PPnBM Diberlakukan, TAM Revisi Strategi dan Angka Penjualannya

Selasa, 02 Maret 2021 - 21:29 WIB
loading...
PPnBM Diberlakukan, TAM Revisi Strategi dan Angka Penjualannya
Salah satu produk mobil Toyota. FOTO/ IST
JAKARTA - Anton Jimmi Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku optimis dengan penerapan insentif pajak 0% ( PPnBM) terhadap mobil baru. Relaksasi ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan pasar, sehingga bisa mendukung industri otomotif nasional.

Otomotif memang menjadi salah satu industri yang terhantam telak akibat pandemi Covid-19. Angka penjualan merek mengalami terjun bebas. Meski mulai ada perbaikan, tetapi tak sebagus sebelum virus corona mewabah.

BACA JUGA - Sudah di Depan Mata, Kosmolog Pastikan Ancaman Nyata Penduduk Bumi Bukan COVID-19

Di sisi lain, Anton mengakui penerapan PPnBM mengubah strategi pemasaran yang sebelumnya sudah dirancang oleh TAM. "Pasti ada adjustment. Tapi memang dari waktu ke waktu kan strategi kami review," ujar Anton, saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (2/3/2021).



Tak hanya strategi, target penjualan TAM pun sepertinya ikut direvisi. Tentunya, kata Anton, lagi-lagi melihat kondisi perkembangan permintaan pasar. Masalah target, TAM juga melakukan studi internal, tetapi tetap memantau secara aktual.

Kendati demikian, Anton tak menyebutkan secara rinci strategi yang diubah, dan angka target penjualan yang turut disesuai dengan diberlakukannya aturan ini.

PPnBM merupakan insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada kendaraan-kendaraan 1.500 cc ke bawah. Aturan ini mulai diterapkan pada 1 Maret 2021 kemarin. Tentu ada euforia yang meningkat dari sisi konsumen.



"Saya belum cek angka di dealer, tapi memang banyak inquiry dari konsumen ke dealer ke kami," tambahnya.

Toyota memiliki beberapa model yang mendapat imbas dari kebijakan ini, sehingga harga-harga mobil yang ditawarkan menurun cukup besar.

BACA JUGA - Mahkluk Bersisik Besi Penghuni Gunung Berapi Terungkap

Di antaranya model Avanza, Rush, Yaris, Sienta, dan Vios, yang mengalami penurunan harga jual mobil mulai dari Rp8 juta hingga Rp65 jutaan.
(wbs)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE