Carsome Disuntik Rp424 Miliar, Layanan Jual Beli Mobkas Lain Harus Waspada
Selasa, 08 Desember 2020 - 11:16 WIB
loading...
Carsome justru mendapatkan suntikan dana dimasa pandemi. Tampak tim manajemen senior Carsome.
A
A
A
JAKARTA - Platform e-commerce mobil Carsome mendapat pendanaan Seri D sebesar USD30 juta (Rp424 Miliar) dari Asia Partners serta Burda Principal Investments dan Ondine Capital. Pendanaan tersebut diklaim sebagai salah satu all-equity financing terbesar dalam sejarah industri otomotif online di Asia Tenggara. BACA JUGA: 5 Alasan Galaxy Note20 Ultra Jagoan Digunakan untuk Bikin Film Pendek
Co-founder & Group CEO Carsome Eric Cheng mengatakan, pendanaan kali ini terbesar dalam sejarah Carsome yang akan menjadi modal kuat untuk mewujudkan integrasi digital dari konsumen penjual mobil bekas, dealer, dan pembeli mobil bekas nantinya.
“Akan kami gunakan untuk memperkuat model bisnis yang telah ada yaitu C2B, dan mempercepat mewujudkan model bisnis baru kami yaitu B2C. Kami berharap dapat meluncurkan C2B dan B2C pertama di Asia Tenggara untuk mobil bekas dan pengalaman ritel yang jauh lebih unggul,” kata Eric.
Eric menambahkan, dalam enam bulan terakhir pendapatan bisnis Carsome meningkat dua kali lipat dari sebelum pandemi Covid-19. Ada peningkatan drastis yang berasal dari perilaku konsumen di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura.
BACA JUGA: Laptop vs Tablet untuk Belajar Online dan Bekerja di Rumah, Mana yang Lebih Unggul?
“Konsumen terus membeli mobil bekas supaya keluarga mereka tetap aman dan karena mereka ingin beradaptasi dari segi usaha yang dijalankan,” tambah Eric.
Oliver M. Rippel dari Asia Partners menyebut, Carsome memiliki model bisnis yang kokoh. ”Carsome menawarkan solusi satu atap untuk pembeli dan penjual mobil bekas. Kami melihat bahwa ini akan menjadi jalan ke depan untuk industri mobil bekas,” ujarnya.
Co-founder & Group CEO Carsome Eric Cheng mengatakan, pendanaan kali ini terbesar dalam sejarah Carsome yang akan menjadi modal kuat untuk mewujudkan integrasi digital dari konsumen penjual mobil bekas, dealer, dan pembeli mobil bekas nantinya.
“Akan kami gunakan untuk memperkuat model bisnis yang telah ada yaitu C2B, dan mempercepat mewujudkan model bisnis baru kami yaitu B2C. Kami berharap dapat meluncurkan C2B dan B2C pertama di Asia Tenggara untuk mobil bekas dan pengalaman ritel yang jauh lebih unggul,” kata Eric.
Eric menambahkan, dalam enam bulan terakhir pendapatan bisnis Carsome meningkat dua kali lipat dari sebelum pandemi Covid-19. Ada peningkatan drastis yang berasal dari perilaku konsumen di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura.
BACA JUGA: Laptop vs Tablet untuk Belajar Online dan Bekerja di Rumah, Mana yang Lebih Unggul?
“Konsumen terus membeli mobil bekas supaya keluarga mereka tetap aman dan karena mereka ingin beradaptasi dari segi usaha yang dijalankan,” tambah Eric.
Oliver M. Rippel dari Asia Partners menyebut, Carsome memiliki model bisnis yang kokoh. ”Carsome menawarkan solusi satu atap untuk pembeli dan penjual mobil bekas. Kami melihat bahwa ini akan menjadi jalan ke depan untuk industri mobil bekas,” ujarnya.
Lihat Juga :