Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Kamis, 11 Juni 2026 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Chery menempatkan dirinya sebagai pemasok. Bukan pemilik saham.
"Chery hanya akan jadi pemasol untuk Tata Motors Passenger Vehicles. Setiap proyek beroperasi dengan perjanjian terpisah,” tambah Chery.
Di situlah letak siasatnya.
India melarang mobil China masuk pasarnya — pasar mobil terbesar ketiga di dunia. Sejak 2020 New Delhi memperketat investasi dari negara tetangga, terutama China. Praktis membekukan keterlibatan besar China di industri otomotif.
Tapi larangan modal tidak sama dengan larangan teknologi. Produsen India mengimpor teknologi listrik China — sambil menghindari kemitraan saham yang dalam. Karena politiknya sensitif.
Tata tidak sendiri. JSW Motor, milik taipan baja Sajjan Jindal, punya kesepakatan lisensi platform serupa dengan Chery.
Kenapa harus China?
Karena soal kecepatan. Perusahaan India sudah menambah belanja riset untuk teknologi dan mesin baru. Tapi seperti banyak pesaing global, mereka tidak mampu menyamai China: cepat, murah, dan unggul di teknologi listrik.
Kesepakatan Chery, kata sumber, hanya "pengaturan sementara". Tanpa produk baru, Tata berisiko kehilangan posisi puncaknya. Tata tetap berniat membangun platform sendiri suatu saat.
Datanya menjelaskan kenapa Tata terburu-buru.
Mobil listrik kini menyumbang 14 persen dari total penjualan Tata. Targetnya dilipatgandakan jadi 30 persen pada 2030.
"Chery hanya akan jadi pemasol untuk Tata Motors Passenger Vehicles. Setiap proyek beroperasi dengan perjanjian terpisah,” tambah Chery.
Di situlah letak siasatnya.
India melarang mobil China masuk pasarnya — pasar mobil terbesar ketiga di dunia. Sejak 2020 New Delhi memperketat investasi dari negara tetangga, terutama China. Praktis membekukan keterlibatan besar China di industri otomotif.
Tapi larangan modal tidak sama dengan larangan teknologi. Produsen India mengimpor teknologi listrik China — sambil menghindari kemitraan saham yang dalam. Karena politiknya sensitif.
Tata tidak sendiri. JSW Motor, milik taipan baja Sajjan Jindal, punya kesepakatan lisensi platform serupa dengan Chery.
Kenapa harus China?
Karena soal kecepatan. Perusahaan India sudah menambah belanja riset untuk teknologi dan mesin baru. Tapi seperti banyak pesaing global, mereka tidak mampu menyamai China: cepat, murah, dan unggul di teknologi listrik.
Kesepakatan Chery, kata sumber, hanya "pengaturan sementara". Tanpa produk baru, Tata berisiko kehilangan posisi puncaknya. Tata tetap berniat membangun platform sendiri suatu saat.
Datanya menjelaskan kenapa Tata terburu-buru.
Mobil listrik kini menyumbang 14 persen dari total penjualan Tata. Targetnya dilipatgandakan jadi 30 persen pada 2030.
Lihat Juga :