Kawasan Industri Otomotif di Rusia kini Jadi Kota Mati Akibat Sanksi Invasi

Rabu, 06 April 2022 - 09:32 WIB
loading...
Kawasan Industri Otomotif...
Pabrik Volkswagen di Kaluga, Rusia kini sama sekali tidak beroperasi dan ditutup untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Foto/DOK. Volkswagen
A A A
RUSIA - Kaluga, kawasan industri otomotif yang ada di Rusia kini semakin menderita karena sanksi invasi di Ukraina. Pusat industri itu kini bak jadi kota mati.

Wilayah yang ada di Rusia bagian tengah itu memang tidak ubahnya seperti Cikarang dan Karawang di Indonesia, karena sama-sama jadi kawasan industri yang banyak diisi oleh sektor otomotif.

Di Kaluga dapat ditemukan dengan mudah pabrik-pabrik mobil buatan Volkswagen, Mitsubishi, Volvo, hingga Peugeot. Tidak heran jika wilayah Kaluga sangat vibran karena aktivitas buruh pabrik yang sangat tinggi.

Hanya saja semuanya berubah ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan menginvasi Ukraina beberapa waktu lalu. Aksi itu membuat seluruh elemen internasional menerapkan sanksi buat Rusia termasuk industri otomotif. Banyak dari mereka memutuskan untuk menutup pabrik-pabrik yang ada di negara beruang putih itu.

Baca juga : Adu Populer Mobil Indonesia di Dunia Maya, Nissan Kalahkan Toyota

Kawasan Industri Otomotif di Rusia kini Jadi Kota Mati Akibat Sanksi Invasi


Tidak hanya karena sanksi, beberapa perusahaan mobil yang membuka pabrik di Kaluga juga terpaksa menghentikan produksi akibat keterbatasan suplai komponen. Hal itu dialami oleh Stellantis dan Mitsubishi yang terpaksa merumahkan 2.000 karyawan mereka.

Jangan kaget, jumlah itu justru kalah besar dibanding yang terjadi di pabrik Volkswagen. Keputusan pabrikan Jerman itu untuk berhenti produksi karena adanya invasi membuat 4.000 karyawan pabrik Volkswagen sama sekali tidak bekerja hingga kini.

Saat ini jumlah warga yang tinggal di Kaluga memang tercatat sebanyak 325.000 orang. Hanya saja banyak dari mereka yang mengandalkan pendapatan mereka dari sektor otomotif.

Penutupan pabrik dan perumahan karyawan justru membuat aktivitas ekonomi Kaluga tidak berdenyut. Aktivitas pagi yang sudah tinggi di pagi hari hingga malam justru tidak kelihatan lagi. Kaluga benar-benar seperti kota mati.

Baca juga : Ada Euro4, Mitsubishi Pajero Sport Segera Upgrade Mesin

Kawasan Industri Otomotif di Rusia kini Jadi Kota Mati Akibat Sanksi Invasi


Valery Uglov, buruh pabrik Volkswagen tidak bisa percaya adanya kejadian ini. Dia mengaku bingung kenapa banyak pabrikan mobil menghentikan aktivitas mereka di Kaluga. "Kayaknya tidak masuk akal jika mereka melepas pasar Rusia," terangnya.

Buruh lainnya di pabrik Peugeot, Pavel Terpugov mengaku semakin kesulitan setelah dirumahkan. Selain tidak mendapatkan pendapatan, biaya kebutuhan sembako juga naik dua kali lipat di Kaluga. Semakin ironis karena dia tidak mengerti kenapa Peugeot terpaksa menutup pabrik karena tidak melakukan pemberitahuan terlebih dulu kepada buruh pabrik.

"Sama sekali tidak jelas apa yang terjadi. Mereka tidak memberikan kami informasi yang lengkap,"ungkap Pavel Terpugov.

Sedihnya lagi, nasib buruk yang dialami oleh kota industri otomotif Kaluga, ternyata dialami juga oleh kota-kota industri lain yang ada di Rusia. Terutama kota-kota industri yang dipenuhi dengan produksi farmasi, makanan dan elektronik.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Rekomendasi
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved