Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang
Selasa, 27 Januari 2026 - 20:20 WIB
loading...
All New Hyundai Santa Fe Hybrid berlatar pemandangan alam Sumatera, membuktikan ketangguhan desain boxy yang tak hanya estetis di perkotaan tapi juga tangguh melibas jalur lintas provinsi. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
LAMPUNG - Persepsi lawas bahwa mobil hibrida (hybrid) hanya "jago kandang" di kemacetan kota seketika runtuh ketika All New Hyundai Santa Fe Hybrid dipacu membelah Selat Sunda, menyusuri Tol Trans-Sumatera, hingga merambah jalanan tanah di Taman Nasional Way Kambas.
Dalam uji kendara jarak jauh rute Bogor-Lampung ini, SUV berbadan bongsor dengan desain boxy revolusioner tersebut membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar dan performa garang dapat bersanding harmonis dalam satu paket kendaraan keluarga premium yang siap diajak bertualang.
Perjalanan SindoNews dimulai dari Bogor usai makan siang. Misi kali ini bukan sekadar liburan, melainkan pembuktian ketangguhan Santa Fe 1.6T-GDi Hybrid. Di balik kemudi, ada SindoNews bersama istri dan anak serta tumpukan barang bawaan yang memenuhi bagasi. Penasaran, bagaimana kenyamanan dan kapabilitas SUV seharga Rp869.600.000 (OTR Jakarta) ini.
Etape 1: Bogor ke Way Kambas, Menguji "Otot" Hybrid di Tol Trans-Sumatera
Meninggalkan hiruk-pikuk Bogor, Santa Fe langsung dihadapkan pada lalu lintas padat menuju Pelabuhan Merak. Di sinilah sistem hybrid bekerja cerdas. Kombinasi mesin bensin 1.600 cc turbo dan motor listrik bertenaga 44,2 kW (suplai baterai 1,49 kWh) bekerja senyap.
Saat stop-and-go, motor listrik mengambil alih, membuat konsumsi BBM sangat efisien.
Begitu memasuki Tol Trans-Sumatera dari Bakauheni, karakter asli mobil ini keluar. Total tenaga sistem sebesar 235 PS dan torsi monster 367 Nm bukan sekadar angka di atas kertas.
Saat pedal gas diinjak untuk menyalip deretan truk logistik di tanjakan panjang, transmisi otomatis 6-percepatan menyalurkan tenaga dengan sangat halus namun instan.
Tidak ada gejala "ngeden" yang biasa ditemukan pada mesin 1.600 cc konvensional, berkat dorongan torsi instan dari motor listrik.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Nah, kenyamanan kabin menjadi sorotan utama. Istri dan anak yang duduk di baris kedua dimanjakan dengan captain seat berlapis kulit Nappa. Kursi ini bukan jok biasa; fitur elektrik memungkinkan pengaturan posisi rebah yang presisi.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Ditambah dengan panoramic sunroof ganda yang membentang luas, kabin terasa lapang dan mewah, meminimalisir rasa claustrophobic perjalanan jauh.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Sistem audio premium Bose memanjakan telinga sepanjang perjalanan, meredam suara angin dan ban yang biasanya menyusup masuk.
Kekedapan kabin Santa Fe patut diacungi jempol, berkat isolasi akustik berlapis yang diterapkan Hyundai.
Kami tiba di kawasan Way Kambas, Lampung Timur, pada malam hari dengan kondisi fisik yang masih segar, jadi testimoni nyata atas ergonomi kursi dan suspensi mobil ini.
Etape 2: Eksplorasi Hutan Way Kambas dan "Kecerdasan" Suspensi
Hari kedua didedikasikan untuk menyatu dengan alam. Rutenya menantang: jalanan tanah dan berbatu di dalam kawasan konservasi Way Kambas untuk melihat gajah liar.
Di sini, dimensi besar Santa Fe (panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm) yang awalnya dikhawatirkan akan menyulitkan, justru memberikan rasa aman.
Dengan ground clearance 177 mm dan velg 20 inci, Santa Fe melahap jalur semi off-road dengan percaya diri. Tidak ada gesekan pada bagian bawah mobil (gasruk) meski melewati gundukan tanah yang cukup tinggi.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Yang paling mengejutkan adalah karakter suspensinya. Bisa dibilang, suspensi Santa Fe ini "cerdas". Saat melaju pelan di jalan rusak Way Kambas, bantingannya terasa lembut menyerap guncangan, menjaga kepala penumpang tidak terombang-ambing.
Namun, saat kembali ke aspal mulus dan dipacu kencang, suspensinya menegang (rigid) untuk memberikan stabilitas maksimal dan meminimalisir body roll.
Kami pun bisa menikmati interaksi dengan gajah tanpa keluhan mual atau pusing akibat guncangan mobil.
Etape 3: Menuju Surga Bahari Pesawaran
Petualangan berlanjut di hari ketiga. Dari rimbunnya hutan Way Kambas, kemudi diarahkan menuju pesisir Kabupaten Pesawaran.
Targetnya adalah eksplorasi pulau-pulau eksotis: Pulau Wayang (Kamintara) yang ikonik, Teluk Hantu, Pulau Pahawang, hingga Kelagian Kecil.
Perjalanan darat menuju dermaga penyeberangan menyajikan kontur jalan berliku dan naik-turun. Di sinilah fitur Drive Mode berperan. Mode 'Smart' menjadi pilihan favorit, karena komputer mobil secara otomatis menyesuaikan respons mesin dan transmisi sesuai gaya berkendara.
Saat turunan curam menuju pantai, fitur Regenerative Braking bekerja maksimal. Energi kinetik dari pengereman diubah menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Hasilnya? Efisiensi bahan bakar yang mencengangkan untuk mobil seberat dan sebesar ini.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Sepanjang perjalanan kombinasi (tol, macet, hutan, perbukitan), Santa Fe Hybrid mampu mencatatkan konsumsi BBM rata-rata di kisaran 18 km/liter. Angka ini jelas jauh lebih irit dibandingkan SUV ladder frame bermesin diesel 2.500cc sekalipun.
Meski mobil tidak ikut menyeberang ke pulau (diparkir di dermaga), kapasitas bagasi Santa Fe yang luas sangat membantu.
Saat baris ketiga dilipat rata lantai, seluruh perlengkapan snorkeling, koper besar, hingga oleh-oleh khas Lampung seperti keripik pisang dan kopi, tertelan habis tanpa sisa.
Fitur Smart Power Tailgate memudahkan akses bongkar muat barang saat tangan penuh membawa perlengkapan basah usai bermain air di Pulau Wayang.
Etape 4: Pulang Malam dan "Mata Ketiga" Hyundai SmartSense
Ujian fisik dan mental yang sesungguhnya terjadi pada etape terakhir: perjalanan pulang dari Lampung ke Bogor. Memulai perjalanan pukul 6 sore setelah seharian beraktivitas di laut, SindoNews dihadapkan pada tantangan mengemudi malam hari sejauh ratusan kilometer.
Di sinilah nilai uang Rp800 jutaan berbicara. Fitur keselamatan aktif Hyundai SmartSense seolah menjadi "mata ketiga" dan kopilot bagi SindoNews. Di Tol Trans-Sumatera yang gelap dan lurus monoton, fitur Smart Cruise Control (SCC) dengan Stop & Go sangat membantu.
Mobil secara otomatis menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengerem, dan melaju kembali tanpa kaki harus terus menginjak pedal.
Kombinasi Lane Keeping Assist (LKA) dan Lane Following Assist (LFA) menjaga mobil tetap anteng di tengah lajur.
Saat konsentrasi mulai menurun, fitur ini memberikan koreksi setir yang halus namun tegas, mencegah mobil keluar jalur tanpa sengaja.
Visibilitas malam hari juga sangat prima berkat lampu depan LED H-lights yang ikonik. Pancaran sinarnya terang, lebar, dan fokus, menembus kegelapan jalan lintas Sumatera yang minim penerangan jalan umum.
Kami akhirnya tiba di Bogor pukul 2 dini hari. Ajaibnya, rasa lelah yang dirasakan tidak hebat. Kami masih menurunkan barang dari mobil dengan senyum, bukan dengan badan remuk redam.
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Kenyamanan jok berventilasi (ventilated seat) yang menghembuskan udara dingin dari balik punggung terbukti ampuh menjaga suhu tubuh tetap nyaman dan mencegah keringat berlebih selama 8 jam menyetir non-stop.
Posisi Unik Sang Penjelajah Modern
Kehadiran All New Santa Fe Hybrid ini mengisi celah pasar yang unik di Indonesia. Dengan harga varian tertinggi Rp 869,6 juta, ia berhadapan langsung dengan SUV ladder frame populer seperti Pajero Sport atau Fortuner, namun menawarkan proposisi nilai yang berbeda total.
Jika kompetitor menjual ketangguhan kasar (ruggedness), Santa Fe menawarkan kecanggihan (sophistication).
Sasis monokok-nya memberikan kenyamanan setara sedan yang tidak dimiliki SUV sasis tangga. Desain boxy-nya yang kontroversial justru menjadi magnet perhatian di jalanan, memberikan diferensiasi status yang kuat bagi pemiliknya.
Hyundai juga menawarkan varian lain dengan harga yang lebih kompetitif:
Prime 2.5 GDi AT: Rp 699.000.000
Prime 1.6T-GDi Hybrid AT: Rp 786.300.000
Calligraphy 2.5 GDi AT: Rp 784.500.000.
Kesimpulan dari perjalanan ribuan kilometer ini jelas: Hyundai Santa Fe Hybrid bukan hanya sekadar mobil keluarga perkotaan. Ia adalah grand tourer sejati dalam wujud SUV. Ia mampu meladeni hasrat bertualang ke pelosok Way Kambas, menampung kehebohan liburan keluarga di pantai, namun tetap memberikan proteksi dan kenyamanan kelas atas saat harus menembus malam kembali ke realitas ibukota.
Cocok untuk keluarga modern yang mencari keseimbangan antara performa, efisiensi, dan gaya hidup. Santa Fe Hybrid adalah jawaban yang sulit ditolak.
Dalam uji kendara jarak jauh rute Bogor-Lampung ini, SUV berbadan bongsor dengan desain boxy revolusioner tersebut membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar dan performa garang dapat bersanding harmonis dalam satu paket kendaraan keluarga premium yang siap diajak bertualang.
Perjalanan SindoNews dimulai dari Bogor usai makan siang. Misi kali ini bukan sekadar liburan, melainkan pembuktian ketangguhan Santa Fe 1.6T-GDi Hybrid. Di balik kemudi, ada SindoNews bersama istri dan anak serta tumpukan barang bawaan yang memenuhi bagasi. Penasaran, bagaimana kenyamanan dan kapabilitas SUV seharga Rp869.600.000 (OTR Jakarta) ini.
Etape 1: Bogor ke Way Kambas, Menguji "Otot" Hybrid di Tol Trans-Sumatera
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Meninggalkan hiruk-pikuk Bogor, Santa Fe langsung dihadapkan pada lalu lintas padat menuju Pelabuhan Merak. Di sinilah sistem hybrid bekerja cerdas. Kombinasi mesin bensin 1.600 cc turbo dan motor listrik bertenaga 44,2 kW (suplai baterai 1,49 kWh) bekerja senyap.
Saat stop-and-go, motor listrik mengambil alih, membuat konsumsi BBM sangat efisien.
Begitu memasuki Tol Trans-Sumatera dari Bakauheni, karakter asli mobil ini keluar. Total tenaga sistem sebesar 235 PS dan torsi monster 367 Nm bukan sekadar angka di atas kertas.
Saat pedal gas diinjak untuk menyalip deretan truk logistik di tanjakan panjang, transmisi otomatis 6-percepatan menyalurkan tenaga dengan sangat halus namun instan.
Tidak ada gejala "ngeden" yang biasa ditemukan pada mesin 1.600 cc konvensional, berkat dorongan torsi instan dari motor listrik.

Nah, kenyamanan kabin menjadi sorotan utama. Istri dan anak yang duduk di baris kedua dimanjakan dengan captain seat berlapis kulit Nappa. Kursi ini bukan jok biasa; fitur elektrik memungkinkan pengaturan posisi rebah yang presisi.

Ditambah dengan panoramic sunroof ganda yang membentang luas, kabin terasa lapang dan mewah, meminimalisir rasa claustrophobic perjalanan jauh.

Sistem audio premium Bose memanjakan telinga sepanjang perjalanan, meredam suara angin dan ban yang biasanya menyusup masuk.
Kekedapan kabin Santa Fe patut diacungi jempol, berkat isolasi akustik berlapis yang diterapkan Hyundai.
Kami tiba di kawasan Way Kambas, Lampung Timur, pada malam hari dengan kondisi fisik yang masih segar, jadi testimoni nyata atas ergonomi kursi dan suspensi mobil ini.
Etape 2: Eksplorasi Hutan Way Kambas dan "Kecerdasan" Suspensi
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Hari kedua didedikasikan untuk menyatu dengan alam. Rutenya menantang: jalanan tanah dan berbatu di dalam kawasan konservasi Way Kambas untuk melihat gajah liar.
Di sini, dimensi besar Santa Fe (panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm) yang awalnya dikhawatirkan akan menyulitkan, justru memberikan rasa aman.
Dengan ground clearance 177 mm dan velg 20 inci, Santa Fe melahap jalur semi off-road dengan percaya diri. Tidak ada gesekan pada bagian bawah mobil (gasruk) meski melewati gundukan tanah yang cukup tinggi.

Yang paling mengejutkan adalah karakter suspensinya. Bisa dibilang, suspensi Santa Fe ini "cerdas". Saat melaju pelan di jalan rusak Way Kambas, bantingannya terasa lembut menyerap guncangan, menjaga kepala penumpang tidak terombang-ambing.
Namun, saat kembali ke aspal mulus dan dipacu kencang, suspensinya menegang (rigid) untuk memberikan stabilitas maksimal dan meminimalisir body roll.
Kami pun bisa menikmati interaksi dengan gajah tanpa keluhan mual atau pusing akibat guncangan mobil.
Etape 3: Menuju Surga Bahari Pesawaran
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Petualangan berlanjut di hari ketiga. Dari rimbunnya hutan Way Kambas, kemudi diarahkan menuju pesisir Kabupaten Pesawaran.
Targetnya adalah eksplorasi pulau-pulau eksotis: Pulau Wayang (Kamintara) yang ikonik, Teluk Hantu, Pulau Pahawang, hingga Kelagian Kecil.
Perjalanan darat menuju dermaga penyeberangan menyajikan kontur jalan berliku dan naik-turun. Di sinilah fitur Drive Mode berperan. Mode 'Smart' menjadi pilihan favorit, karena komputer mobil secara otomatis menyesuaikan respons mesin dan transmisi sesuai gaya berkendara.
Saat turunan curam menuju pantai, fitur Regenerative Braking bekerja maksimal. Energi kinetik dari pengereman diubah menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Hasilnya? Efisiensi bahan bakar yang mencengangkan untuk mobil seberat dan sebesar ini.

Sepanjang perjalanan kombinasi (tol, macet, hutan, perbukitan), Santa Fe Hybrid mampu mencatatkan konsumsi BBM rata-rata di kisaran 18 km/liter. Angka ini jelas jauh lebih irit dibandingkan SUV ladder frame bermesin diesel 2.500cc sekalipun.
Meski mobil tidak ikut menyeberang ke pulau (diparkir di dermaga), kapasitas bagasi Santa Fe yang luas sangat membantu.
Saat baris ketiga dilipat rata lantai, seluruh perlengkapan snorkeling, koper besar, hingga oleh-oleh khas Lampung seperti keripik pisang dan kopi, tertelan habis tanpa sisa.
