Saat LCGC Ditinggalkan, Mobil Listrik Rp199 Juta Justru Jadi Primadona Baru

Jum'at, 23 Januari 2026 - 10:08 WIB
loading...
Saat LCGC Ditinggalkan,...
Mobil LCGC yang menumpuk di diler mencerminkan lesunya daya beli masyarakat kelas menengah yang menjadi target pasar utama segmen ini sepanjang tahun 2025. Foto: Sindonews/ChatGPT
A A A
JAKARTA - Benteng pertahanan segmen Low Cost Green Car (LCGC) rontok di 2025, mencatatkan rekor penurunan terdalam dalam tiga tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan bahwa segmen yang dulunya menjadi tulang punggung industri otomotif nasional ini kini sedang menghadapi masa paling kelam, terimpit di antara melemahnya daya beli masyarakat dan agresivitas mobil listrik murah.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel LCGC sepanjang Januari hingga Desember 2025 hanya menyentuh angka 130.799 unit.

Jika disandingkan dengan capaian tahun 2024 yang masih sanggup menembus 178.726 unit, terjadi kontraksi volume yang sangat signifikan sebesar 27 persen.

Penurunan drastis ini mengonfirmasi bahwa "bantalan" ekonomi kelas menengah bawah sedang terkoyak hebat.

Dari Puncak Menuju Lembah

Untuk memahami besarnya dampak penurunan ini, kita perlu menengok rekam jejak historis industri.

Pada 2019, LCGC berada di puncak kejayaannya dengan total distribusi mencapai 217.454 unit.

Segmen ini sempat terhempas badai pandemi pada 2020, menyusut ke level terendah 104.650 unit. Namun, daya lenting pasar terbukti kuat.

Tahun 2021, penjualan perlahan merangkak naik ke 146.520 unit, disusul momentum pemulihan yang solid pada 2022 dengan angka 186.649 unit.

Tren positif ini berlanjut hingga 2023, di mana penjualan nyaris kembali menyentuh level psikologis 200 ribu, tepatnya 198.564 unit.

Sayangnya, euforia itu berumur pendek. Tren berbalik arah pada 2024 dengan penurunan 10 persen, sebelum akhirnya "terjun bebas" pada 2025, menyisakan volume penjualan yang jauh di bawah standar normal industri.

Pembeli Pertama yang "Babak Belur"

Mengapa ini terjadi? Jawabannya terletak pada profil demografi konsumen. Segmen LCGC adalah "medan perang" bagi pembeli mobil pertama (first-time buyers) yang sangat sensitif terhadap gejolak ekonomi makro.

Selain itu, segmen LCGC juga menghadapi serangan fajar dari segmen kendaraan listrik (EV). Pangsa pasar kendaraan elektrifikasi kini sudah tembus lebih dari 16 persen, memakan porsi pasar mobil konvensional dan LCGC, yang kini porsinya tergerus menjadi 83 persen.

Kehadiran pemain baru dari China juga mengubah peta permainan secara fundamental. Model seperti BYD Atto 1 yang dibanderol mulai Rp 199 juta, serta Geely EX2 dengan rentang harga kompetitif, menawarkan proposisi nilai yang sulit ditolak oleh konsumen rasional.

Dengan harga setara LCGC varian tertinggi, pembeli mobil listrik mendapatkan keistimewaan yang tidak dimiliki Agya, Ayla, Sigra, atau Calya: kebebasan dari aturan ganjil-genap.

Insentif fiskal juga menjadi pembeda. Pemilik mobil listrik menikmati pajak tahunan nol rupiah dan hanya diwajibkan membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ) sebesar Rp143.000.

Bandingkan dengan pajak progresif mobil konvensional yang terus naik. Kombinasi antara daya beli yang "babak belur" dan godaan efisiensi mobil listrik inilah yang membuat penjualan LCGC nyungsep, menandai berakhirnya era dominasi mobil murah berbahan bakar bensin di jalanan Indonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Berita Terkini
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Mrquez 2025 World Champion Replica
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved