Kisah Intrik Antar Eksekutif di Balik Gurihnya Penjualan Porsche Cayenne
Kamis, 17 Desember 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Paige Spiranac Masih Tetap Cantik saat Marah Dikritik )
Sosok Ferdinand Piech memang bertolakbelakang dengan Wendelin. Jika Wendelin orientasinya profit, Ferdinand Piech justru fokus pada pengembangan performa. Dia melanglang buana dari satu merek ke merek lainnya untuk membuat mobil sport yang kencang. Berbeda dengan Wendelin yang team player, Ferdinand Piech justru bekerja dalam gelap. Dia hanya bekerja dengan orang-orang yang dia pilih.
Tidak heran ketika Ferdinand Piech mendengar Wendelin ingin mengambil alih Volkswagen dengan bendera Porsche, dia langsung gusar. Dia yang saat itu memegang jabatan Chairman Volkswagen langsung bermanuver mengomandoi banyak orang penting Volkswagen untuk menolak proposal Wendelin.
![Kisah Intrik Antar Eksekutif di Balik Gurihnya Penjualan Porsche Cayenne]()
Di saat yang bersamaan dengan privilige-nya di Porsche, dia memaksa Wendelin meletakkan jabatannya sebagai orang nomor satu Porsche. Pasalnya keluarga Ferdinand Piech, sebagai trah Ferdinand Porsche memiliki suara yang besar di tubuh perusahaan mobil Jerman itu. Prestasi Wendelin yang berhasil menyelamatkan Porsche dengan Porsche Cayenne sama sekali tidak dianggap. Jika Wendelin yang tidak angkat kaki, maka Ferdinand Piech yang angkat kaki. Alhasil mau tidak mau Wendelin pun diberhentikan.
(Baca juga : Perkenalkan Cassandre Davis, Model Cantik dengan Gelar Master yang Pernah Kencan dengan Cristiano Ronaldo )
Banyak yang terkejut dengan pemberhentian itu. Sama sekali tidak ada yang menyangkan Wendelin harus pergi dari Porsche. Intrik ini bahkan sempat ditulis oleh banyak media massa saat itu. New York Times menulisnya dengan judul "Piech, Seorang Master Taktik". The Guardian bahkan dengan jelas menulis "Ambisi, Membuat Sang Jenius dari Porsche Terbuang". Sementara majalah Car and Driver cukup menulis lugas "Yang Menang Orang yang Cinta Mobil".
Kini setelah puluhan tahun berlalu, segala intrik itu akhirnya tinggal cerita. Ferdinand Piech telah meninggal dunia pada 2019 sementara Wendelin menjauh dari dunia otomotif dan fokus pada bisnis energi. Yang tersisa hanyalah Porsche Cayenne yang kini tidak bisa dipungkiri masih jadi tulang punggung penjualan Porsche hingga mampu mencapai 1 juta unit. Setidaknya ini membuktikan bahwa dalam setiap mobil akan ada selalu cerita yang menarik.
Sosok Ferdinand Piech memang bertolakbelakang dengan Wendelin. Jika Wendelin orientasinya profit, Ferdinand Piech justru fokus pada pengembangan performa. Dia melanglang buana dari satu merek ke merek lainnya untuk membuat mobil sport yang kencang. Berbeda dengan Wendelin yang team player, Ferdinand Piech justru bekerja dalam gelap. Dia hanya bekerja dengan orang-orang yang dia pilih.
Tidak heran ketika Ferdinand Piech mendengar Wendelin ingin mengambil alih Volkswagen dengan bendera Porsche, dia langsung gusar. Dia yang saat itu memegang jabatan Chairman Volkswagen langsung bermanuver mengomandoi banyak orang penting Volkswagen untuk menolak proposal Wendelin.

Di saat yang bersamaan dengan privilige-nya di Porsche, dia memaksa Wendelin meletakkan jabatannya sebagai orang nomor satu Porsche. Pasalnya keluarga Ferdinand Piech, sebagai trah Ferdinand Porsche memiliki suara yang besar di tubuh perusahaan mobil Jerman itu. Prestasi Wendelin yang berhasil menyelamatkan Porsche dengan Porsche Cayenne sama sekali tidak dianggap. Jika Wendelin yang tidak angkat kaki, maka Ferdinand Piech yang angkat kaki. Alhasil mau tidak mau Wendelin pun diberhentikan.
(Baca juga : Perkenalkan Cassandre Davis, Model Cantik dengan Gelar Master yang Pernah Kencan dengan Cristiano Ronaldo )
Banyak yang terkejut dengan pemberhentian itu. Sama sekali tidak ada yang menyangkan Wendelin harus pergi dari Porsche. Intrik ini bahkan sempat ditulis oleh banyak media massa saat itu. New York Times menulisnya dengan judul "Piech, Seorang Master Taktik". The Guardian bahkan dengan jelas menulis "Ambisi, Membuat Sang Jenius dari Porsche Terbuang". Sementara majalah Car and Driver cukup menulis lugas "Yang Menang Orang yang Cinta Mobil".
Kini setelah puluhan tahun berlalu, segala intrik itu akhirnya tinggal cerita. Ferdinand Piech telah meninggal dunia pada 2019 sementara Wendelin menjauh dari dunia otomotif dan fokus pada bisnis energi. Yang tersisa hanyalah Porsche Cayenne yang kini tidak bisa dipungkiri masih jadi tulang punggung penjualan Porsche hingga mampu mencapai 1 juta unit. Setidaknya ini membuktikan bahwa dalam setiap mobil akan ada selalu cerita yang menarik.
(wsb)
Lihat Juga :