Petrol Head Jangan Khawatir, Lambo dan Buggati Masih Ogah Produksi Mobil Listrik
Sabtu, 12 Desember 2020 - 14:55 WIB
loading...
Mesin V12 yang jadi andalan Lamborghini. Pabrikan menganggap konsumsi rata-rata perjalanan mobil-mobil mereka sangat rendah.
A
A
A
MOLSHEIM - Sejumlah pabrikan mobil mewah sudah menyiapkan bahkan meluncurkan mobil bertenaga listrik. Meski demikian, Lamborghini dan Bugatti masih enggan menghadirkan mobil ramah lingkungan tersebut. BACA JUGA: 2020 Saatnya Upgrade TV Lama ke Mi TV 4 Bezel-less, Ini Alasannya
Dilansir dari Carscoops, Sabtu (12/12), Bos Bugatti sekaligus CEO Lamborghini, Stephan Winkelman menyebutkan emisi mobil dari Lamborghini dan Bugatti tak berpengaruh banyak pada kondisi bumi.
"Jarak tempuh rata-rata Chiron adalah seribu mil per tahun. Ini mobil dengan angka produksi rendah atau kurang dari 100 setahun. Jadi, tidak berdampak besar pada emisi di seluruh dunia," ujarnya.
Winkelmann menambahkan, pihaknya akan tetap memikirkan apa yang menjadi keinginan pelanggan. Termasuk menghadirkan mobil listrik.
"Saat ini konsumen lebih menyukai mobil yang sepenuhnya listrik dan itu menjadi salah satu opsi yang tengah kami pertimbangkan meski tidak dalam waktu dekat," katanya.
BACA JUGA: Lima Cara Menggunakan Kamera SJCAM A20 Body Cam
Saat ini, baik Lamborghini maupun Bugatti masih menjauh dengan teknologi listrik. Berbeda dengan McLaren, Porsche, hingga Rimac yang mulai disetrum menggunakan listrik.
![Petrol Head Jangan Khawatir, Lambo dan Buggati Masih Ogah Produksi Mobil Listrik]()
"Saya tidak melihat BEV untuk hypercar atau mobil sport super sekarang atau dekade ini, baik untuk Bugatti maupun Lamborghini," kata Winkelman.
Winkelman tak ingin tergesa-gesa mengikuti perkembangan zaman. Ia perlu melihat sejauh mana peraturan, penerimaan konsumen dan kesanggupan teknologi mobil listrik diterapkan ke depannya.
"Kita perlu sampai pada titik di mana kita memiliki pemahaman yang lebih baik. Mungkin di 10 tahun lagi. Kami terus berdiskusi dengan konsumen tentang perkembangan masa depan. Saya tidak bisa mengesampingkannya, tapi bukan untuk saat ini," ujar Winkelman.
Dilansir dari Carscoops, Sabtu (12/12), Bos Bugatti sekaligus CEO Lamborghini, Stephan Winkelman menyebutkan emisi mobil dari Lamborghini dan Bugatti tak berpengaruh banyak pada kondisi bumi.
"Jarak tempuh rata-rata Chiron adalah seribu mil per tahun. Ini mobil dengan angka produksi rendah atau kurang dari 100 setahun. Jadi, tidak berdampak besar pada emisi di seluruh dunia," ujarnya.
Winkelmann menambahkan, pihaknya akan tetap memikirkan apa yang menjadi keinginan pelanggan. Termasuk menghadirkan mobil listrik.
"Saat ini konsumen lebih menyukai mobil yang sepenuhnya listrik dan itu menjadi salah satu opsi yang tengah kami pertimbangkan meski tidak dalam waktu dekat," katanya.
BACA JUGA: Lima Cara Menggunakan Kamera SJCAM A20 Body Cam
Saat ini, baik Lamborghini maupun Bugatti masih menjauh dengan teknologi listrik. Berbeda dengan McLaren, Porsche, hingga Rimac yang mulai disetrum menggunakan listrik.

"Saya tidak melihat BEV untuk hypercar atau mobil sport super sekarang atau dekade ini, baik untuk Bugatti maupun Lamborghini," kata Winkelman.
Winkelman tak ingin tergesa-gesa mengikuti perkembangan zaman. Ia perlu melihat sejauh mana peraturan, penerimaan konsumen dan kesanggupan teknologi mobil listrik diterapkan ke depannya.
"Kita perlu sampai pada titik di mana kita memiliki pemahaman yang lebih baik. Mungkin di 10 tahun lagi. Kami terus berdiskusi dengan konsumen tentang perkembangan masa depan. Saya tidak bisa mengesampingkannya, tapi bukan untuk saat ini," ujar Winkelman.
(dan)
Lihat Juga :