Efek Domino Perang Iran: Harga BBM Eropa Tembus Rp136 Ribu, Mobil Listrik Bekas Ludes!

Jum'at, 27 Maret 2026 - 15:51 WIB
loading...
Efek Domino Perang Iran:...
Ilustrasi stasiun pengisian daya kendaraan listrik yang kini semakin dipadati warga Eropa seiring meledaknya tren pembelian mobil listrik bekas akibat krisis bahan bakar. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Krisis geopolitik yang berkecamuk di Timur Tengah kini memicu efek domino yang melumpuhkan pasar bahan bakar Eropa, memaksa konsumen benua biru tersebut memutar haluan secara radikal dengan memborong mobil listrik (Electric Vehicle/EV) bekas.

Sejak pecahnya konflik bersenjata di Iran pada 28 Februari 2026, urat nadi distribusi minyak dunia, yakni Selat Hormuz yang melayani sekitar 20 persen pasokan minyak global, mengalami gangguan parah.

Laporan terbaru Reuters membedah bagaimana krisis ini menghantam langsung dompet warga Eropa.

Harga rata-rata bahan bakar gas dan minyak di Uni Eropa melonjak tajam sekitar 12 persen hanya dalam kurun waktu akhir Februari hingga pertengahan Maret.

Saat ini, harga di SPBU telah menyentuh kisaran 1,84 euro per liter. Sebagai perbandingan ekstrem, angka tersebut setara dengan lebih dari Rp136.000 (konversi dari USD8) per galonnya. Atau, per liternya di angka Rp35.000.

Lonjakan harga bahan bakar yang tak masuk akal ini seketika membunuh minat masyarakat terhadap kendaraan konvensional bermesin bensin maupun diesel.

Sebagai kompensasi, terjadi pergeseran masif ke pasar EV bekas. Segmen mobil listrik bekas menjadi katup penyelamat yang paling logis; harganya jauh lebih terjangkau dibanding EV baru, dan unitnya langsung tersedia tanpa harus melewati masa tunggu (indent) yang sering kali memakan waktu berbulan-bulan.

"Saat ini sedang terjadi bonanza (rezeki nomplok) mobil listrik di pasar kendaraan bekas," ungkap Terje Dahlgren, seorang analis dari lokapasar
daring Norwegia, Finn.no.

Pernyataan tersebut divalidasi oleh lonjakan angka penjualan yang fantastis di berbagai negara. Aramisauto, jaringan ritel otomotif raksasa yang
berbasis di Prancis, melaporkan bahwa penjualan EV bekas mereka melonjak hampir dua kali lipat hanya dalam periode tiga minggu.

Di saat yang sama, grafik penjualan kendaraan berbahan bakar gas dan diesel anjlok ke titik nadir. CEO Aramisauto, Romain Boscher, menegaskan bahwa kepanikan ini murni didorong oleh sensitivitas konsumen terhadap harga operasional harian.

Epidemi "hijrah" ke mobil listrik ini terekam jelas di ranah digital seluruh Eropa.

Operator marketplace raksasa, OLX, mencatat ledakan volume pencarian mobil listrik sebesar 50 persen di Prancis, 54 persen di Portugal, serta nyaris 40 persen di Polandia dan Rumania.

Tren serupa menghantam Jerman, di mana platform mobile.de melaporkan bahwa pencarian terkait EV berlipat ganda hingga tiga kali lipat pada awal Maret. Tak sekadar mencari, niat beli konsumen juga terefleksi dari lonjakan permintaan informasi (inquiries) ke pihak diler yang meroket tajam hingga 66 persen.

Tragedi di Timur Tengah nyatanya menjadi katalisator paling agresif bagi transisi energi di Eropa. Ketika infrastruktur bahan bakar fosil tersandera oleh konflik, masyarakat dengan cepat membuktikan bahwa mobilitas berbasis listrik bukan lagi sekadar tren lingkungan, melainkan instrumen bertahan hidup secara ekonomi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Berita Terkini
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Infografis
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs Israel, Subsidi BBM dan LPG Bisa Membengkak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved