Cegah Protes Trump, Facebook Perpanjang Larangan Iklan Politik

Jum'at, 13 November 2020 - 11:01 WIB
loading...
Cegah Protes Trump,...
Presiden AS Donald Trump FOTO / IST
A A A
Facebook memperpanjang larangan iklan politik di platformnya, setidaknya hingga bulan depan. (Baca juga: Barisan Perusahaan Teknologi yang Mau Jadi Pahlawan Penyelamat Huawei )

Hal ini dilakukan karena adanya penundaan hasil pemilihan karena Covid-19 serta imbas diberlakukannya proses pengiriman suara via surat dan voting sekaligus yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Baca juga: Harga Kuda Balap Galileo Kalahkan Mahar Transfer Messi & Ronaldo )

“Jeda sementara untuk iklan politik dan masalah sosial di AS terus dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk melindungi pemilu," tulis Facebook dalam blognya, dikutip dari The Verge, Jumat (13/11/2020).

Facebook menyebut, perpanjangan larangan iklan politik akan dilakukan hingga satu bulan lagi. Perusahaan juga mengatakan, ada kemungkinan larangan iklan politik akan dicabut lebih cepat.

“Mendapatkan hasil pemilu AS tahun ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama daripada pemilu sebelumnya karena pandemi virus corona (COVID-19) dan lebih banyak orang yang memberikan suara melalui surat," kata Facebook.

Facebook memang tidak secara eksplitsit menyebutkan bahwa pilpres kali ini dimenangkan oleh Joe Biden.

Tapi di sisi lain, Donald Trump menolak menyerah dan terus menggunakan klaim penipuan pemilu untuk membantah hasil tersebut serta mengajukan upaya hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Usir 200 Ribu...
Trump Usir 200 Ribu Sopir Truk Imigran di Tengah Krisis Perang Iran
Karyawan Ford yang Diberi...
Karyawan Ford yang Diberi Jari Tengah oleh Trump Kena Diskors
Kebijakan Donald Trump...
Kebijakan Donald Trump Dituding Jadi Pemicu Mercedes-Benz Beli Mesin BMW
Ketegangan Meningkat,...
Ketegangan Meningkat, Trump Ancam Pangkas Subsidi Tesla dan SpaceX
Tesla Model S Jadi Korban...
Tesla Model S Jadi Korban Perang Donald Trump dengan Elon Musk
Setelah Recoki Huawei,...
Setelah Recoki Huawei, Trump Siap Bunuh DJI: Drone China Dilarang Dijual di Amerika!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Rekomendasi
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Berita Terkini
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved