Bos BYD Jalan Kaki di Jakarta Jam 8 Pagi: Udara Membaik, Mobil Listrik Kami Ada di Mana-mana!

Senin, 26 Januari 2026 - 08:27 WIB
loading...
Bos BYD Jalan Kaki di...
General Manager Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD, Liu Xueliang, saat memberikan paparan mengenai dampak positif ekosistem kendaraan listrik terhadap lingkungan. Foto: BYD Indonesia
A A A
ZHENGZHOU - Dominasi mobil listrik BYD di jalanan Jakarta pada jam sibuk tak hanya mengubah lanskap transportasi ibu kota, tetapi diklaim telah memberi dampak fisik nyata terhadap perbaikan kualitas udara yang dirasakan langsung oleh petinggi raksasa otomotif tersebut.

Dalam sebuah kunjungan ke Jakarta , Liu Xueliang, General Manager Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD, menyadari fakta yang berbeda.

Saat melakukan rutinitas jalan pagi di tengah hiruk-pikuk ibu kota, ia menyaksikan ada perubahan. Pengalaman sensorik ini ia bagikan kembali dalam sesi dialog mendalam dengan media otomotif Indonesia di markas besar mereka di Zhengzhou, China.

"Terutama pada jam puncak sekitar pukul 8 pagi setiap hari, saya benar-benar bisa merasakan secara fisik banyak kendaraan listrik yang sudah beredar di jalan," ujar Liu dengan nada optimistis.
Bagi Liu, banyaknya pelat nomor khusus kendaraan listrik yang berseliweran bukan sekadar angka penjualan, melainkan indikator perubahan ekologis.

"Kondisi udara sebenarnya sudah membaik sangat banyak," tambahnya.

Pernyataan ini menjadi validasi penting bagi pasar otomotif nasional, bahwa transisi energi yang didorong pemerintah dan pelaku industri mulai menampakkan hasil, meski jalan masih panjang.
Di balik optimisme tersebut, BYD menyadari bahwa penetrasi pasar tidak bisa hanya mengandalkan narasi lingkungan.

Data pasar menunjukkan bahwa keraguan konsumen Indonesia (range anxiety) dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya (charging station) masih menjadi hambatan utama.

Liu tidak menutup mata terhadap realitas ini. Dalam satu tahun terakhir ekspansi agresif BYD di Indonesia, masukan dari konsumen sangat jelas. "Di masa lalu satu tahun ini, kami juga mendengar banyak konsumen mengatakan bahwa charging sekarang ini masih belum cukup," aku Liu secara terbuka.

Pengakuan ini penting. Ketersediaan infrastruktur adalah kunci adopsi massal. Jika rasio stasiun pengisian daya tidak sebanding dengan pertumbuhan penjualan unit mobil, maka kepuasan pelanggan akan tergerus.

Merespons data lapangan tersebut, Liu menegaskan posisi BYD bukan sekadar penjual, melainkan entitas yang membawa solusi. "Sebagai merek Cina yang bertanggung jawab, kami memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah-masalah konsumen ini," tegasnya.

Membuka Pintu untuk Teknologi DM-i Hybrid
Bos BYD Jalan Kaki di Jakarta Jam 8 Pagi: Udara Membaik, Mobil Listrik Kami Ada di Mana-mana!

Tentu saja, ada satu strategi besar yang dinanti pasar: diversifikasi teknologi. Menyadari bahwa ekosistem full electric (BEV) masih menghadapi tantangan charging, Liu memberikan sinyal kuat mengenai kedatangan teknologi Dual Mode (DM-i) ke Indonesia.

Teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) adalah sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) cerdas milik BYD yang memungkinkan mobil melaju dengan kombinasi listrik dan bensin, menawarkan efisiensi bahan bakar ekstrem dan jarak tempuh ribuan kilometer tanpa ketergantungan mutlak pada stasiun pengisian daya.

"Kami sedang memikirkan, pada waktu yang tepat, perwakilan mobil bertenaga DM," ungkap Liu.
Langkah ini dinilai sangat logis secara bisnis. Dengan memasukkan lini DM-i, BYD dapat menjaring segmen konsumen konservatif yang belum siap beralih total ke listrik murni karena kendala infrastruktur, sekaligus menantang dominasi pabrikan Jepang di segmen hybrid.

Didampingi oleh Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhou, Liu menekankan bahwa Indonesia adalah pasar kunci dalam peta jalan global mereka. Eagle mempertegas bahwa apa yang terjadi di Jakarta adalah bagian dari strategi regional yang lebih besar.

Visi akhir BYD melampaui sekadar dominasi pangsa pasar. Liu menguraikan cita-cita ambisius perusahaan untuk "mendinginkan bumi satu derajat". Ini adalah narasi korporasi yang menempatkan produk mereka sebagai instrumen penyelamatan lingkungan.

"Jadi saya pikir sebenarnya kita masih punya banyak hal yang harus dilakukan, kami akan dari sisi produk, bekerja sama dengan berbagai negara, bahkan mewujudkan hal-hal yang menguntungkan anak cucu kita," pungkas Liu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Infografis
Wajib Diketahui, 8 Cara...
Wajib Diketahui, 8 Cara Mengatasi Asam Urat di Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved