Kiamat EV Mewah 2026: Mercedes Obral Diskon Rp850 Juta, Lamborghini Menyerah

Jum'at, 20 Maret 2026 - 10:11 WIB
loading...
Kiamat EV Mewah 2026:...
Mercedes-Maybach EQS dan Lamborghini Lanzador bertenaga listrik yang kini hanya menjadi fosil di etalase diler. Foto: ist
A A A
ITALIA - Di atas kertas, masa depan otomotif adalah listrik. Namun di diler-diler mewah tahun ini, realitanya adalah mimpi buruk: diskon besar, dan langkah putus asa.

Pabrikan otomotif raksasa kini terbentur realita. Memaksa kaum berduit untuk menebus kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang mudah usang secara teknologi adalah sebuah bunuh diri bisnis massal.

Mercedes-Benz terpaksa menelan gengsi dengan membagikan insentif diler senilai USD25.000 (Rp425 juta) untuk mengobral Mercedes-Maybach EQS edisi 2026 yang sejatinya dibanderol mewah mulai dari USD90.000 (Rp1,53 miliar).

Tragedi lebih mengenaskan mencengkeram model tahun 2025 yang dipangkas harga hingga USD50.000 (Rp850 juta).

Model tangguh G 580 with EQ Technology bernasib sama; mobil seharga USD164.000 (Rp2,78 miliar) itu disiram diskon USD10.000 (Rp170 juta), melipatgandakan potongan USD5.000 (Rp85 juta) yang baru berjalan beberapa bulan sebelumnya.

Pembeli G-Class diminta membayar ekstra USD14.000 (Rp238 juta) untuk varian listrik, namun hanya mendapat jarak tempuh 239 mil (380 km), hancur lebur dibandingkan versi bensin yang mampu melibas 500 mil (800 km).

Hasilnya? Sepanjang Januari hingga April 2025, G 580 listrik hanya laku 1.450 unit secara global, dipermalukan habis-habisan oleh versi bensin yang terserap 9.700 unit.

Konsumen premium sadar, percepatan inovasi membuat EV rawan depresiasi ekstrem. Akselerasi instan tak lagi eksklusif; pasar pun bergeser mencari EV praktis di bawah USD40.000 (Rp680 juta) guna menangkis serbuan produk China.

Kelesuan ini merembet menjadi wabah global. Februari 2026 mencatat kejatuhan penjualan EV dunia sebesar 11 persen ke level sekitar 1 juta unit, rekor terendah sejak Februari 2024.

China sebagai raksasa pasar anjlok 32 persen dengan registrasi di bawah 500.000 unit. Penjualan di Amerika Utara merosot 35 persen selama lima bulan berturut-turut, menyisakan volume di bawah 90.000 unit.

Hanya Eropa yang naik 21 persen, itupun berkat "napas buatan" berupa subsidi pemerintah Jerman senilai 3,5 miliar euro yang dipaksakan berlaku hingga 2029 demi menyelamatkan industri dari kelumpuhan.

Kiamat EV Mewah 2026: Mercedes Obral Diskon Rp850 Juta, Lamborghini Menyerah

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyadari bahwa EV adalah "hobi mahal" dengan permintaan "mendekati nol."

Ia secara blak-blakan membatalkan Lanzador, Ultra GT 1.341 tenaga kuda yang dirancang sebagai model EV keempat mereka.

Diumumkan tahun 2023 untuk rilis 2029 seharga USD300.000 (Rp5,1 miliar), proyek ini disuntik mati pada akhir 2025.

Audi telah menutup pabrik Brussels dan mematikan Q8 E-tron. Bentley memundurkan target listrik dari 2030 ke 2035.

Porsche membuang ambisi baterai mandirinya di September 2025, disusul Ferrari yang memangkas proyeksi penjualan EV dari 40 persen menjadi
hanya 20 persen di akhir dekade, walau tetap memaksakan rilis Luce di 2028.

Di benua Amerika, pendarahannya jauh lebih fatal. Induk Chrysler dan Jeep, Stellantis, mencatat penghapusan aset (write-down) EV sebesar USD26 miliar (Rp442 triliun) awal bulan ini.

Ford mendahuluinya dengan kerugian USD19,5 miliar (Rp331,5 triliun) pada Desember 2025, membuang total proyek F-150 Lightning elektrik, dan banting setir merancang pikap EV berharga miring mulai dari USD30.000 (Rp510 juta) untuk tahun depan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Infografis
S 680 Guard 4MATIC,...
S 680 Guard 4MATIC, Sedan Mewah Lapis Baja Buatan Mercedes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved