Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China
Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa pendekatan ini adalah strategi jangka panjang perusahaan.
“BYD Di-Space bukan hanya sekadar museum, tetapi juga sebagai wujud komitmen kami untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV dalam ruang publik. Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan. Literasi teknologi memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao.
![Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China]()
Bagi BYD, edukasi melahirkan kepercayaan. Dengan transparansi teknologi, konsumen tidak lagi membeli sekadar karena tren, tetapi karena pemahaman akan kualitas produk.
Di ujung pameran, pengunjung disuguhi data aktual yang mencengangkan. Hingga 30 November 2025, BYD mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru secara global.
Angka ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin pasar tak tergoyahkan, dengan jangkauan pasar di 77 negara.
Dampak lingkungannya pun terukur secara presisi. BYD mengklaim telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global sebesar 121.967.855.404 kilogram (121,9 miliar kg).
Jika dikonversi menggunakan kalkulator EPA, angka ini setara dengan penyerapan karbon dioksida oleh lebih dari 2 miliar pohon (tepatnya 2.032.797.590 pohon).
Visi "Mendinginkan Bumi sebesar 1°C" yang diusung BYD bukan sekadar slogan kosong, melainkan target terukur yang didukung oleh ekosistem produksi massal dan adopsi pasar yang masif.
Keluar dari Di-Space, SindoNews tidak hanya membawa pulang foto-foto estetik, tetapi juga sebuah kesadaran baru: masa depan mobilitas listrik sudah tiba, dan pusat gravitasinya kini berada di China.
“BYD Di-Space bukan hanya sekadar museum, tetapi juga sebagai wujud komitmen kami untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV dalam ruang publik. Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan. Literasi teknologi memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao.

Bagi BYD, edukasi melahirkan kepercayaan. Dengan transparansi teknologi, konsumen tidak lagi membeli sekadar karena tren, tetapi karena pemahaman akan kualitas produk.
Di ujung pameran, pengunjung disuguhi data aktual yang mencengangkan. Hingga 30 November 2025, BYD mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru secara global.
Angka ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin pasar tak tergoyahkan, dengan jangkauan pasar di 77 negara.
Dampak lingkungannya pun terukur secara presisi. BYD mengklaim telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global sebesar 121.967.855.404 kilogram (121,9 miliar kg).
Jika dikonversi menggunakan kalkulator EPA, angka ini setara dengan penyerapan karbon dioksida oleh lebih dari 2 miliar pohon (tepatnya 2.032.797.590 pohon).
Visi "Mendinginkan Bumi sebesar 1°C" yang diusung BYD bukan sekadar slogan kosong, melainkan target terukur yang didukung oleh ekosistem produksi massal dan adopsi pasar yang masif.
Keluar dari Di-Space, SindoNews tidak hanya membawa pulang foto-foto estetik, tetapi juga sebuah kesadaran baru: masa depan mobilitas listrik sudah tiba, dan pusat gravitasinya kini berada di China.
(dan)
Lihat Juga :