Menguak Mitos Mobil Listrik: Fast Charging dan Ngecas 20%-80% Bikin Baterai Cepat Soak?

Sabtu, 02 Mei 2026 - 14:54 WIB
loading...
A A A
Artinya: fast charging hanya untuk darurat. Hindari yang terlalu cepat : up to 100 kW. Cas dirumah bikin baterai awet.

2.⁠ ⁠Faktor kedua: suhu.

Ini yang sering luput dari pemilik EV. Baterai tidak suka panas. Di daerah yang sering suhu di atas 25 derajat Celsius—seperti Indonesia—degradasi baterai lebih cepat 0,4 persen dibanding daerah sejuk. Kimia di dalam sel baterai jadi lebih stres kalau kepanasan.
Artinya: sebisa mungkin mobil jangan dijemur. Cari parkiran yang teduh/sejuk.

3.⁠ ⁠Lalu soal mitos 20-80 persen

Banyak ahli menyarankan jangan nge-cas sampai 100 persen. Juga jangan sampai nol. Benar, tapi tidak usah terlalu pusing. Pabrikan sudah pintar. Mereka sudah memasang "pagar" perangkat lunak (buffer). Angka 100 persen di layar Anda sebenarnya belum benar-benar penuh secara kimiawi.

Data menunjukkan: penyusutan baru akan melonjak kalau mobil dibiarkan dalam kondisi penuh (100 persen) atau kosong melompong (0 persen) dalam waktu yang sangat lama. Yakni lebih dari 80 persen dari total waktu hidup mobil itu. Kalau dipakai harian? Aman saja.

Artinya: jangan terlalu sering dan terlalu lama membiarkan mobil listrik dalam kondisi 100 persen atau dibawah 20 persen.

4.⁠ ⁠Bagaimana dengan penggunaan berat?

Memang, mobil yang sering diajak lari jauh otomatis susutnya lebih besar. Naik 0,8 persen. Tapi bagi Anda, ini tetap menguntungkan. Produktivitas Anda jauh melampaui biaya susut baterainya. Di perusahaan, ROI (Return on Investment) tercapai lebih cepat.

Satu hal lagi: perkembangan teknologi. Mobil-mobil keluaran terbaru punya manajemen panas yang lebih baik. Hasilnya, degradasi makin stabil. Jadi, pakailah mobil listrik Anda. Jangan terlalu banyak khawatir.

Fakta Penting Baterai EV:

1.⁠ ⁠Degradasi Rata-rata: Hanya 2,3 persen per tahun, membuat baterai bertahan lebih lama dari usia servis kendaraan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved