Wadaw, Penjualan BMW Indonesia Lesu Sampai September 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 23:54 WIB
loading...
Bayu Riyanto, Vice President of Sales, BMW Indonesia, saat konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020). Foto/Fikri K/SINDOnews/Capture
A
A
A
JAKARTA - Penjualan mobil nasional terbukti masih belum membaik. Pandemik COVID-19 masih menghantui sektor otomotif di Tanah Air. Kondisi serupa juga dirasakan oleh BMW Indonesia . (Baca juga: Kelamaan, BMW Indonesia Kritik Wacana Relaksasi Pajak 0% untuk Mobil Baru )
Bayu Riyanto, Vice President of Sales, BMW Indonesia , menuturkan, secara year on year (yoy) pada September 2020 penjualan BMW mengalami penurunan hingga 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kuartal kedua tahun ini, April-Juni 2020, menjadi momen terparah, karena pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas jual-beli kendaraan terjun bebas.
"Januari sampai September tahun ini kami tidak ada kenaikan (penjualan)," kata Bayu saat konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).
Meski begitu, lanjut Bayu, pihaknya masih bersyukur karena penurunan yang dialami tidak setajam kondisi pasar nasional. Meski di masa sulit, BMW Indonesia mengaku masih bisa memberikan keinginan pelanggannya.
"Dari data Gaikindo, kondisi market over all mengalami penurunan sampai 40%. Kami masih di bawah itu," imbuhnya.
Sektor-sektor lain yang tetap tumbuh meski dihantam pandemik menjadi penopang penjualan BMW Indonesia sejauh ini. Selain itu, segmen pecinta mobil ini juga cenderung fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kondisi.
Bayu Riyanto, Vice President of Sales, BMW Indonesia , menuturkan, secara year on year (yoy) pada September 2020 penjualan BMW mengalami penurunan hingga 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kuartal kedua tahun ini, April-Juni 2020, menjadi momen terparah, karena pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas jual-beli kendaraan terjun bebas.
"Januari sampai September tahun ini kami tidak ada kenaikan (penjualan)," kata Bayu saat konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).
Meski begitu, lanjut Bayu, pihaknya masih bersyukur karena penurunan yang dialami tidak setajam kondisi pasar nasional. Meski di masa sulit, BMW Indonesia mengaku masih bisa memberikan keinginan pelanggannya.
"Dari data Gaikindo, kondisi market over all mengalami penurunan sampai 40%. Kami masih di bawah itu," imbuhnya.
Sektor-sektor lain yang tetap tumbuh meski dihantam pandemik menjadi penopang penjualan BMW Indonesia sejauh ini. Selain itu, segmen pecinta mobil ini juga cenderung fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kondisi.
Lihat Juga :