Kekurangan Chip, GM Tutup 8 Pabriknya di AS, Kanada, dan Meksiko

Jum'at, 03 September 2021 - 12:05 WIB
loading...
Kekurangan Chip, GM...
Foto/dok
A A A
WASHINGTON - Dampak kekurangan pasokan chip kini dirasakan oleh produsen otomotif General Motors (GM) yang berencana menghentikan produksi di sebagian besar pabriknya di Amerika Utara. Ada delapan pabrik GM yang akan menghentikan produksi sementara, empat pabrik di AS, tiga di Meksiko dan satu di Kanada akan ditutup hingga dua minggu.

Ford dan Toyota juga memangkas produksi bulan ini karena pembuat chip di AS dan Asia kesulitan memebuhi permintaan akibat pembatasan kegiatan akibat pandemi. Kekurangan tersebut telah mendorong naiknya harga mobil dan membuat konsumen lebih memilih mobil bekas.

BACA: Presiden Amerika Didesak Cabut Aturan Ketat Mobil Otonom

GM yang memiliki merek seperti Chevrolet dan Cadillac, mengatakan penutupan akan mempengaruhi beberapa kendaraan yang paling laris, termasuk kendaraan sport dan truk pickup ukuran penuh dan menengah.

Pabrik yang terkena dampak termasuk situs Fort Wayne di Indiana, pabrik Silao di Meksiko dan pabrik Majelis Cami di Kanada.

"Penyesuaian penjadwalan terbaru ini didorong oleh berlanjutnya kekurangan suku cadang yang disebabkan oleh kendala pasokan semikonduktor dari pasar internasional yang mengalami pembatasan terkait Covid-19," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC News, Jumat (3/9/2021).

Mobil baru sering kali menyertakan lusinan microchip - juga disebut semikonduktor - tetapi pembuat mobil membatalkan pesanan dengan pembuat chip pada awal pandemi, karena khawatir akan penurunan penjualan yang lama.

BACA JUGA: WhatsApp Didenda US$267 Juta di Eropa, Perusahaan Induk Ajukan Banding

Sekarang ketika permintaan pulih, pembuat chip berjuang untuk mengikuti. Produsen mobil juga bersaing langsung dengan perusahaan teknologi dan sektor elektronik konsumen untuk mendapatkan pasokan.

Awal pekan ini, Ford mengatakan akan memangkas produksi truk mulai 6 September karena kekurangan tersebut, sementara Toyota Motor akan memangkas produksi global untuk September sebesar 40%.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
90% Pemilik Mobil GM...
90% Pemilik Mobil GM Merasa Tidak Nyaman karena AI
Jeep Gladiator Resmi...
Jeep Gladiator Resmi Meluncur, Mobil Pikap Double Cabin Seharga Rp2,5 Miliar Lebih
General Motors Ciptakan...
General Motors Ciptakan Pelek Mobil Berteknologi Supercanggih
FIAT Kenalkan Konsep...
FIAT Kenalkan Konsep Grande Panda 4×4, Model Klasik Kembali Lagi
Pengamat: Korban Terparah...
Pengamat: Korban Terparah dari Tarif Trump adalah Produsen Mobil AS
Bidik Momentum AI Chip,...
Bidik Momentum AI Chip, Danantara Dorong Pemerintah Gaspol Industri Semikonduktor
Prabowo Kunjungi Inggris,...
Prabowo Kunjungi Inggris, Saksikan Kerja Sama Semikonduktor Danantara dan Arm Limited
Valve Tunda Peluncuran...
Valve Tunda Peluncuran Steam Machine dan Frame Akibat Krisis Komponen Global
Rekomendasi
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved