Kredit Pajak Dihapus, Mobil Listrik Terpukul: Industri EV Hadapi Masa Sulit di Bawah Trump?
Selasa, 19 November 2024 - 13:05 WIB
loading...
Dibawah Presiden Donald Trump, produsen kendaraan listrik (EV) menghadapi masa depan yang tidak pasti. Foto: InsideEV
A
A
A
AMERIKA - Kemenangan Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden AS memicu optimisme di Wall Street. Agendanya yang pro-bisnis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Amerika dan melonggarkan regulasi.
Namun, produsen kendaraan listrik (EV) menghadapi masa depan yang tidak pasti. Meski memiliki hubungan dekat dengan CEO Tesla Elon Musk, retorika dan janji kampanye Trump bertentangan dengan industri EV dan kebijakan pemerintahan Biden yang mendukung elektrifikasi.
Ia menyerukan untuk "mengakhiri mandat kendaraan listrik pada hari pertama," merujuk pada aturan standar emisi kendaraan dari EPA yang mewajibkan produsen otomotif AS untuk menurunkan emisi kendaraan secara signifikan dalam dekade mendatang.
Trump berpendapat bahwa kebijakan EV membunuh lapangan kerja di Amerika dan menguntungkan China dan Meksiko.
Hal ini dapat menguntungkan Ford, General Motors, dan Stellantis, yang mobil berbahan bakar gasnya jauh lebih menguntungkan daripada model listrik mereka.
Namun, produsen kendaraan listrik (EV) menghadapi masa depan yang tidak pasti. Meski memiliki hubungan dekat dengan CEO Tesla Elon Musk, retorika dan janji kampanye Trump bertentangan dengan industri EV dan kebijakan pemerintahan Biden yang mendukung elektrifikasi.
Sikap Trump Terhadap EV
Selama kampanye, Trump menyatakan ketidaksukaannya pada EV. Ia menganggap EV terlalu mahal, memiliki jarak tempuh terbatas, dan tidak diminati konsumen.Ia menyerukan untuk "mengakhiri mandat kendaraan listrik pada hari pertama," merujuk pada aturan standar emisi kendaraan dari EPA yang mewajibkan produsen otomotif AS untuk menurunkan emisi kendaraan secara signifikan dalam dekade mendatang.
Trump berpendapat bahwa kebijakan EV membunuh lapangan kerja di Amerika dan menguntungkan China dan Meksiko.
Prediksi Kebijakan Trump
Trump diperkirakan akan menghilangkan kredit pajak EV sebesar USD7.500 (Rp116 juta), membuat mobil listrik semakin tidak terjangkau bagi konsumen dan mendorong penjualan model bermesin pembakaran internal.Hal ini dapat menguntungkan Ford, General Motors, dan Stellantis, yang mobil berbahan bakar gasnya jauh lebih menguntungkan daripada model listrik mereka.
Lihat Juga :