Jetour T2 Resmi Mengaspal: Antara Tren SUV Kotak dan Ujian Loyalitas Konsumen Indonesia
Minggu, 01 Februari 2026 - 10:27 WIB
loading...
Momen serah terima perdana Jetour T2 menjadi pembuktian awal ambisi merek asal China ini dalam menaklukkan pasar SUV Indonesia melalui desain ikonik. Foto: Jetour Indonesia
A
A
A
SERPONG - Pengiriman perdana Jetour T2 di awal 2026 menjadi pertaruhan besar bagi merek asal China ini untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar "pemain musiman" di pasar SUV Indonesia yang kian sesak.
Di Summarecon Mall Serpong (SMS), Sabtu (31/1/2026), deru mesin dan aroma mobil baru menandai babak baru bagi PT Jetour Sales Indonesia.
Setelah menunggu sejak November 2025, para pemesan pertama akhirnya menggenggam kunci Jetour T2. Penantian selama dua bulan ini bukan waktu singkat di tengah gempuran pilihan mobil listrik dan SUV Jepang yang mapan.
Namun, bagi Jetour, ini adalah validasi awal atas ambisi mereka di Tanah Air.
![Jetour T2 Resmi Mengaspal: Antara Tren SUV Kotak dan Ujian Loyalitas Konsumen Indonesia]()
Jajaran direksi Jetour Indonesia bersama 21 konsumen pertama yang sudah mendapatkan T2 di garasi mereka. Total Jetour melakukan serah terima 200 mobil di seluruh Indonesia di tahap awal. Foto: Jetour Indonesia
Secara angka, Jetour mengklaim telah mengantongi hampir 1.000 pesanan Jetour T2 dalam tiga bulan pertama peluncurannya.
"Dashing sebelumnya merupakan kontributor terbesar, namun di tahun 2026 ini, kami memproyeksikan T2 akan menjadi tulang punggung utama," ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah.
Capaian angka 900-an unit ini menarik, namun sekaligus menantang. Di pasar otomotif, euforia pemesanan awal seringkali berbeda jauh dengan konsistensi penjualan jangka panjang.
![Jetour T2 Resmi Mengaspal: Antara Tren SUV Kotak dan Ujian Loyalitas Konsumen Indonesia]()
Pelepasan unit Jetour T2 di Summarecon Mall Serpong (SMS), Sabtu (31/1/2026). Foto: Jetour Indonesia
Kritik tajam sering dialamatkan pada merek pendatang baru terkait jaringan purna jual. Nah, Jetour tampaknya menyadari keraguan tersebut.
Target ambisius 40 showroom di seluruh Indonesia hingga akhir 2026 adalah janji yang harus ditepati. ”Saat ini, showroom kami sudah lebih dari 20 di seluruh Indonesia,” tambah Ranggy.
Tanpa bengkel resmi yang tersebar luas, desain boxy yang maskulin milik T2 hanya akan menjadi pajangan di garasi saat terjadi kendala teknis.
T2 masuk ke segmen SUV boxy dengan harga Rp568.000.000 (khusus 1.000 konsumen pertama Jabodetabek) untuk warna standar seperti Carbon Crystal Black, Khaki White, dan Aviation Silver.
Sementara untuk pilihan warna "eksklusif" seperti Electroplated Green dan Highway Gray, konsumen harus merogoh kocek tambahan Rp 10.000.000.
Harga ini menempatkan T2 di posisi yang "nanggung" namun strategis. Ia lebih mahal dari SUV kompak, namun jauh di bawah SUV premium Eropa. Keberanian memberikan garansi tanpa batas kilometer selama enam tahun adalah "senjata" untuk meredam skeptisisme konsumen terhadap daya tahan mesin asal China.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan bahwa momen ini adalah realisasi komitmen. "Momen ini menjadi indikator awal penerimaan pasar sekaligus validasi roadmap 2026 kami yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.
Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga nilai jual kembali (resale value) dan ketersediaan suku cadang setelah masa free maintenance tiga tahun atau 45.000 km berakhir.
![Jetour T2 Resmi Mengaspal: Antara Tren SUV Kotak dan Ujian Loyalitas Konsumen Indonesia]()
Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia saat menyapa konsumen dan media. Foto: Jetour Indonesia
Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia, berharap agar T2 tidak sekadar menjadi kendaraan. "Tapi akan menjadi partner bagi konsumen," tuturnya. Harapan ini akan diuji oleh medan jalanan Indonesia yang beragam, dari kemacetan Jakarta hingga jalur off-road ringan.
