Mengapa Sistem Patriot Tidak Selalu Berhasil Cegat Rudal Iran? Ini Jawabannya

Senin, 16 Maret 2026 - 21:57 WIB
loading...
A A A
Hal ini memberikan tekanan yang signifikan pada radar pengawasan, sistem pengendalian tembakan, dan cadangan rudal pencegat.

Para ahli militer berpendapat bahwa dalam konteks peperangan modern, meskipun sebagian besar target serangan berhasil dicegat, hanya sejumlah kecil senjata yang menembus pertahanan masih dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada target militer atau infrastruktur strategis.

Oleh karena itu, efektivitas sistem pertahanan udara biasanya dinilai berdasarkan kemampuannya untuk meminimalkan kerusakan secara keseluruhan, bukan semata-mata berdasarkan tingkat intersepsi absolut.

Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah rudal balistik, ketika memasuki tahap akhir lintasannya, dapat terbang dengan kecepatan berkali-kali lipat kecepatan suara.

Dalam kondisi tersebut, sistem pertahanan hanya memiliki beberapa puluh detik untuk mendeteksi target, menentukan jalur terbangnya, meluncurkan rudal pencegat, dan mengarahkannya secara tepat ke titik tumbukan.

Bahkan kesalahan kecil dalam proses perhitungan dapat menyebabkan rudal pencegat meleset dari posisi hulu ledak yang tepat.

Dalam lingkungan medan perang yang sebenarnya, radar mungkin harus memproses banyak target secara bersamaan dan menghadapi gangguan elektronik, sehingga tantangannya menjadi lebih kompleks.

Sistem Patriot dikembangkan selama Perang Dingin untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara AS terhadap ancaman dari pesawat dan rudal dari bekas blok Soviet.

Menurut CSIS, jantung dari sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot adalah radar susunan fasa elektronik multifungsi AN/MPQ-65, yang bertanggung jawab untuk mendeteksi target, melacak lintasannya, dan mendukung pengendalian tembakan untuk rudal pencegat.

Radar AN/MPQ-65 menggunakan teknologi radar susunan fasa elektronik untuk memindai wilayah udara dan mendeteksi target terbang seperti pesawat terbang, rudal jelajah, atau rudal balistik.

Ketika sebuah objek terbang terdeteksi, sistem menganalisis data radar untuk menentukan kecepatan, ketinggian, dan arah penerbangan target, serta memprediksi lintasannya untuk menilai tingkat ancaman.

Jika target dipastikan berbahaya, pusat kendali tembakan sistem Patriot akan meluncurkan rudal pencegat, biasanya varian PAC-2 atau PAC-3.

Selama pencegatan, radar AN/MPQ-65 terus melacak target dan menerangi objek terbang dengan radar. Sistem pertahanan udara Patriot menggunakan metode panduan yang disebut track-via-missile (TVM).

Menurut mekanisme ini, sinyal radar yang dipantulkan dari target diterima oleh sensor pada rudal dan dikirim kembali ke stasiun kendali darat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Berita Terkini
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Mrquez 2025 World Champion Replica
Ini Penyebab Mitsubishi...
Ini Penyebab Mitsubishi Pajero Sport Diesel Efisien Dipakai Perjalanan Jauh
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved