Mengemudikan Bus Tanpa Karoseri, Rasanya Seperti Nyetir Gokart Raksasa!

Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:02 WIB
loading...
Mengemudikan Bus Tanpa...
Sasis bus berjenis ladder frame tanpa karoseri yang terlihat di jalan seperti ini sedang menuju pabrik karoseri. Foto: dok. awansan.com
A A A
JAKARTA - Setidaknya Anda pernah minimal sekali melihat ini: bus single seater tanpa karoseri di jalan. Pengemudinya, acap menggunakan jaket, juga helm. Tapi, pernahkah terpikir, bagaimana ya rasanya mengemudikan bus tanpa atap (hanya sasisnya) seperti itu? BACA JUGA :Ini Perbandingan Honda HR-V Lama vs Honda HR-V 2021, Bedanya Bikin Melongo!

Menurut pengalaman Jemmy Firdaus, mengendarai chassis bus seperti itu rasanya seperti mengendarai gokart raksasa. ”Kita menggunakan jaket dan helm untuk mengendari mobil tanpa bodi. Rasanya memang aneh sekali,” ujar pria yang sudah 11 tahun menjadi pengemudi bus itu.

Jemmy mengatakan, dengan kondisi tanpa atap dan bodi mobil itu, ia merasakan torsi dan tenaga berlebih. ”Andai saja treknya berupa sirkuit, mungkin saya tidak akan bosan melahap ratusan putaran dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Mengemudikan Bus Tanpa Karoseri, Rasanya Seperti Nyetir Gokart Raksasa!

Pengemudi wajib mengenakan helm, sabuk pengaman, serta kecepatan dibawah 60 km per jam. Foto: dok. Busnesia.

Namun, karena mengendarainya di jalan raya dan bukan untuk bersenang-senang, Jemmy melanjutkan, khayalan itu harus dibuang jauh-jauh.

Faktanya, menurut Jemmy mengendarai chassis bus sama sekali tidak enak. ”Start dari gigi 3 atau 4 masih terasa ringan. Sedikit saja kaki menekan pedal rem, pakemnya sudah terasa,” ungkapnya.

”Bantingan suspensi terasa keras dan chassis sangat lentur. Lumayan bikin sakit pinggang. Terpaan angin, sengatan panas dan guyuran hujan sama dirasakan seperti pengendara motor. Kalau bukan karena tugas, saya sih lebih milih nyetir bus yang sudah jadi,” ujar pria yang 24 tahun berprofesi sebagai sopir itu tertawa.

Tapi, mengapa sering terlihat di jalan orang mengendarai sasis bus?

Jawabannya sederhana. Bus terdiri dari dua bagian. Sasis dibuat oleh pabrikan, misalnya Mercedes-Benz. Sedangkan bodi dibuat oleh karoseri lokal.

BACA JUGA :Rival Khabib, Justin Gaethje, Pilih Mobil Milik Iron Man

Nah, sasis terlebih dulu harus di antar dari pabrik untuk menuju ke karoseri. Mengapa harus diantar langsung ke karoseri dengan cara dikemudikan? Jawabannya, karena lebih murah dan efisien.

Dan itu tidak hanya berlaku untuk bus besar, bahkan juga bus medium yang menggunakan sasis ladder frame. Biaya yang di hemat bisa mencapai jutaan rupiah jika dibandingkan dengan digendong di atas truk.

Untuk alasan keamanan, memang disyaratkan pengemudi yang mengantar sasis menggunakan helm, sabuk pengamat, dan kecepatannya juga dibatasi hingga 60 km per jam

Sebagai gambaran, biaya total sasis dan karoseri untuk satu bus bisa mencapai Rp3 miliar, yang lebih mahal dibandingkan Range Rover Velar.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PO Gunung Harta Rilis...
PO Gunung Harta Rilis Tiga Bus Baru, Pakai Sasis Tronton
Alasan PO Bus Luthansa...
Alasan PO Bus Luthansa Gunakan Mercedes-Benz OF 1623 dengan Mesin di Depan
PO Raya Luncurkan Bus...
PO Raya Luncurkan Bus Baru Garapan Karoseri Laksana, Pakai Livery Legendaris
Banyak Kecelakaan Bus...
Banyak Kecelakaan Bus Pariwisata, Wamenhub Minta Perusahaan Rutin Lakukan Perawatan
PO Bus yang Bisa Bawa...
PO Bus yang Bisa Bawa Motor saat Liburan di Kampung Halaman
PO Narendra Rilis Bus...
PO Narendra Rilis Bus Tingkat Baru Karoseri Adiputro, Punya Fitur Mewah seperti Pesawat
Belajar dari Kasus Bus...
Belajar dari Kasus Bus Terbakar, Begini Cara Memilih Bus Pariwisata yang Tepat!
PO Perintis Rilis Bus...
PO Perintis Rilis Bus Baru dengan Kursi Super Nyaman dan Double Glass
PO Suryaputra Rilis...
PO Suryaputra Rilis Armada Baru Jetbus 5 Jumbo, Banjir Fitur Kekinian
Rekomendasi
Conor McGregor Sindir...
Conor McGregor Sindir Rekor KO Khabib Nurmagomedov, Islam Makhachev, dan Ilia Topuria
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
Arus Balik Jalur Gentong,...
Arus Balik Jalur Gentong, Polisi Imbau Jangan Pakai Google Maps
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Arah Jakarta Diberlakukan dari KM 70
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
Berita Terkini
Audi Kenalkan Supercar...
Audi Kenalkan Supercar Bermesi Diesel, Segini Tenaganya
2 jam yang lalu
AS Umumkan Tarif Baru...
AS Umumkan Tarif Baru Mobil Buatan Luar Negeri Termasuk Indonesia
5 jam yang lalu
Aksi Anti Tesla Meluas,...
Aksi Anti Tesla Meluas, Keamanan Pemilik dan Karyawan Semakin Terancam
7 jam yang lalu
BMW F 450 GS Concept...
BMW F 450 GS Concept Mulai Dibedah sebelum Dijual Bebas
8 jam yang lalu
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
10 jam yang lalu
Seragam Baru Teknisi...
Seragam Baru Teknisi Suzuki: Bukan Sekadar Ganti Baju, Tapi Revolusi Layanan Purna Jual!
1 hari yang lalu
Infografis
4 Alasan NATO Bisa Runtuh...
4 Alasan NATO Bisa Runtuh Seperti Balon yang Bocor
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved