Tren EV 2026: Mengapa Mobil Listrik Kini Kuasai 25 Persen Pasar Jabodetabek?

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:51 WIB
loading...
Tren EV 2026: Mengapa...
BYD pamer dua senjata barunya: Blade Battery Generasi Kedua dan teknologi Flash Charging, untuk menjawab tantangan pengisian daya lambat pada kendaraan listrik. Foto: BYD Indonesia
A A A
JAKARTA - Ketakutan terbesar para pengguna mobil listrik di Indonesia menjelang musim mudik Lebaran selalu sama: kehabisan baterai di tengah tol dan harus antre berjam-jam untuk mengecas.

Selain menggelar Posko Mudik khusus kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di titik-titik krusial Pulau Jawa, BYD Indonesia juga pamer teknologi baterai terbaru mereka di Jakarta, Senin (9/3).

Langkah ini sejalan data Gaikindo yang menunjukkan tren pasar otomotif 2026 yang sangat positif. Pada Januari-Februari 2026, penjualan mobil nasional naik 10 persen menjadi 147.700 unit. Menariknya, dari angka tersebut, penjualan mobil listrik melonjak nyaris tiga kali lipat tembus 22.500 unit.

Masyarakat mulai sadar akan efisiensi EV. Di kawasan Jabodetabek, pangsa pasar mobil listrik bahkan telah melampaui 25 persen.
BYD memimpin pasar dengan menjual lebih dari 10.000 unit dalam dua bulan pertama 2026, menguasai hampir separuh dari total penjualan EV nasional.

Baterai Generasi Kedua dan Pengecasan Kilat
Tren EV 2026: Mengapa Mobil Listrik Kini Kuasai 25 Persen Pasar Jabodetabek?

Untuk menjawab tuntutan konsumen akan mobil listrik yang bisa dibawa lintas provinsi tanpa repot, BYD secara global baru saja merilis Blade Battery Generasi Kedua dan teknologi Flash Charging.

Mari kita bedah teknologinya secara sederhana. Blade Battery terbaru ini memiliki kepadatan energi 5 persen lebih tinggi dibanding pendahulunya, dengan tingkat penurunan kapasitas (kebocoran daya) yang diklaim sangat rendah, yakni hanya 2,5 persen.

Artinya, umur baterai jauh lebih panjang dan mobil berpotensi melaju hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengecasan penuh.

Baterai ini juga diklaim lulus uji ekstrem, termasuk ditusuk paku hingga dihantam dari bawah dengan kekuatan sepuluh kali lipat dari standar nasional China.

Masalah kedua, waktu pengecasan, dijawab dengan teknologi Flash Charging. Jika kapasitas steker pengisi daya dinaikkan secara ekstrem, waktu pengecasan bisa dipangkas drastis.

Berbekal daya pengisian hingga 1.500 kW, mobil BYD kini bisa diisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu 5 menit.

Untuk mencapai 97 persen, hanya butuh sekitar 9 menit. Waktu yang sepadan dengan mengantre toilet dan menyeduh kopi di rest area.

BYD merencanakan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging di China dan berencana mengekspansinya secara global pada akhir 2026. Hanya saja, Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, belum memberi kepastian kapan konsumen Indonesia akan merasakan baterai generasi kedua dan Flash Charging. Bisa jadi, di 2027.

Implementasi Lokal: Posko Mudik Anti-Cemas

Bagi konsumen di Indonesia, teknologi canggih tak ada artinya jika tidak didukung infrastruktur di lapangan. Menjelang musim mudik Lebaran 2026, BYD Indonesia menyiapkan langkah taktis. Mereka tidak hanya mengandalkan 82 diler di 47 kota, tetapi juga membangun Posko Mudik khusus.

"Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, tahun ini BYD memperluas kehadiran Posko Mudik di lebih banyak titik strategis untuk memberikan rasa nyaman, khususnya dalam perjalanan jarak jauh," jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Posko Mudik ini akan beroperasi mulai 13 Maret 2026 di enam titik krusial, terutama di area peristirahatan (rest area) Tol Trans Jawa. Selain posko, diler-diler siaga BYD akan buka 24 jam nonstop pada puncak arus mudik, yakni 19-23 Maret 2026.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
5 Alasan Mengapa Anda...
5 Alasan Mengapa Anda Harus Mulai Beralih ke Mobil Listrik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved