Chery Ciptakan Monster Hemat Energi: 6 Teknologi Inti dan 10 Fitur Canggih di Balik Kap Mesin
Jum'at, 30 Januari 2026 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menyempurnakan proses tersebut, Chery membenamkan 120 mJ High-Energy Ignition System. Busi dengan energi percikan tinggi ini menjamin pembakaran yang stabil dan cepat, bahkan dalam kondisi campuran bahan bakar yang sangat tipis (lean burn).
Manajemen Suhu dan Emisi: Kunci Performa Stabil
Tantangan terbesar mesin hybrid adalah menjaga suhu optimal saat mesin sering mati-nyala.
Chery menjawabnya dengan i-HTM (Intelligent Thermal Management System). Sistem ini menjaga suhu kerja mesin tetap di zona ideal, mencegah panas berlebih yang membuang energi, atau suhu terlalu dingin yang membuat boros bensin.
Logika ini diperkuat dengan HIDS (High Dilution System) yang memanfaatkan Low-Pressure Cooled EGR System.
Sistem ini mendaur ulang gas buang yang telah didinginkan untuk dimasukkan kembali ke ruang bakar.
Tujuannya adalah menurunkan suhu pembakaran ekstrem, yang secara otomatis mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx) dan meningkatkan efisiensi termal.
Tak berhenti di situ, pendinginan udara masuk juga diperhatikan lewat High-Efficiency Water-Cooled Intercooler.
Penggunaan intercooler berpendingin air menjamin suhu udara yang masuk ke turbo tetap dingin dan padat oksigen, menjaga performa tetap konsisten meski mobil dipacu terus-menerus.
Performa Tanpa Kompromi: Turbo Elektronik dan Minim Gesekan
Meski mengejar irit, Chery menolak membuat mobil yang lambat. Solusinya adalah HTC (High-efficiency Supercharging) yang dilengkapi Electronic Wastegate (E-WG).
Turbo dengan kontrol elektronik ini memberikan respons jauh lebih cepat dibandingkan turbo konvensional, meminimalisir turbo lag sehingga akselerasi instan—seperti klaim 0-100 km/jam dalam 7,95 detik—bisa tercapai.
Manajemen Suhu dan Emisi: Kunci Performa Stabil
![Chery Ciptakan Monster Hemat Energi: 6 Teknologi Inti dan 10 Fitur Canggih di Balik Kap Mesin]()
Tantangan terbesar mesin hybrid adalah menjaga suhu optimal saat mesin sering mati-nyala.
Chery menjawabnya dengan i-HTM (Intelligent Thermal Management System). Sistem ini menjaga suhu kerja mesin tetap di zona ideal, mencegah panas berlebih yang membuang energi, atau suhu terlalu dingin yang membuat boros bensin.
Logika ini diperkuat dengan HIDS (High Dilution System) yang memanfaatkan Low-Pressure Cooled EGR System.
Sistem ini mendaur ulang gas buang yang telah didinginkan untuk dimasukkan kembali ke ruang bakar.
Tujuannya adalah menurunkan suhu pembakaran ekstrem, yang secara otomatis mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx) dan meningkatkan efisiensi termal.
Tak berhenti di situ, pendinginan udara masuk juga diperhatikan lewat High-Efficiency Water-Cooled Intercooler.
Penggunaan intercooler berpendingin air menjamin suhu udara yang masuk ke turbo tetap dingin dan padat oksigen, menjaga performa tetap konsisten meski mobil dipacu terus-menerus.
Performa Tanpa Kompromi: Turbo Elektronik dan Minim Gesekan
![Chery Ciptakan Monster Hemat Energi: 6 Teknologi Inti dan 10 Fitur Canggih di Balik Kap Mesin]()
Meski mengejar irit, Chery menolak membuat mobil yang lambat. Solusinya adalah HTC (High-efficiency Supercharging) yang dilengkapi Electronic Wastegate (E-WG).
Turbo dengan kontrol elektronik ini memberikan respons jauh lebih cepat dibandingkan turbo konvensional, meminimalisir turbo lag sehingga akselerasi instan—seperti klaim 0-100 km/jam dalam 7,95 detik—bisa tercapai.
Lihat Juga :