Perusahaan Elon Musk Bangun Transportasi Massal Menembus Perut Bumi

Sabtu, 19 Juni 2021 - 15:02 WIB
loading...
Perusahaan Elon Musk Bangun Transportasi Massal Menembus Perut Bumi
Perusahaan Boring milik Elon Musk membangun transportasi di bawah tanah. Foto/dok.
A A A
JAKARTA - Setelah sukses membangun transportasi luar angkasa, Elon Musk kini membangun transportasi di bawah tanah. Saat ini Perusahaan Boring milik Elon Musk sedang memperluas terowongan di perut Bumi menjadi diameter 21 kaki agar bisa mengangkut kargo.

Seperti dilansir The Verge, Perusahaan Boring telah mendapatkan klien potensial untuk membangun terowongan yang jauh lebih luas yang bisa mengangkut barang daripada yang telah dibangun sejauh ini.

BACA: Elon Musk Pertimbangkan Bangun Pabrik Telsa di Rusia

Sejak didirikan pada tahun 2016, startup tunneling yang dipimpin Elon Musk telah difokuskan pada terowongan yang akan mengangkut penumpang. Ini untuk menyelesaikan masalah lalu lintas yang membuat sumpek kota-kota.

Tetapi dek lapangan baru yang diperoleh Bloomberg menunjukkan bagaimana terowongan yang lebih luas dapat digunakan untuk mengangkut barang, sesuatu yang akan sangat memperluas potensi bisnis Boring.

Menurut Bloomberg, lapangan baru perusahaan mencakup terowongan dengan diameter 21 kaki, hampir dua kali ukuran terowongan 12 kaki yang telah dibangun perusahaan sejauh ini, yang dapat menampung dua kontainer pengiriman berdampingan.

Perusahaan baru-baru ini menyelesaikan terowongan sepanjang 1,7 mil di bawah Las Vegas. Itu bagian dari proposal yang lebih besar untuk membangun sistem terowongan besar di bawah seluruh kota, termasuk Las Vegas Strip dan Bandara Internasional McCarran.

BACA JUGA: AS Buat Magnet Terkuat di Dunia, Bisa Angkut Kapal Induk 100 Ribu Ton

Perusahaan Boring mengklaim transportasi bawah tanah itu dapat menangani sekitar 50.000 penumpang per jam. Terowongan saat ini di bawah Las Vegas dimaksudkan untuk mengangkut sekitar 4.400 orang setiap jam.

Namun laporan TechCrunch mengungkapkan bahwa dokumen perusahaan menunjukkan bahwa itu mungkin hanya dapat mengangkut 1.200 orang per jam.
(ysw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1436 seconds (11.210#12.26)