Produksi Mobil Listrik, Apple Syaratkan Ini ke Pemasok Baterai Asal China

Rabu, 09 Juni 2021 - 07:25 WIB
loading...
Produksi Mobil Listrik,...
Apple sedang dalam pembicaraan tahap awal dengan CATL dan BYD China tentang pasokan baterai untuk kendaraan listriknya. Foto/dok
A A A
HONGKONG - Apple sedang dalam pembicaraan tahap awal dengan CATL dan BYD China tentang pasokan baterai untuk kendaraan listriknya. Apple sendiri meminta syarat agar pasokan baterai mobil listrik dibuat di Amerika Serikat.

Dilansir Autoblog, Apple telah menjadikan bangunan fasilitas manufaktur di Amerika Serikat sebagai syarat bagi calon pemasok baterai.

BACA: Mobil Otonom Apple Akan Dibuat oleh Hyundai?

CATL yang memasok baterai listrik untuk Tesla, enggan membangun pabrik di AS karena ketegangan politik antara Washington dan Beijing serta masalah biaya.

Tidak jelas apakah Apple juga berbicara dengan pembuat baterai lain. Apple sendiri belum berkomentar terkait hal tersebut. Begitu juga CATL pembuat baterai otomotif terbesar di dunia, dan BYD nomor 4 dunia, juga menolak berkomentar.

Apple mendukung penggunaan baterai lithium iron phosphate yang lebih murah untuk diproduksi karena mereka menggunakan besi daripada nikel dan kobalt yang lebih mahal.

Ini telah bekerja pada teknologi self-driving dan telah menargetkan 2024 untuk produksi kendaraan penumpang, Reuters melaporkan pada bulan Desember.

BACA JUGA: Google Didenda Rp3,8 Triliun karena Penyalahgunaan Iklan di Prancis

Orang-orang yang akrab dengan masalah ini sebelumnya mengatakan EV yang direncanakan Apple dapat mencakup teknologi baterai terobosannya sendiri. Tidak jelas apakah diskusi dengan CATL dan BYD melibatkan teknologi atau desain Apple sendiri.

Diskusi datang pada saat pemerintah AS ingin menarik lebih banyak manufaktur EV. Rencana infrastruktur yang diusulkan Presiden AS Joe Biden senilai $1,7 triliun mencakup anggaran $174 miliar untuk meningkatkan pasar EV domestik dengan kredit pajak dan hibah untuk produsen baterai sebagai insentif lainnya.

Banyak pembuat baterai meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan di seluruh dunia yang melonjak karena pembuat mobil mempercepat peralihan mereka ke kendaraan listrik.

Pembuat baterai China diperkirakan akan tumbuh lebih cepat berkat ekspansi lebih lanjut dari pasar EV terbesar di dunia, SNE Research mengatakan dalam sebuah laporan Juni.

BACA JUGA: Tanah Yerusalem Tunjukkan Fenomena Tak Biasa, Warga Israel Ketakutan

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa CATL sedang merencanakan pabrik baterai otomotif baru yang besar di Shanghai, melanjutkan langkah ekspansi yang akan memperkuat posisinya sebagai pemasok No.1 di dunia. Pabrik itu akan berada di dekat operasi manufaktur Tesla di China.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Apple Terjun di Formula...
Apple Terjun di Formula 1, Begini Ekosistem Teknologinya
CEO Ford Sebut Xiaomi...
CEO Ford Sebut Xiaomi SU7 adalah Apple-nya China
Apple CarPlay Jadi idaman,...
Apple CarPlay Jadi idaman, Mobil Listrik Rivian Punya Pilih Tinggalkan
Ini Penyebab Xiaomi...
Ini Penyebab Xiaomi Lebih Unggul dari Apple dalam Bisnis Mobil Listrik
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Rekomendasi
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved