Tiru Indonesia, Malaysia Ikut Goda Tesla Investasi Mobil Listrik
Jum'at, 13 Mei 2022 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara disebutkan Paultan, undangan Malaysia kepada pembuat mobil listrik paling popular di dunia dari Amerika Serikay itu masih belum terlalu matang. Menurut mereka undangan Perdana Menteri Malaysia masih berada jauh di belakang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Indonesia. "Indonesia telah lama melakukan pembicaraan dengan Tesla tentang kemungkinan mendirikan pabrik di republik itu untuk membuat baterai untuk mobil listrik," sebut Paultan.
Awalnya, Tesla memang hanya tertarik untuk membangun baterai untuk sistem penyimpanan energi daripada untuk mobilnya di Indonesia. Namun, pertemuan terbaru yang dipimpin oleh Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini membuat diskursus kolaborasi Tesla dan Indonesia bergeliat lagi.
Baca juga : Penyakit Misterius Veteran Perang Teluk Terungkap, Bukan Kutukan Saddam Hussein
Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo juga sudah berada di Amerika Serikat seperti halnya Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.
Presiden Joko Widodo sendiri dijadwalkan bertemu langsung dengan Elon Musk dalam kunjungan itu. "Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, ingin membangun rantai pasokan penuh untuk mengekstrak bahan kimia baterai dari logam daripada hanya mengekspornya," sebut Paultan lagi.
Awalnya, Tesla memang hanya tertarik untuk membangun baterai untuk sistem penyimpanan energi daripada untuk mobilnya di Indonesia. Namun, pertemuan terbaru yang dipimpin oleh Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini membuat diskursus kolaborasi Tesla dan Indonesia bergeliat lagi.
Baca juga : Penyakit Misterius Veteran Perang Teluk Terungkap, Bukan Kutukan Saddam Hussein
Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo juga sudah berada di Amerika Serikat seperti halnya Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.
Presiden Joko Widodo sendiri dijadwalkan bertemu langsung dengan Elon Musk dalam kunjungan itu. "Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, ingin membangun rantai pasokan penuh untuk mengekstrak bahan kimia baterai dari logam daripada hanya mengekspornya," sebut Paultan lagi.
(wsb)
Lihat Juga :