Dengan dimulainya distribusi di Jakarta, Batam, dan Pontianak, Jetour tidak lagi hanya menjual brosur dan janji. Mereka kini menjual pengalaman nyata. Apakah T2 akan mampu mendobrak dominasi pemain lama atau hanya menjadi pelengkap di statistik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)? Waktu dan layanan purna jual yang akan menjawabnya.
Di Summarecon Mall Serpong (SMS), Sabtu (31/1/2026), deru mesin dan aroma mobil baru menandai babak baru bagi PT Jetour Sales Indonesia.
Setelah menunggu sejak November 2025, para pemesan pertama akhirnya menggenggam kunci Jetour T2. Penantian selama dua bulan ini bukan waktu singkat di tengah gempuran pilihan mobil listrik dan SUV Jepang yang mapan.
Namun, bagi Jetour, ini adalah validasi awal atas ambisi mereka di Tanah Air.

Jajaran direksi Jetour Indonesia bersama 21 konsumen pertama yang sudah mendapatkan T2 di garasi mereka. Total Jetour melakukan serah terima 200 mobil di seluruh Indonesia di tahap awal. Foto: Jetour Indonesia
Secara angka, Jetour mengklaim telah mengantongi hampir 1.000 pesanan Jetour T2 dalam tiga bulan pertama peluncurannya.
"Dashing sebelumnya merupakan kontributor terbesar, namun di tahun 2026 ini, kami memproyeksikan T2 akan menjadi tulang punggung utama," ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah.
Capaian angka 900-an unit ini menarik, namun sekaligus menantang. Di pasar otomotif, euforia pemesanan awal seringkali berbeda jauh dengan konsistensi penjualan jangka panjang.
.jpg)
Pelepasan unit Jetour T2 di Summarecon Mall Serpong (SMS), Sabtu (31/1/2026). Foto: Jetour Indonesia
Kritik tajam sering dialamatkan pada merek pendatang baru terkait jaringan purna jual. Nah, Jetour tampaknya menyadari keraguan tersebut.
Target ambisius 40 showroom di seluruh Indonesia hingga akhir 2026 adalah janji yang harus ditepati. ”Saat ini, showroom kami sudah lebih dari 20 di seluruh Indonesia,” tambah Ranggy.
Tanpa bengkel resmi yang tersebar luas, desain boxy yang maskulin milik T2 hanya akan menjadi pajangan di garasi saat terjadi kendala teknis.
T2 masuk ke segmen SUV boxy dengan harga Rp568.000.000 (khusus 1.000 konsumen pertama Jabodetabek) untuk warna standar seperti Carbon Crystal Black, Khaki White, dan Aviation Silver.
Sementara untuk pilihan warna "eksklusif" seperti Electroplated Green dan Highway Gray, konsumen harus merogoh kocek tambahan Rp 10.000.000.
Harga ini menempatkan T2 di posisi yang "nanggung" namun strategis. Ia lebih mahal dari SUV kompak, namun jauh di bawah SUV premium Eropa. Keberanian memberikan garansi tanpa batas kilometer selama enam tahun adalah "senjata" untuk meredam skeptisisme konsumen terhadap daya tahan mesin asal China.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan bahwa momen ini adalah realisasi komitmen. "Momen ini menjadi indikator awal penerimaan pasar sekaligus validasi roadmap 2026 kami yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.
Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga nilai jual kembali (resale value) dan ketersediaan suku cadang setelah masa free maintenance tiga tahun atau 45.000 km berakhir.

Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia saat menyapa konsumen dan media. Foto: Jetour Indonesia
Caroline Ling, Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia, berharap agar T2 tidak sekadar menjadi kendaraan. "Tapi akan menjadi partner bagi konsumen," tuturnya. Harapan ini akan diuji oleh medan jalanan Indonesia yang beragam, dari kemacetan Jakarta hingga jalur off-road ringan.
Dengan dimulainya distribusi di Jakarta, Batam, dan Pontianak, Jetour tidak lagi hanya menjual brosur dan janji. Mereka kini menjual pengalaman nyata. Apakah T2 akan mampu mendobrak dominasi pemain lama atau hanya menjadi pelengkap di statistik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)? Waktu dan layanan purna jual yang akan menjawabnya.
(dan)
Lihat Juga :