Mobil Pribadi Pilihan Transportasi Paling Nyaman di Era New Normal
loading...

Dukung penjualan online, Honda gunakan website sebagai platform utama, konsumen bisa dapatkan informasi lengkap mengenai produk, harga, dealer serta program penjualan.
A
A
A
JAKARTA - Mulai pekan ini kawasan Jabodetabek memasuki era normal baru. Kantor-kantor sudah mewajibkan karyawannya untuk bekerja seperti biasa. Sebagian pemilik restoran membuka kembali gerainya. Sementara pusat-pusat perbelanjaan baru akan buka minggu depan pada Senin, 15 Juni 2020.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa transportasi publik di era New Normal mengalami perubahan. Baik pengguna maupun operator transportasi mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Sektor transportasi harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur atau protokol baru yang berbasis pada kesehatan dan kebersihan serta jaga jarak. ”Menggunakan masker, akan jadi budaya baru dalam bertransportasi,” ungkapnya.
Syali G mengaku mulai beradaptasi dengan New Normal dengan mulai berkantor seperti biasa. Padahal, selama tiga bulan terakhir ia merasa lebih produktif saat melakukan work form home (WFH). Meski demikian, di masa peralihan ini Syali mengaku masih belum berani untuk menggunakan moda transportasi umum.
Di hari biasa, ia memang lebih banyak menggunakan KRL Jabodetabek menuju kantornya di Jakarta dari rumahnya di Bogor guna menghindari kemacetan. ”Namun, di masa transisi ini kendaraan pribadi saya rasakan lebih aman,” katanya.
Menggunakan mobil pribadi, Syali mengaku lebih nyaman karena terhindar dari kontak dengan banyak orang. Meski, memang hari pertama peralihan New Normal menurutnya kondisi lalu lintas lebih macet dari biasanya. ”Saat PSBB kemarin, perjalanan dari rumah ke kantor hanya memakan waktu 1 jam. Tadi pagi saya menempuhnya dalam 2 jam,” ungkapnya.
Ketika di kantor pun ia berencana untuk membatasi pertemuan yang tidak terlalu penting dan tetap melakukan social distancing, sambil selalu mengenakan masker.
Selama masa transisi di Juni 2020, warga memang diharapkan melakukan perjalanan hanya untuk pergerakan yang sangat penting. Oleh sebab itu, seharusnya memang perlu ada pembatasan, misalnya dari waktu kerja. Tujuannya, tentu saja agar masyarakat Jakarta tidak masuk lagi ke dalam penyebaran Covid-19 yang masif.
Namun, bagi mereka yang merasa lebih nyaman untuk melakukan mobilisasi menggunakan mobil pribadi seperti Syali, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Antara lain selalu menjaga kebersihan kabin yang bersentuhan langsung dengan pengemudi ataupun penumpang. Baik jok penumpang, tuas persneling, setir kemudi, hingga pedal gas dan kopling.
Sejumlah salon mobil dan bengkel bahkan sudah memiliki layanan khusus untuk menjaga interior mobil tetap sehat lewat treatment khusus untuk sterilisasi kabin. Tapi, pengguna pun bisa membersihkan kabin sendiri.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa transportasi publik di era New Normal mengalami perubahan. Baik pengguna maupun operator transportasi mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Sektor transportasi harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur atau protokol baru yang berbasis pada kesehatan dan kebersihan serta jaga jarak. ”Menggunakan masker, akan jadi budaya baru dalam bertransportasi,” ungkapnya.
Syali G mengaku mulai beradaptasi dengan New Normal dengan mulai berkantor seperti biasa. Padahal, selama tiga bulan terakhir ia merasa lebih produktif saat melakukan work form home (WFH). Meski demikian, di masa peralihan ini Syali mengaku masih belum berani untuk menggunakan moda transportasi umum.
Di hari biasa, ia memang lebih banyak menggunakan KRL Jabodetabek menuju kantornya di Jakarta dari rumahnya di Bogor guna menghindari kemacetan. ”Namun, di masa transisi ini kendaraan pribadi saya rasakan lebih aman,” katanya.
Menggunakan mobil pribadi, Syali mengaku lebih nyaman karena terhindar dari kontak dengan banyak orang. Meski, memang hari pertama peralihan New Normal menurutnya kondisi lalu lintas lebih macet dari biasanya. ”Saat PSBB kemarin, perjalanan dari rumah ke kantor hanya memakan waktu 1 jam. Tadi pagi saya menempuhnya dalam 2 jam,” ungkapnya.
Ketika di kantor pun ia berencana untuk membatasi pertemuan yang tidak terlalu penting dan tetap melakukan social distancing, sambil selalu mengenakan masker.
Selama masa transisi di Juni 2020, warga memang diharapkan melakukan perjalanan hanya untuk pergerakan yang sangat penting. Oleh sebab itu, seharusnya memang perlu ada pembatasan, misalnya dari waktu kerja. Tujuannya, tentu saja agar masyarakat Jakarta tidak masuk lagi ke dalam penyebaran Covid-19 yang masif.
Namun, bagi mereka yang merasa lebih nyaman untuk melakukan mobilisasi menggunakan mobil pribadi seperti Syali, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Antara lain selalu menjaga kebersihan kabin yang bersentuhan langsung dengan pengemudi ataupun penumpang. Baik jok penumpang, tuas persneling, setir kemudi, hingga pedal gas dan kopling.
Sejumlah salon mobil dan bengkel bahkan sudah memiliki layanan khusus untuk menjaga interior mobil tetap sehat lewat treatment khusus untuk sterilisasi kabin. Tapi, pengguna pun bisa membersihkan kabin sendiri.