Ini Dia Kreator Nissan GT-R yang Bikin Mobil Listrik Nissan Jadi Menyenangkan
Jum'at, 26 Maret 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Honda City Hatchback Versi Balap Melenggang di Bangkok
Setelah membantu mengembangkan kemampuan Nissan Leaf, Naoki Nakada kemudian diminta oleh Nissan untuk mengembangkan teknologi baru yang bisa menjadi jawaban atas keterbatasan infrastruktur pendukung mobil listrik di beberapa negara serta menjadi jembatan antara kepedulian pada lingkungan hidup sekaligus kesenangan berkendara yang mumpuni.
![Ini Dia Kreator Nissan GT-R yang Bikin Mobil Listrik Nissan Jadi Menyenangkan]()
Dari situlah Naoki Nakada berhasil mengembangkan teknologi e-Power. Teknologi hibrid yang sangat berbeda dengan teknologi hibrid yang sudah ada. Lewat e-Power, baterai yang ada di mobil Nissan menggerakkan roda-roda mobil dan di saat yang
bersamaan bensin yang ada di dalam mobil itu menjadi generator untuk terus menyuplai energi ke baterai.
"Banyak yang melihat e-Power sangat mudah dibuat. Sebaliknya kenyatannya berbeda. Kami harus mendapatkan keseimbangan antara kegunaan baterai dan generator bensin. Kami juga harus memastikan kapan generator bensin bekerja guna menyesuaikan dengan kapasitas baterai tergantung dari tipe mobil itu sendiri. Banyak pengembangang dilakukan untuk menyempurnakan teknologi ini buat konsumen kami," jelas Naoki Nakada.
Setelah membantu mengembangkan kemampuan Nissan Leaf, Naoki Nakada kemudian diminta oleh Nissan untuk mengembangkan teknologi baru yang bisa menjadi jawaban atas keterbatasan infrastruktur pendukung mobil listrik di beberapa negara serta menjadi jembatan antara kepedulian pada lingkungan hidup sekaligus kesenangan berkendara yang mumpuni.

Dari situlah Naoki Nakada berhasil mengembangkan teknologi e-Power. Teknologi hibrid yang sangat berbeda dengan teknologi hibrid yang sudah ada. Lewat e-Power, baterai yang ada di mobil Nissan menggerakkan roda-roda mobil dan di saat yang
bersamaan bensin yang ada di dalam mobil itu menjadi generator untuk terus menyuplai energi ke baterai.
"Banyak yang melihat e-Power sangat mudah dibuat. Sebaliknya kenyatannya berbeda. Kami harus mendapatkan keseimbangan antara kegunaan baterai dan generator bensin. Kami juga harus memastikan kapan generator bensin bekerja guna menyesuaikan dengan kapasitas baterai tergantung dari tipe mobil itu sendiri. Banyak pengembangang dilakukan untuk menyempurnakan teknologi ini buat konsumen kami," jelas Naoki Nakada.
(wsb)
Lihat Juga :