Dorong Konsumen Ganti Mobil Listrik, Pajak Mobil Konvensional Dinaikkan
Senin, 21 Desember 2020 - 11:15 WIB
loading...
Sejumlah pabrikan mobil Jepang di Thailand mendukung upaya rencana kenaikan pajak untuk kampanye mobil listrik.
A
A
A
THAILAND - Thailand bakal menerapkan biaya pajak yang tinggi di setiap pembelian mobil konvensional baru. Hal ini agar masyarakat mulai beralih ke mobil listrik. BACA JUGA: Cara Termudah Download Video Instagram di PC, Android, dan iOS
Dilansir dari Bangkok Post, Senin (21/12), pajak mobil listrik di Thailand diketahui lebih murah ketimbang mobil konvensional dan berharap bisa menjadi pertimbangan konsumen.
Pemerintah Thailand siap membicarakan rencana ini dengan sejumlah perusahaan mobil. Sementara detail pajak yang diterapkan saat ini, akan berakhir pada 2025.
Salah satu produsen mobil yang sudah dihubungi pemerintah Thailand kendaraan adalah Nissan. Pabrikan asal Jepang ini mendukung rencana kenaikan pajak untuk kampanye mobil listrik.
General Manager urusan eksternal dan pemerintahan di Nissan Motor Thailand, Atthawit Techawiboonwong mengatakan, lebih banyak hal agar program tersebut berhasil.
BACA JUGA: 5 Alasan untuk Membeli Tablet di 2020
"Banyak produsen mobil sebelumnya yang memberi tahu pihak berwenang bahwa menaikkan pajak saja tidak cukup," kata Techawiboonwong.
Techawiboonwong menambahkan, langkah-langkah lain seperti pajak penghasilan badan untuk perusahaan yang membeli kendaraan listrik menjadi awal yang baik.
"Kami harus mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari permintaan dan harga hingga outlet pengisian kendaraan listrik. Jika pembeli tidak siap, kami tidak dapat menjual mobilnya," katanya.
Jika cara ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diterapkan di sejumlah negara Asia lainnya termasuk Indonesia yang juga tengah mengkampanyekan mobil listrik ketimbang mobil konvensional. BACA JUGA: Mengoptimalkan Ponsel Rp1 Jutaan Galaxy A01 Core untuk Sekolah Dirumah
Dilansir dari Bangkok Post, Senin (21/12), pajak mobil listrik di Thailand diketahui lebih murah ketimbang mobil konvensional dan berharap bisa menjadi pertimbangan konsumen.
Pemerintah Thailand siap membicarakan rencana ini dengan sejumlah perusahaan mobil. Sementara detail pajak yang diterapkan saat ini, akan berakhir pada 2025.
Salah satu produsen mobil yang sudah dihubungi pemerintah Thailand kendaraan adalah Nissan. Pabrikan asal Jepang ini mendukung rencana kenaikan pajak untuk kampanye mobil listrik.
General Manager urusan eksternal dan pemerintahan di Nissan Motor Thailand, Atthawit Techawiboonwong mengatakan, lebih banyak hal agar program tersebut berhasil.
BACA JUGA: 5 Alasan untuk Membeli Tablet di 2020
"Banyak produsen mobil sebelumnya yang memberi tahu pihak berwenang bahwa menaikkan pajak saja tidak cukup," kata Techawiboonwong.
Techawiboonwong menambahkan, langkah-langkah lain seperti pajak penghasilan badan untuk perusahaan yang membeli kendaraan listrik menjadi awal yang baik.
"Kami harus mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari permintaan dan harga hingga outlet pengisian kendaraan listrik. Jika pembeli tidak siap, kami tidak dapat menjual mobilnya," katanya.
Jika cara ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diterapkan di sejumlah negara Asia lainnya termasuk Indonesia yang juga tengah mengkampanyekan mobil listrik ketimbang mobil konvensional. BACA JUGA: Mengoptimalkan Ponsel Rp1 Jutaan Galaxy A01 Core untuk Sekolah Dirumah
(dan)
Lihat Juga :