Fitur Smart Power Tailgate memudahkan akses bongkar muat barang saat tangan penuh membawa perlengkapan basah usai bermain air di Pulau Wayang.
Etape 4: Pulang Malam dan "Mata Ketiga" Hyundai SmartSense
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Ujian fisik dan mental yang sesungguhnya terjadi pada etape terakhir: perjalanan pulang dari Lampung ke Bogor. Memulai perjalanan pukul 6 sore setelah seharian beraktivitas di laut, SindoNews dihadapkan pada tantangan mengemudi malam hari sejauh ratusan kilometer.
Di sinilah nilai uang Rp800 jutaan berbicara. Fitur keselamatan aktif Hyundai SmartSense seolah menjadi "mata ketiga" dan kopilot bagi SindoNews. Di Tol Trans-Sumatera yang gelap dan lurus monoton, fitur Smart Cruise Control (SCC) dengan Stop & Go sangat membantu.
Mobil secara otomatis menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengerem, dan melaju kembali tanpa kaki harus terus menginjak pedal.
Kombinasi Lane Keeping Assist (LKA) dan Lane Following Assist (LFA) menjaga mobil tetap anteng di tengah lajur.
Saat konsentrasi mulai menurun, fitur ini memberikan koreksi setir yang halus namun tegas, mencegah mobil keluar jalur tanpa sengaja.
Visibilitas malam hari juga sangat prima berkat lampu depan LED H-lights yang ikonik. Pancaran sinarnya terang, lebar, dan fokus, menembus kegelapan jalan lintas Sumatera yang minim penerangan jalan umum.
Kami akhirnya tiba di Bogor pukul 2 dini hari. Ajaibnya, rasa lelah yang dirasakan tidak hebat. Kami masih menurunkan barang dari mobil dengan senyum, bukan dengan badan remuk redam.

Kenyamanan jok berventilasi (ventilated seat) yang menghembuskan udara dingin dari balik punggung terbukti ampuh menjaga suhu tubuh tetap nyaman dan mencegah keringat berlebih selama 8 jam menyetir non-stop.
Posisi Unik Sang Penjelajah Modern
![Road Trip Tanpa Capek: Siksa Hyundai Santa Fe Hybrid Tembus Hutan Way Kambas hingga Pulau Wayang]()
Kehadiran All New Santa Fe Hybrid ini mengisi celah pasar yang unik di Indonesia. Dengan harga varian tertinggi Rp 869,6 juta, ia berhadapan langsung dengan SUV ladder frame populer seperti Pajero Sport atau Fortuner, namun menawarkan proposisi nilai yang berbeda total.
Jika kompetitor menjual ketangguhan kasar (ruggedness), Santa Fe menawarkan kecanggihan (sophistication).
Sasis monokok-nya memberikan kenyamanan setara sedan yang tidak dimiliki SUV sasis tangga. Desain boxy-nya yang kontroversial justru menjadi magnet perhatian di jalanan, memberikan diferensiasi status yang kuat bagi pemiliknya.
Hyundai juga menawarkan varian lain dengan harga yang lebih kompetitif:
Prime 2.5 GDi AT: Rp 699.000.000
Prime 1.6T-GDi Hybrid AT: Rp 786.300.000
Calligraphy 2.5 GDi AT: Rp 784.500.000.
Kesimpulan dari perjalanan ribuan kilometer ini jelas: Hyundai Santa Fe Hybrid bukan hanya sekadar mobil keluarga perkotaan. Ia adalah grand tourer sejati dalam wujud SUV. Ia mampu meladeni hasrat bertualang ke pelosok Way Kambas, menampung kehebohan liburan keluarga di pantai, namun tetap memberikan proteksi dan kenyamanan kelas atas saat harus menembus malam kembali ke realitas ibukota.
Cocok untuk keluarga modern yang mencari keseimbangan antara performa, efisiensi, dan gaya hidup. Santa Fe Hybrid adalah jawaban yang sulit ditolak.
(dan)
Lihat Juga :