Reputasi Tank Runtuh? Volvo Terpaksa Tarik 40.000 SUV Listrik Akibat Ancaman Baterai Terbakar

Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:40 WIB
loading...
Reputasi Tank Runtuh?...
Reputasi Volvo sebagai pabrikan mobil tank yang mengutamakan keselamatan kini dipertaruhkan setelah mereka terpaksa menarik kembali (recall) lebih dari 40.000 unit SUV listrik EX30 akibat risiko baterai yang mudah panas dan terbakar. Foto: ist
A A A
STOCKHOLM - Selama puluhan tahun, nama pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, identik dengan julukan "mobil tank". Gelar ini disematkan berkat kualitas rekayasa (engineering) dan desain bodi yang luar biasa kokoh serta filosofi yang menempatkan keselamatan penumpang di atas segalanya. Namun, mitos baja Swedia itu kini tengah diuji keras di atas ring elektrifikasi.

Volvo Cars mengumumkan langkah drastis: harus menarik kembali (recall) lebih dari 40.000 unit mobil listrik (EV) flagship mereka, EX30. Penyebabnya fatal, yakni modul paket baterai tegangan tinggi yang berisiko mengalami panas berlebih (overheating) hingga memicu kebakaran.

Bagi Volvo, ini bukan sekadar masalah teknis biasa; ini adalah hantaman telak tepat di jantung reputasi yang telah mereka bangun dengan susah payah. Imbasnya pun langsung terasa secara finansial: saham Volvo Cars anjlok hingga 4 persen.

Total ada 40.323 mobil yang terdampak. Jumlah ini mencakup varian EX30 Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance.
“Kami sekarang menghubungi pemilik semua mobil yang terkena dampak untuk memberi tahu mereka tentang langkah selanjutnya,” tegas pernyataan resmi Volvo.

Ironi Baterai China dan Tekanan Pasar 2026
Reputasi Tank Runtuh? Volvo Terpaksa Tarik 40.000 SUV Listrik Akibat Ancaman Baterai Terbakar

Melihat tren pasar otomotif 2026, pabrikan tradisional Eropa memang sedang mati-matian mengejar ketertinggalan dari gempuran mobil listrik murah asal China. Volvo, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh raksasa China, Geely, menjadikan SUV ringkas EX30 sebagai ujung tombak untuk merebut pasar tersebut.

Namun, di sinilah letak ironinya. Baterai bermasalah yang menodai citra keselamatan Volvo justru diproduksi oleh perusahaan patungan (joint venture) yang juga didukung oleh Geely, yakni Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co.

Volvo mengklaim pihak pemasok telah memperbaiki cacat produksi tersebut dan akan segera menyuplai sel baterai pengganti yang baru secara gratis kepada konsumen.

Untuk mencegah hal buruk terjadi selama masa tunggu, sejak Desember lalu, Volvo mengimbau pemilik EX30 di negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Brazil untuk memarkir mobil mereka jauh dari bangunan.

Pemilik juga diwajibkan untuk membatasi pengisian daya baterai (charging) maksimal hanya 70 persen demi menghilangkan risiko kebakaran.

Berapa Besar Kerugiannya?

Mengganti puluhan ribu modul baterai jelas bukan perkara murah. Sebuah analisis mengestimasi bahwa modul baterai pengganti baru ini bisa menelan biaya hingga USD195 juta (Rp 3,1 triliun). Angka fantastis ini bahkan belum termasuk biaya logistik pengiriman global dan ongkos jasa perbaikan di bengkel.

Volvo sendiri menyebut kalkulasi tersebut masih bersifat "spekulatif", dan menyatakan bahwa mereka sedang dalam tahap negosiasi intensif dengan pihak pemasok baterai.

Ini adalah momen hidup dan mati bagi citra Volvo. Andy Palmer, veteran industri yang pernah mengawasi peluncuran mobil listrik Nissan Leaf pada 2010, memberikan analisis menohok.

“Volvo identik dengan keselamatan, karena ini jantung merek mereka,” tegas Palmer. Senada dengan Palmer, Sam Fiorani selaku Wakil Presiden AutoForecast Solutions, menambahkan, "EX30 secara khusus sangat penting bagi Volvo, jadi mereka harus memperbaikinya.".

Sementara para eksekutif sibuk berhitung kerugian, konsumen di lapangan sudah mulai kehabisan kesabaran. Matthew Owen, seorang agen asuransi asal Inggris yang membeli EX30 karena kepincut dengan reputasi aman Volvo, kini menuntut pabrikan untuk bertanggung jawab penuh karena telah memproduksi "mobil yang berbahaya".

Kekecewaan serupa diutarakan Tony Lu, pemilik EX30 di Selandia Baru, yang merasa dirugikan karena pembatasan pengisian daya 70 persen membuat daya jelajah mobilnya menyusut drastis. Saking frustrasinya, Lu melontarkan kalimat pamungkas, "Saya akan sangat senang jika mereka (Volvo) membeli kembali mobil ini.".
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
Kereta Listrik Bertenaga...
Kereta Listrik Bertenaga Baterai Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved