Krisis BBM, Transportasi Umum di Dua Negara Bagian Australia Digratiskan

Senin, 30 Maret 2026 - 19:12 WIB
loading...
Krisis BBM, Transportasi...
Transportasi Umum di Dua Negara Bagian Australia Digratiskan. FOTO/AA
A A A
SIDNEY - Kenaikan harga bahan bakar yang terkait dengan eskalasi konflik di Timur Tengah kini mulai berdampak langsung pada warga Australia, mendorong dua negara bagian untuk mengambil langkah luar biasa dengan menawarkan transportasi umum gratis untuk sementara waktu.

Victoria dan Tasmania diumumkan sebagai dua negara bagian pertama yang menerapkan langkah ini, dalam upaya untuk mengurangi beban biaya hidup setelah lonjakan harga bensin dan solar.

Victoria menawarkan transportasi umum gratis selama sebulan

Menurut laporan media lokal yang dikutip oleh Anadolu, pemerintah negara bagian Victoria akan menyediakan layanan transportasi umum gratis selama sebulan mulai Selasa.

Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, mengatakan langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat beralih ke transportasi umum karena harga bahan bakar terus meningkat.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat membuat transportasi umum lebih terjangkau dan dengan demikian mengurangi tekanan keuangan yang dihadapi masyarakat.

Tasmania memperpanjang hingga Juni

Tasmania mengambil pendekatan yang lebih panjang dengan menawarkan perjalanan gratis di bus dan feri hingga 30 Juni.

Namun, kedua pemerintah negara bagian tersebut belum menyatakan apakah inisiatif ini akan berlanjut secara permanen atau hanya sebagai langkah sementara untuk mengatasi situasi saat ini.

Empat negara bagian lain menolak untuk mengikuti langkah tersebut

Pada saat yang sama, beberapa negara bagian lain di Australia tidak berencana untuk mengikuti langkah Victoria dan Tasmania.

New South Wales, Western Australia, Queensland, dan South Australia dilaporkan menolak proposal untuk menyediakan transportasi umum gratis, dan memilih untuk fokus pada bentuk bantuan biaya hidup lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan setiap negara bagian berbeda dalam menghadapi tekanan ekonomi yang kini semakin dirasakan akibat ketidakpastian global.

Harga minyak bumi Australia naik 27%

Menurut Australian Institute of Petroleum (AIP), harga minyak bumi di Australia telah melonjak sebesar 27 persen sejak konflik saat ini di Timur Tengah pecah.

Kenaikan harga bahan bakar telah memberikan tekanan besar pada konsumen, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk keperluan sehari-hari dan perjalanan pulang pergi.

Kenaikan tajam harga bahan bakar juga diperkirakan akan berdampak domino pada biaya logistik, harga barang-barang kebutuhan pokok, dan pengeluaran rumah tangga.

Pemerintah federal juga turun tangan

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada hari Sabtu juga mengumumkan bahwa pemerintah federal akan membantu menanggung pembelian barang-barang kebutuhan pokok yang terkena dampak konflik di bawah langkah-langkah keamanan bahan bakar baru.

Ia juga dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara bagian dan wilayah untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut untuk menghindari gangguan pasokan bahan bakar di negara tersebut.

Langkah ini dipandang sebagai upaya awal pemerintah Australia untuk memastikan stabilitas pasar domestik jika konflik terus berlanjut dan mengganggu rantai pasokan energi global.

Konflik Timur Tengah terus mengganggu pasar dunia

Situasi saat ini disebabkan oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah, yang tidak hanya memengaruhi harga minyak global, tetapi juga memengaruhi sektor penerbangan, logistik, dan perdagangan internasional.

Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung kini mulai berdampak pada kenaikan biaya hidup sehari-hari bagi konsumen biasa, termasuk di negara-negara seperti Australia yang jauh dari zona konflik.

Jika harga bahan bakar terus naik, bukan tidak mungkin lebih banyak pemerintah negara bagian atau pemerintah lainnya akan mempertimbangkan langkah-langkah luar biasa seperti subsidi tambahan atau transportasi umum gratis untuk meringankan beban masyarakat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Rekomendasi
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Berita Terkini
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
BBM B50 Resmi Diterapkan,...
BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved