Trump Usir 200 Ribu Sopir Truk Imigran di Tengah Krisis Perang Iran

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:46 WIB
loading...
A A A
Mengemudi sejak 2020 dengan rekor mengemudi yang sepenuhnya bersih, ia selama empat tahun terakhir rutin mengangkut makanan, alat berat, bahan berbahaya, material bangunan, hingga barang pesanan Amazon melintasi 48 negara bagian bawah AS. Lisensinya dijadwalkan mati pada bulan September mendatang.

Kini, Aleksei terjebak utang pinjaman sebesar USD200.000 (Rp3,4 miliar) untuk membayar traktor dan truk gandeng miliknya, sembari harus terus menghidupi istri dan anak perempuannya yang berusia 14 tahun.

"Saya dipanggang di atas api terbuka padahal tidak melakukan hal ilegal," ratapnya.

Sayangnya, narasi politik di Washington dengan sengaja menutup mata pada fakta penderitaan ini. Saat pidato State of the Union, Presiden Donald Trump bahkan menuntut Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang lebih ketat.

Menteri Transportasi Sean P. Duffy secara serampangan menuduh pengemudi asing "membuat kekacauan di jalanan" dan mengancam menahan dana federal untuk negara bagian yang dianggap tak patuh, seperti California, New York, dan Pennsylvania. Sikap represif ini diamini oleh Lewie Pugh, Wakil

Presiden OOIDA—asosiasi yang mewakili lebih dari 130.000 perusahaan kecil dan sopir independen—dengan dalih deregulasi telah membawa imigran tak terlatih ke jalanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz...
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz Siap Masuk ke Industri Pertahanan
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Rekomendasi
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Berita Terkini
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved