan bertabur bunga. Zeekr harus berhadapan langsung dengan pemain mapan seperti BYD dan Hyundai di segmen EV premium, serta stigma kegagalan masa lalu yang mungkin masih membekas di benak sebagian konsumen.Sementara itu, Lynk & Co harus bekerja keras membangun brand awareness di tengah dominasi SUV Jepang dan gempuran merek China lainnya.
Namun, data global memberikan optimisme. Penjualan Lynk & Co menembus rekor 350.000 unit pada 2025, sementara Zeekr mencatat pengiriman lebih dari 224.000 unit di 2024 dengan margin keuntungan kendaraan yang terus membaik hingga 17,3 persen di kuartal kedua 2025.
Dengan strategi harga yang tepat dan pemanfaatan jaringan platform Geely-Volvo, duet ini berpotensi mengacak-acak peta persaingan mobil premium di Tanah Air.
Pertanyaannya kini bukan lagi "kapan", melainkan "seberapa siap" konsumen Indonesia menerima standar baru kemewahan dari China ini.
(dan)
Lihat Juga :