Dalih Spesifikasi 4x4 Mengubur Pekerja Sendiri: Ini Dampak Manuver Impor 105 Ribu Pikap India Agrinas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:38 WIB
loading...
A A A
"Memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," tegas Putu Juli.

GAIKINDO bahkan menyatakan sanggup memproduksi kendaraan pikap dengan sistem penggerak 4x4 seperti yang dituntut Agrinas, asalkan diberikan waktu persiapan produksi yang logis.

Taruhan Nyawa 1,5 Juta Pekerja Lokal

Mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India bukan sekadar persoalan kalah tender, melainkan ancaman langsung terhadap kelangsungan hidup 1,5 juta pekerja yang berada di dalam ekosistem industri otomotif nasional.

Saat ini, sektor otomotif mencatatkan penyerapan hampir 100.000 tenaga kerja langsung di lini pabrik, dengan total nilai investasi yang tertanam mencapai Rp194,22 triliun.

Selama beberapa tahun belakangan, sektor ini sedang berdarah-darah karena penjualan domestik tertekan hingga merosot di bawah angka 1 juta unit per tahun.

Beruntung, industri ini masih tertolong angka ekspor yang berhasil mencapai lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Menperin Agus Gumiwang menjabarkan logika ekonomi sederhana (backward linkage) yang diabaikan oleh Agrinas.

Jika kebutuhan awal sebanyak 70.000 unit kendaraan pikap saja dipenuhi oleh produk buatan anak bangsa, dampak ekonomi langsung yang tercipta di dalam negeri akan menyentuh angka Rp27 triliun.

Dana fantastis ini akan menghidupi subsektor krusial lainnya seperti industri ban, kaca, baterai basah (accu), logam, kulit, plastik, kabel, hingga komponen elektronik lokal.

Lebih jauh, Menperin mengingatkan bahwa memaksakan spesifikasi 4x4 dari India untuk seluruh wilayah desa tidak sepenuhnya efisien.

Biaya perawatan sistem 4x4 jauh lebih mahal, ketersediaan suku cadangnya terbatas, dan memiliki harga jual kembali yang sangat rendah dibanding pikap 4x2 yang sudah berakar di Indonesia.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja," ujar Agus.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netizen Bertanya: Servisnya...
Netizen Bertanya: Servisnya di Mana? Saat Mahindra Scorpio Diduga Mogok di Jalan
Baru Diborong Indonesia,...
Baru Diborong Indonesia, Mobil Kopdes Mahindra 4X4 Mogok di Jalan
Mahindra Umumkan Tidak...
Mahindra Umumkan Tidak Ada Penundaan Pengiriman Scorpio ke Indonesia
Mahindra Scorpio, Pickup...
Mahindra Scorpio, Pickup Badak 4X4 dengan Mesin mHawk
Polemik 105 Ribu Pikap...
Polemik 105 Ribu Pikap India: Bos Agrinas Beberkan Alasan Pilih Tata dan Mahindra
Mobil Pesanan Agrinas...
Mobil Pesanan Agrinas dari India Telah Mendarat Mulus di Tanjung Priok?
Dasco Minta Rencana...
Dasco Minta Rencana Impor 105 Ribu Unit Mobil Pikap dari India Ditunda
Rekomendasi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Berita Terkini
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Infografis
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Ini Spesifikasi Kapal Selam Wisata Titanic
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved