Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?
Jum'at, 05 Juni 2026 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Riset pelanggan membuktikan bahwa tidak ada yang menginginkan Pagani bertenaga baterai. Bahkan, para klien mengancam akan meninggalkan merek tersebut jika mesin ICE dibuang.
Bagi fans Pagani, mesin twin-turbocharged V12 racikan Mercedes-AMG adalah mahakarya.
Mesin itu sama pentingnya dengan bodi serat karbon yang membungkusnya. Tanpa getaran dan suara V12 itu, Pagani kehilangan ruhnya.
Inilah tantangan terbesar mobil eksotis. Pembeli mobil biasa mungkin hanya peduli pada efisiensi BBM dan emisi. Tapi pembeli supercar membeli emosi. Mereka membeli drama.
Ferrari kini mencoba mensimulasikan "drama" itu ke dalam Luce lewat suara buatan (artificial powertrain sounds) dan teknologi pembagian torsi tingkat lanjut.
Tentu saja, pasar terbelah. Ada yang memuji keberanian Ferrari. Tapi tidak sedikit pula yang mencibir desainnya (yang sempat disamakan dengan Nissan Leaf) dan menganggapnya sudah melenceng jauh dari warisan sang pendiri, Enzo Ferrari. Apalagi, layar sentuh utamanya dirancang oleh desainer Apple.
Waktu yang akan menjawab. Jika Luce sukses meledak di pasaran, Ferrari akan dikenang sebagai sang pionir. Tapi jika gagal, Lamborghini dan Pagani akan terlihat sangat jenius karena memilih jalan evolusi ketimbang revolusi.
Bagi fans Pagani, mesin twin-turbocharged V12 racikan Mercedes-AMG adalah mahakarya.
Mesin itu sama pentingnya dengan bodi serat karbon yang membungkusnya. Tanpa getaran dan suara V12 itu, Pagani kehilangan ruhnya.
Inilah tantangan terbesar mobil eksotis. Pembeli mobil biasa mungkin hanya peduli pada efisiensi BBM dan emisi. Tapi pembeli supercar membeli emosi. Mereka membeli drama.
Ferrari kini mencoba mensimulasikan "drama" itu ke dalam Luce lewat suara buatan (artificial powertrain sounds) dan teknologi pembagian torsi tingkat lanjut.
Tentu saja, pasar terbelah. Ada yang memuji keberanian Ferrari. Tapi tidak sedikit pula yang mencibir desainnya (yang sempat disamakan dengan Nissan Leaf) dan menganggapnya sudah melenceng jauh dari warisan sang pendiri, Enzo Ferrari. Apalagi, layar sentuh utamanya dirancang oleh desainer Apple.
Waktu yang akan menjawab. Jika Luce sukses meledak di pasaran, Ferrari akan dikenang sebagai sang pionir. Tapi jika gagal, Lamborghini dan Pagani akan terlihat sangat jenius karena memilih jalan evolusi ketimbang revolusi.
(dan)
Lihat Juga :