Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:56 WIB
loading...
A A A
Penurunan ini menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi sektor ini karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan terus membebani operasional.

Prospek laba melemah di tengah kekhawatiran bahan baku

Awal bulan ini, Toyota memperkirakan penurunan laba untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027 karena produsen mobil tersebut bersiap menghadapi kenaikan biaya bahan baku yang terkait dengan gangguan akibat perang di Iran.

Perusahaan memperkirakan pendapatan operasional sebesar ¥3 triliun, atau sekitar USD18,8 miliar.

Prakiraan tersebut berada di bawah ekspektasi analis dan lebih rendah dari ¥3,8 triliun yang dilaporkan pada tahun fiskal sebelumnya.

Pemasok Toyota juga memperingatkan bahwa kekurangan terkait konflik Iran mulai muncul.

Produsen mobil tersebut mengatakan akan sulit untuk mengimbangi dampak yang diperkirakan sebesar ¥670 miliar terhadap laba bersihnya akibat gejolak regional tersebut.

Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di seluruh sektor otomotif global bahwa ketidakstabilan geopolitik yang berkepanjangan dapat terus mengganggu produksi, logistik, dan pasokan material dalam beberapa bulan mendatang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Rekomendasi
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Akhirnya! Hino Buka...
Akhirnya! Hino Buka Dealer di Banyuwangi, Perkuat Jalur Logistik Menuju Bali
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved